Gunung berapi Holosen dekat Veyo, Utah.

Holosen adalah kala dalam skala waktu geologi yang berlangsung mulai sekitar 10.000 tahun radiokarbon, atau kurang lebih 11.430 ยฑ 130 tahun kalender yang lalu (antara 9560 hingga 9300 SM). Holosen adalah kala keempat dan terakhir dari periode Neogen. Namanya berasal dari bahasa Yunani แฝ…ฮปฮฟฯ‚ ("holos") yang berarti keseluruhan dan ฮบฮฑฮนฮฝฮฎ ("kai-ne") yang berarti baru atau terakhir. Kala ini kadang disebut juga sebagai "Kala Alluvium". pada kala holosen sebagian besar es di kutub sudah mulai lenyap sehingga permukaan air laut naik lagi. Tanah-tanah rendah di daerah paparan sunda dan paparan sahul tergenang air dan menjadi laut transgresi. Dengan demikian muncullah pulau-pulau di nusantara. Manusia purba lenyap dan muncullah manusia cerdas (Homo Sapiens) seperti manusia sekarang.

Holosen
0.0117 โ€“ 0 Ma
Kronologi
Etimologi
Nama resmiFormal
Informasi penggunaan
Benda angkasaBumi
Penggunaan regionalSecara global (ICS)
Skala waktuSkala waktu ICS
Rentang waktu
Satuan kronologisEpos
Satuan stratigrafikSeri
Jangka waktu resmiFormal
Ambang batas jangka waktu
Bawah
Akhir dari stadial Dryas Terkini.
Versi GSSP
Inti es NGRIP2, Greenland
Peta75ยฐ06โ€ฒ00โ€ณN 42ยฐ19โ€ฒ12โ€ณW๏ปฟ / ๏ปฟ75.1000ยฐN 42.3200ยฐW๏ปฟ / 75.1000; -42.3200
Ratifikasi GSSP
2008 (sebagai dasar dari Holosen)[1]
Atas
Saat ini
Versi GSSP
N/A
Lua error in Modul:Mapframe at line 382: Unable to get latitude from input 'N/A'..N/A
Ratifikasi GSSP
N/A

Ikhtisar

sunting

Komisi Internasional untuk Stratigrafi menyetujui bahwa Holosen dimulai sekitar 11.650 cal SM (9.700 SM).[2] Sub-Komisi Stratigrafi Kuarter (SQS) mengamati bahwa istilah 'baru-baru ini' merupakan cara yang tidak tepat untuk merujuk pada Holosen, dan istilah 'modern' dapat digunakan sebagai gantinya untuk menggambarkan proses saat ini. SQS juga mengamati bahwa istilah 'Flandria' dapat digunakan sebagai sinonim dari Holosen, meskipun istilah ini sudah ketinggalan zaman.[3] Namun, Komisi Stratigrafi Internasional menganggap Holosen sebagai zaman setelah Pleistosen, dan secara khusus sebagai zaman glasial terakhir. Nama-nama lokal untuk periode glasial terakhir termasuk Wisconsinan di Amerika Utara,[4] Weichselian di Eropa,[5] Devensian di Inggris,[6] Llanquihue di Chili[7] dan Otiran di Selandia Baru.[8]

Holosen dapat dibagi lagi menjadi lima interval waktu, atau kronozona, berdasarkan fluktuasi iklim:[9]

  • Preboreal (10 kaโ€“9 ka BP),
  • Boreal (9 kaโ€“8 ka BP),
  • Atlantik (8 kaโ€“5 ka BP),
  • Subboreal (5 kaโ€“2,5 ka BP) dan
  • Subatlantik (2,5 ka BPโ€“sekarang).

