William IV dari Britania Raya
William in Garter Robes with his right hand on his sword and St Edward's Crown and sceptre beside him on a cushion resting on a covered table; in the distance to the right is a view of Windsor Castle.
Raja Britania Raya
Berkuasa26 Juni 1830 โ€“ 20 Juni 1837
Coronation8 September 1831
PendahuluGeorge IV
PenerusVictoria
Raja Hanover
Berkuasa26 Juni 1830 โ€“ 20 Juni 1837
PendahuluGeorge IV
PenerusErnest Augustus
Raja mudaPangeran Adolphus, Adipati Cambridge
Kelahiran(1765-08-21)21 Agustus 1765
Rumah Buckingham, London, Inggris
Kematian20 Juni 1837(1837-06-20) (umurย 71)
Kastil Windsor, Berkshire, Inggris
Pemakaman8 Juli 1837
Pasangan
โ€‹
โ€‹
(m.ย 1818)โ€‹
Keturunan
more...
Nama lengkap
William Henry
WangsaHanover
AyahGeorge III
IbuCharlotte dari Mecklenburg-Strelitz
AgamaProtestan
Tanda tanganCursive signature of William IV
Karier militer
PengabdianBritania Raya
Dinas/cabangAngkatan Laut Kerajaan
Tahun layanan aktif1779โ€“1790
PangkatLaksamana Muda (dinas aktif)
Komandan
Perang/pertempuranPertempuran Tanjung St. Vincent

William IV (William Henry; 21 Agustus 1765ย โ€“ 20 Juni 1837) adalah Raja Kerajaan Inggris Raya dan Irlandia dan Raja Hanover dari 26 Juni 1830 hingga kematiannya pada tahun 1837. Putra ketiga Georgeย III, William menggantikan kakak laki-lakinya Georgeย IV, menjadi raja terakhir dan penguasa monarki kedua terakhir dari Wangsa Hanover di Inggris.

William bertugas di Angkatan Laut Kerajaan pada masa mudanya, menghabiskan waktu di Amerika Utara Inggris dan Karibia, dan kemudian dijuluki "Raja Pelaut". Pada tahun 1789, ia diangkat menjadi Adipati Clarence dan St Andrews. Antara tahun 1791 dan 1811, ia hidup bersama dengan aktris Dorothea Jordan dan dikaruniai sepuluh orang anak. Pada tahun 1818, ia menikahi Putri Adelaide dari Saxe-Meiningen; William tidak diketahui memiliki simpanan selama pernikahan mereka. Pada tahun 1827, ia diangkat menjadi Laksamana Tinggil Inggris, yang pertama sejak tahun 1709.

Karena kedua kakak laki-lakinya meninggal tanpa meninggalkan masalah penerus sah, William mewarisi tahta ketika dia berusia 64 tahun. Pemerintahannya menyaksikan beberapa reformasi: Undang-Undang Orang Miskin diperbarui, pekerja anak dibatasi, perbudakan dihapuskan di hampir seluruh Kekaisaran Inggris, dan sistem pemilihan umum dibentuk kembali oleh Undang-Undang Reformasi tahun 1832. Meskipun William tidak terlibat dalam politik sebanyak saudaranya atau ayahnya, dia adalah raja Inggris terakhir untuk menunjuk perdana menteri yang bertentangan dengan keinginan Parlemen. Dia memberikan kerajaan Jermannya konstitusi liberal yang berumur pendek. William tidak memiliki anak sah yang masih hidup pada saat kematiannya, jadi ia digantikan oleh keponakannya Victoria di Inggris dan saudara laki-lakinya Ernest Augustus di Hanover.

Kehidupan Awal

sunting

William lahir di Buckingham House, London, sebagai putra ketiga Raja George III dan Ratu Charlotte. Ia menempuh pendidikan dasar yang sesuai untuk seorang pangeran, tetapi karena ia berada jauh dalam garis suksesi, fokus utama pendidikannya adalah mempersiapkannya untuk karier di Angkatan Laut Kerajaan. Pada usia 13 tahun, William bergabung dengan Angkatan Laut, yang memberikan dasar pengalamannya dalam kehidupan publik.

Sebagai seorang perwira muda, William bertugas di sejumlah kapal, termasuk HMS Prince George dan HMS Victory. Ia turut serta dalam Perang Kemerdekaan Amerika dan menjadi saksi mata berbagai peristiwa penting dalam konflik tersebut. Meskipun ia tidak pernah memegang komando sendiri, pengalaman ini membentuk karakternya sebagai pemimpin yang tegas dan praktis.

