📑 Table of Contents

Hipersomnia merupakan salah satu kelainan tidur yang ditandai rasa kantuk yang berlebihan. Sehingga pasien sering kali membutuhkan waktu tidur yang jauh lebih lama dari orang normal.

Klasifikasi

sunting

Hipersomnia idiopatik primer adalah gangguan neurologis di mana pasien tidur malam hari dalam jangka waktu lama tetapi tidak menyegarkan. Sehingga sering kali pasien melakukan tidur siang yang juga lama dan tidak memuaskan. Pasien hipersomnia mungkin tidur selama jangka waktu kurang lebih 20 jam sehari. Hasil pemeriksaan biasanya menunjukkan arsitektur tidur relatif normal dibandingkan dengan arsitektur tidur yang terganggu pada narkolepsi. Hipersomnia mungkin juga sekunder yang diakibatkan oleh kondisi medis seperti infeksi virus, terutama mononukleosis dan ensefalitis, atau hidrosefalus.[1]

Gejala

sunting

Mabuk tidur dapat juga menjadi gejala yang ditemukan pada pasien hipersomnia.[2][3]

Referensi

sunting
  1. ^ (Inggris) Christopher G. Goetz, MD (2007). Textbook of Clinical Neurology, 3rd ed. Saunders. ISBN 978-1-4160-3618-0.
  2. ^ Roth, B. (1972). Hypersomnia With ยซย Sleep Drunkennessย ยป. Archives of General Psychiatry, 26(5), 456. https://doi.org/10.1001/archpsyc.1972.01750230066013
  3. ^ Trotti, L. M. (2017). Waking up is the hardest thing I do all day: Sleep inertia and sleep drunkenness. Sleep medicine reviews, 35, 76โ€“84.


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Persetubuhan

hiperseksualitas adalah Sindrom Kleine-Levin. Penyakit ini dimanifestasikan oleh hipersomnia dan hiperseksualitas serta tergolong cukup langka. Aktivitas seksual

Tidur

menderita berbagai gangguan tidur, termasuk disomnia, seperti insomnia, hipersomnia, narkolepsi, dan apnea tidur; parasomnia, seperti tidur berjalan dan

Kantuk

atau keinginan untuk tidur dalam jangka waktu yang lama (bedakan dengan hipersomnia). Istilah ini memiliki arti yang berbeda-beda. Ia dapat merujuk beberapa

Kantuk berlebihan di siang hari

tidur, atau hipersomnia idiopatik. Sebagian orang yang menderita EDS, termasuk dari penderita hipersomnia baik narkolepsi maupun hipersomnia idiopatik,

Depresi (psikologi)

membuat keputusan, dan berinteraksi dengan orang lain. Gejala insomnia, hipersomnia, kelelahan, kesakitan, gangguan pencernaan, dan stamina yang menurun

Penyalahgunaan obat

mudah marah, berkeringat, mengantuk, sakit kepala, nafsu makan menurun, hipersomnia, dan dari pemeriksaan fisik ditemukan terjadi midriasis. Setelah dilakukan

Gangguan tidur

tidur teratur dapat menyebabkan sindrom spesifik masih belum diketahui. Hipersomnia Insomnia Parasomnia Narkolepsi Mendengkur Apnea tidur (Inggris) Rowland

Gangguan bipolar tipe II

depresi nonbipolar, di antaranya yaitu adanya perubahan pola tidur (hipersomnia maupun insomnia), kelelahan, perubahan pola makan, penurunan konsentrasi