Catatan: "ka BP" berarti "seribu tahun sebelum sekarang", yaitu 1.000 tahun sebelum tahun 1950 (penanggalan karbon-14 yang tidak dikalibrasi)

Para ahli geologi yang bekerja di berbagai wilayah mempelajari permukaan laut, rawa gambut, dan sampel inti es dengan berbagai metode, dengan tujuan untuk memverifikasi lebih lanjut dan menyempurnakan urutan Blytt-Sernander. Ini adalah klasifikasi periode iklim yang awalnya ditentukan oleh sisa-sisa tanaman di lumut gambut.[10] Meskipun metode ini pernah dianggap tidak terlalu menarik, berdasarkan penanggalan 14C pada gambut yang tidak konsisten dengan kronozona yang diklaim,[11] para peneliti telah menemukan korespondensi umum di seluruh Eurasia dan Amerika Utara. Skema ini ditetapkan untuk Eropa Utara, tetapi perubahan iklim diklaim terjadi lebih luas. Periode skema ini mencakup beberapa osilasi pra-Holosen akhir dari periode glasial terakhir dan kemudian mengklasifikasikan iklim prasejarah yang lebih baru.[12]

Para ahli paleontologi belum mendefinisikan tahapan fauna untuk Holosen. Jika pembagian diperlukan, periode perkembangan teknologi manusia, seperti Mesolitikum, Neolitikum, dan Zaman Perunggu, biasanya digunakan. Namun, periode waktu yang dirujuk oleh istilah-istilah ini bervariasi dengan kemunculan teknologi tersebut di berbagai belahan dunia.[13]

Menurut beberapa ahli, pembagian ketiga, Antroposen, kini telah dimulai.[14] Istilah ini digunakan untuk menunjukkan interval waktu saat ini di mana banyak kondisi dan proses geologis yang signifikan telah diubah secara besar-besaran oleh aktivitas manusia. 'Antroposen' (istilah yang diciptakan oleh Paul J. Crutzen dan Eugene Stoermer pada tahun 2000) bukanlah unit geologi yang didefinisikan secara formal. Sub-Komisi Stratigrafi Kuarter dari Komisi Stratigrafi Internasional memiliki sebuah kelompok kerja untuk menentukan apakah seharusnya demikian. Pada bulan Mei 2019, anggota kelompok kerja tersebut memilih untuk mengakui Antroposen sebagai unit krono-stratigrafi formal, dengan sinyal stratigrafi sekitar pertengahan abad ke-20 Masehi sebagai dasarnya. Kriteria yang tepat masih harus diputuskan, setelah itu rekomendasi tersebut juga harus disetujui oleh badan-badan induk kelompok kerja (pada akhirnya Persatuan Ilmu Geologi Internasional).[15]

Puncak Cuaca Holosen

sunting
Variasi temperatur pada masa Holosen menurut beberapa rekonstruksi. Masa sekarang terletak di paling kanan, tapi peningkatan suhu terkini hanya dapat dilihat di inset.

Puncak Cuaca Holosen (HCO) adalah periode hangat dari sekitar 9.000 hingga 5.000 tahun sebelum Masehi. Hal yang menarik dari hal ini adalah, meskipun terjadi pemanasan global saat ini, kita masih berada di bawah periode hangat ini (lihat diagram).

Periode hangat ini diikuti dengan penurunan secara bertahap hingga sekitar dua milenium yang lalu.