Kehidupan Pribadi

sunting

William dikenal karena gaya hidup bebas dan hubungannya dengan aktris Dorothea Jordan, yang dengannya ia memiliki sepuluh anak tidak sah. Anak-anaknya dikenal dengan nama keluarga FitzClarence. Pada 1818, demi memenuhi kewajiban kerajaan, ia menikah dengan Putri Adelaide dari Saxe-Meiningen. Pernikahan ini tidak menghasilkan keturunan yang hidup sampai dewasa, sehingga suksesi kerajaan kemudian jatuh kepada keponakannya, Putri Victoria.

Naik Takhta

sunting

William menjadi pewaris takhta setelah kematian saudaranya, George IV, yang tidak memiliki keturunan sah. Pada usia 64 tahun, William naik takhta sebagai raja tertua yang pernah dimahkotai hingga saat itu. Pemerintahannya yang relatif singkat ditandai oleh peralihan politik dan sosial yang besar.

Pemerintahan

sunting

Reformasi Parlemen 1832

sunting

Salah satu peristiwa paling signifikan selama pemerintahannya adalah Reformasi Parlemen 1832. Undang-undang ini mereformasi sistem pemilu yang sebelumnya korup dan tidak adil, menghapus "kota busuk" (boroughs) dan memperluas hak pilih kepada lebih banyak kelas menengah. William awalnya enggan mendukung reformasi ini tetapi akhirnya memberikan persetujuannya, setelah tekanan dari Perdana Menteri Earl Grey dan ancaman kerusuhan sipil.

Kebijakan Luar Negeri

sunting

Di bidang luar negeri, pemerintahan William relatif damai. Britania Raya terlibat dalam upaya diplomatik untuk menjaga keseimbangan kekuatan di Eropa setelah Perang Napoleon. Di Hanover, William lebih jarang terlibat secara langsung, menyerahkan sebagian besar tugas administratif kepada penasihat setempat.

William IV kurang memercayai orang asing, terutama orang Prancis,[1] yang kemudian ia akui sebagai sebuah prasangka.[2] William IV berpandang bahwa Britania Raya tidak boleh mengikut campuri urusan dalam negeri negara lain. Hal ini memicu konflik dengan Lord Palmerston, Menteri Luar Negeri Britania Raya.[3] Namun, William IV mendukung kemerdekaan Belgia dan, setelah mendengar penolakan terhadap calon asal Belanda dan Prancis, mendukung percalonan Pangeran Leopold dari Saxe, Coburg dan Gotha, seorang duda dari keponakannya, Putri Charlotte, sebagai calon Raja Belgia.[4]

Meskipun ia memiliki reputasi sebagai orang yang tidak bijaksana dan suka bertingkah konyol, William sebenarnya bisa bersikap cerdas dan diplomatis. Ia bahkan meramal bahwa akan ada konstruksi Terusan Suez sehingga ia menanggap bahwa hubungan baik dengan Mesir sangat penting bagi kepentingan Britania Raya.[5] Pada akhir pemerintahnya, ia memperbaiki hubungan Britania dengan Amerika Serikat. Ia merayu duta besar Amerika Serikat dengan menyatakan bahwa ia "menyesal tidak lahir sebagai seorang rakyat Amerika yang bebas dan merdeka" dan ia menghormati bangsa Amerika yang "telah melahirkan George Washington, pria terhebat yang pernah hidup".[6] Menggunakan persona pribadinya, William membantu pemerintah Britania Raya dalam memperbaiki hubungan dengan Amerika Serikat yang sebelumnya sangat rusak pada masa pemerintahan ayahnya.[7]

Raja Hannover

sunting

Persepsi publik Jerman terhadap Kerajaan Hannover adalah kerajaan tersebut merupakan negara boneka Britania Raya dan segala urusan Hannover mesti mendapatkan persetujuan dari London. Namun, kasus ini tidak terjadi selama pemerintahan William IV. Pada 1832, Kanselir Klemens von Metternich dari Kekaisaran Austria mengeluarkan segelintir undang-undang yang bertujuan untuk menumpas gerakan liberalisme di Jerman. Hal ini dikecam oleh Lord Palmerston dan berencana menggunakan pengaruh William IV di Hannover untuk menveto kebijakan Metternich. Namun, pemerintah Hannover malah setuju dengan Metternich, alih-alih kekecewaan Lord Palmerston. William IV juga menolak untuk mengintervensi.

Lord Palmerston dan William IV kembali berseteru ketika Klemens von Metternich memerintahkan agar diadakan konferensi negara-negara Jerman di Wina. Palmerston meminta agar Hannover menolak undangan tersebut. Namun, William IV justru mengutus adiknya, Pangeran Adolphus, Adipati Cambridge ke Wina dengan dukungan raja.[8]

Pada 1833, William IV menandatangani sebuah konstitusi baru yang memberikan emansipasi kepada kelas menengah, memberikan kekuatan terbatas untuk kelas bawah, dan memperluas wewenang parlemen. Konstitusi ini dicabut oleh adiknya, Ernst August, Raja Hannover.[9]

Pengembangan Kolonial

sunting

Masa pemerintahannya juga melihat beberapa perkembangan dalam kekaisaran kolonial Britania, termasuk penghapusan perdagangan budak yang lebih efektif dan pembaruan administratif di koloni-koloni besar seperti India dan Kanada.