Referensi

sunting
  1. ^ Walker, Mike; Johnse, Sigfus; Rasmussen, Sune; Steffensen, Jรธrgen-Peder; Popp, Trevor; Gibbard, Phillip; Hoek, Wilm; Lowe, John; Andrews, John; Bjรถrck, Svante; Cwynar, Les; Hughen, Konrad; Kershaw, Peter; Kromer, Bernd; Litt, Thomas; Lowe, David; Nakagawa, Takeshi; Newnham, Rewi; Schwande, Jakob (June 2008). "The Global Stratotype Section and Point (GSSP) for the base of the Holocene Series/Epoch (Quaternary System/Period) in the NGRIP ice core". Episodes. 32 (2): 264โ€“267. doi:10.18814/epiiugs/2008/v31i2/016.
  2. ^ Walker, Mike; Johnsen, Sigfus; Rasmussen, Sune Olander; Popp, Trevor; Steffensen, Jorgen-Peder; Gibrard, Phil; Hoek, Wim; Lowe, John; Andrews, John; Bjo Rck, Svante; Cwynar, Les C.; Hughen, Konrad; Kersahw, Peter; Kromer, Bernd; Litt, Thomas; Lowe, David J.; Nakagawa, Takeshi; Newnham, Rewi; Schwander, Jakob (2009). "Formal definition and dating of the GSSP (Global Stratotype Section and Point) for the base of the Holocene using the Greenland NGRIP ice core, and selected auxiliary records" (PDF). Journal of Quaternary Science. 24 (1): 3โ€“17. Bibcode:2009JQS....24....3W. doi:10.1002/jqs.1227. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2013-11-04. Diakses tanggal 2013-09-03.
  3. ^ Gibbard, P. L.; Head, M. J. (2020-01-01), Gradstein, Felix M.; Ogg, James G.; Schmitz, Mark D.; Ogg, Gabi M. (ed.), "Chapter 30 - The Quaternary Period", Geologic Time Scale 2020 (dalam bahasa Inggris), Elsevier, hlm.ย 1217โ€“1255, ISBNย 978-0-12-824360-2, diakses tanggal 2022-04-21
  4. ^ Clayton, Lee; Moran, Stephen R. (1982). "Chronology of late wisconsinan glaciation in middle North America". Quaternary Science Reviews. 1 (1): 55โ€“82. Bibcode:1982QSRv....1...55C. doi:10.1016/0277-3791(82)90019-1.
  5. ^ Svendsen, John Inge; Astakhov, Valery I.; Bolshiyanov, Dimitri Yu.; Demidov, Igor; Dowdeswell, Julian A.; Gataullin, Valery; Hjort, Christian; Hubberten, Hans W.; Larsen, Eiliv; Mangerud, Jan; Melles, Martin; Moller, Per; Saarnisto, Matti; Siegert, Martin J. (March 1999). "Maximum extent of the Eurasian ice sheets in the Barents and Kara Sea region during the Weichselian" (PDF). Boreas. 28 (1): 234โ€“242. doi:10.1111/j.1502-3885.1999.tb00217.x. S2CIDย 34659675. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2018-02-12. Diakses tanggal 2018-02-11.
  6. ^ Eyles, Nicholas; McCabe, A. Marshall (1989). "The Late Devensian (<22,000 BP) Irish Sea Basin: The sedimentary record of a collapsed ice sheet margin". Quaternary Science Reviews. 8 (4): 307โ€“351. Bibcode:1989QSRv....8..307E. doi:10.1016/0277-3791(89)90034-6.
  7. ^ Denton, G.H.; Lowell, T.V.; Heusser, C.J.; Schluchter, C.; Andersern, B.G.; Heusser, Linda E.; Moreno, P.I.; Marchant, D.R. (1999). "Geomorphology, stratigraphy, and radiocarbon chronology of LlanquihueDrift in the area of the Southern Lake District, Seno Reloncavi, and Isla Grande de Chiloe, Chile" (PDF). Geografiska Annaler: Series A, Physical Geography. 81A (2): 167โ€“229. doi:10.1111/j.0435-3676.1999.00057.x. S2CIDย 7626031. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2018-02-12.
  8. ^ Newnham, R.M.; Vandergoes, M.J.; Hendy, C.H.; Lowe, D.J.; Preusser, F. (February 2007). "A terrestrial palynological record for the last two glacial cycles from southwestern New Zealand". Quaternary Science Reviews. 26 (3โ€“4): 517โ€“535. Bibcode:2007QSRv...26..517N. doi:10.1016/j.quascirev.2006.05.005.
  9. ^ Mangerud, Jan; Anderson, Svend T.; Berglund, Bjorn E.; Donner, Joakim J. (October 1, 1974). "Quaternary stratigraphy of Norden: a proposal for terminology and classification" (PDF). Boreas. 3 (3): 109โ€“128. doi:10.1111/j.1502-3885.1974.tb00669.x. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal February 16, 2020. Diakses tanggal September 15, 2013.
  10. ^ Viau, Andrรฉ E.; Gajewski, Konrad; Fines, Philippe; Atkinson, David E.; Sawada, Michael C. (1 May 2002). "Widespread evidence of 1500 yr climate variability in North America during the past 14 000 yr". Geology. 30 (5): 455โ€“458. Bibcode:2002Geo....30..455V. doi:10.1130/0091-7613(2002)030<0455:WEOYCV>2.0.CO;2.
  11. ^ Blackford, J. (1993). "Peat bogs as sources of proxy climatic data: past approaches and future research" (PDF). Climate change and human impact on the landscape. Dordrecht: Springer. hlm.ย 47โ€“56. doi:10.1007/978-94-010-9176-3_5. ISBNย 978-0-412-61860-4. Diakses tanggal 20 November 2020.
  12. ^ Schrรธder, N.; Hรธjlund Pedersen, L.; Juel Bitsch, R. (2004). "10,000 years of climate change and human impact on the environment in the area surrounding Lejre". The Journal of Transdisciplinary Environmental Studies. 3 (1): 1โ€“27.
  13. ^ "Middle Ages | Definition, Dates, Characteristics, & Facts". Encyclopรฆdia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-06-11. Diakses tanggal 2021-06-04.
  14. ^ Pearce, Fred (2007). With Speed and Violence. Beacon Press. hlm.ย 21. ISBNย 978-0-8070-8576-9.
  15. ^ "Working Group on the "Anthropocene"". Subcommission on Quaternary Stratigraphy. International Commission on Stratigraphy. January 4, 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 17, 2016. Diakses tanggal June 18, 2017.

Bacaan lanjutan

sunting

Pranala luar

sunting

Skala waktu geologi: eon dan era
(dalam juta tahun)

PaleoproterozoikumMesoproterozoikum

HadeanArkeanProterozoikumFanerozoikumPrakambriumera (geologi)eon



๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Pleistosen

ฮบฮฑฮนฮฝฯŒฯ‚ (kainos, "baru"). Pleistosen mengikuti Pliosen dan diikuti oleh Holosen dan merupakan kala ketiga pada periode Neogen. Akhir Pleistosen berhubungan

Kepunahan Holosen

Kepunahan Holosen (kadang-kadang disebut kepunahan massal keenam atau kepunahan antroposen) adalah istilah yang dipakai untuk merujuk pada peristiwa kepunahan

Kalender Holosen

Kalender Holosen, juga dikenal dengan nama Era Holosen atau Era Manusia, adalah sistem kalender yang menambahkan 10.000 tahun pada sistem penomoran Masehi

Holosen Akhir

Holosen Akhir atau Meghalayan adalah tahap ketiga dan terakhir dari kala Holosen, yang dimulai dari 4.200 SM hingga saat ini. Sub-kala ini ditentukan dengan

Holosen Awal

Holosen Awal atau Greenlandium adalah tahap pertama dari kala Holosen, yang dimulai dari 11.700 SM hingga 8.200 SM. Sub-kala ini ditentukan dengan kronostratigrafi

Halmahera

vulkanis holosen yang aktif. Gunung Dukono adalah gunungapi aktif yang berada pada zona timur bagian utara. Gunung Dukono merupakan gunungapi holosen yang

Puncak Cuaca Holosen

Puncak Cuaca Holosen (Holocene Climate Optimum; HCO) adalah sebuah periode hangat antara kira-kira 9.000 hingga 5.000 tahun tahun yang lalu, dengan puncak

Gunung Erciyes

Laut Hitam dan Mediterania selama zaman holosen awal. Letusan terakhir gunung ini terjadi selama zaman holosen awal dan mungkin telah mengendapkan abu