Karakter dan Warisan

sunting

William dikenal sebagai raja yang bersahaja dan sederhana, sering berjalan tanpa pengawalan di jalanan London dan berbicara langsung dengan rakyatnya. Meskipun tidak memiliki pengaruh intelektual seperti pendahulunya, William dihormati karena keterbukaannya dan perannya dalam mendorong reformasi yang mendasar.

Warisan William termasuk peranannya dalam membentuk monarki konstitusional modern, di mana raja lebih banyak berfungsi sebagai simbol daripada penguasa mutlak. Ia juga dikenang karena membantu mempersiapkan jalan bagi pemerintahan keponakannya, Ratu Victoria.

Kematian dan Suksesi

sunting

William meninggal dunia pada 20 Juni 1837 di Kastel Windsor pada usia 71 tahun, setelah menderita penyakit pernapasan yang lama. Ia dimakamkan di Kapel St. George, Windsor. Karena ia tidak memiliki anak sah, takhta Britania Raya diwarisi oleh Ratu Victoria, sementara takhta Hanover berpindah kepada adik laki-lakinya, Ernst Augustus, berdasarkan aturan suksesi yang berbeda di Jerman.

Referensi

sunting
  1. ^ Allen, p. 205; Ziegler, p. 223.
  2. ^ Sir Herbert Taylor writing to Lord Grey, 1 May 1832, quoted in Ziegler, p. 224.
  3. ^ Ziegler, p. 225.
  4. ^ Ziegler, p. 227.
  5. ^ William writing to Palmerston, 1 June 1833, quoted in Ziegler, p. 234.
  6. ^ Ziegler, p. 292.
  7. ^ Allen, p. 229.
  8. ^ Ziegler, pp. 230f.
  9. ^ Brophy, James M. (2010). "Hanover and Gรถttingen, 1837". Victorian Review. 36 (1): 9โ€“14. doi:10.1353/vcr.2010.0041. JSTORย 41039097. S2CIDย 153563169.
  1. Hibbert, Christopher. George III: A Personal History. Penguin Books, 1999.
  2. Pocock, Tom. The Sailor King: William IV and the Making of the Modern Monarchy. HarperCollins, 1991.

Pranala luar

sunting
William IV dari Britania Raya
Cabang kadet Wangsa Welf
Lahir: 21 Agustus 1765 Meninggal: 20 Juni 1837
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
George IV
Raja Britania Raya dan Irlandia
26 Juni 1830ย โ€“ 20 Juni 1837
Diteruskanย oleh:
Victoria
Raja Hannover
26 Juni 1830ย โ€“ 20 Juni 1837
Diteruskanย oleh:
Ernest Augustus I

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Daftar kapal perang saat perang dunia pertama

Utama) HMS Queen Elizabeth HMS Warspite HMS Barham HMS Malaya HMS Valiant HMS Benbow HMS Bellerophon HMS Collosus HMS Orion HMS Thunderer HMS King George

Operasi Cockpit

Kapal-kapal tempur/Battleship HMS Queen Elizabeth (kapal utama Laksamana James Somerville, Panglima Armada Timur Britania, HMS Valiant dan kapal tempur Peranchis

Meriam laut BL 15 inch Mk I

laut Vichy France di Mers Al-Kebir, French Algeria (Aljazair). HMS Valiant, HMS Hood dan HMS Resolution, menembakan meriamnya menenggelamkan kapal tempur

Decima Flottiglia MAS

saat berhasil merusak kapal perang Angkatan Laut Inggris, HMS Queen Elizabeth dan HMS Valiant yang sedang berlabuh di Alexandria, Mesir. Keberhasilan ini

Kapal selam kelas Astute

mereka memiliki area ruang makan lebih kecil daripada kapal selam kelas Valiant yang dibangun 45 tahun sebelumnya dan audit Dewan Pertahanan mengakui bahwa

Garis waktu Perang Dunia II (1941)

manusia" Italia menenggelamkan dua kapal perang Britania, HMS Queen Elizabeth dan HMS Valiant di pelabuhan Alexandria. 15: Tentara Sekutu memundurkan Rommel

Pesawat peringatan dini

Satuan helikopter ini tergabung dalam Kapal induk kelas Invincible (HMS Illustrious dan HMS Ark Royal). Pembuatan Sea King ASaC7, dan sistem sebelumnya yaitu

Rolls-Royce PWR

kapal selam nuklir Inggris sejak kelas Valiant, ditugaskan pada tahun 1966. Kapal selam nuklir pertama Inggris, HMS Dreadnought, didukung oleh reaktor Westinghouse