HOOQ
Jenis perusahaanPerusahaan swasta (patungan)
Jenis situs
Layanan OTT
Tersedia dalamInggris, Thai, Indonesia
Didirikan30ย Januari 2015; 11 tahun laluย (2015-01-30)
Pembubaran30ย Aprilย 2020; 6 tahun laluย (2020-04-30)
Kantor pusat
Wilayah layanan
Pemilik
Tokoh kunciPeter Bithos
(CEO)
ProdukPengaliran video
URLwww.hooq.tv
StatusLuring

HOOQ adalah layanan pengaliran video sesuai permintaan dari Singapura. HOOQ adalah perusahaan patungan antara Sony Pictures, Warner Bros dan Singtel dengan kehadiran di Filipina, Thailand, India, Indonesia, dan Singapura.

Sejarah

sunting

HOOQ adalah hasil dari perusahaan patungan antara Sony Pictures, Warner Bros dan Singtel, didirikan pada tahun 2015 ketika kehadiran Netflix masih sedikit di Asia. Sebagai tempat pengaliran daring, HOOQ dapat mengambil kesempatan pada sistem distribusi dan jangkauan Singtel untuk mengirimkan film-film Hollywood, serial televisi dan juga program lokal lain ke pasar Asia.

Platform ini secara cepat diluncurkan di negara-negara seperti Filipina, Thailand, India, Indonesia dan Singapura sepanjang tahun 2015 dan 2016. Konten platform dapat diakses dengan membayar selama jangka bulanan atau tahunan.

Salah satu daya tarik lain dari HOOQ adalah penyediaan serial-serial menariknya seperti On the Job yang mengambil tema di sekitar topik sensitif untuk masyarakat Filipina.[1] Yang kemudian menjadi viral adalah Mandalorian yang menceritakan saga Star Wars, kemudian yang sekarang ini sedang terkenalnya adalah Moneyheist yang menceritakan tentang pencurian uang.

Prestasi yang terus mencuat tersebut membuat HOOQ pada tahun 2016 dinobatkan sebagai Aplikasi Seluler Terbaik di kategori Media, Film, TV atau Video di GSMA Global Mobile (GLOMO) Awards di Barcelona.[2] Tetapi, tidak hanya bisa diakses melalui seluler, HOOQ dapat diakses melalui layanan televisi berbayar dan laptop atau PC.[3]

Meskipun cepat tumbuh, tetapi dalam portofolio Singtel memiliki status banyak rugi.[4] Pada tanggal 27 Maret 2020, HOOQ mengajukan likuidasi, dengan menyebut untuk "perubahan struktural yang signifikan" yang telah terjadi di pasar over-the-top (OTT) dan lanskap kompetitifnya.[5]

Kepemilikan

sunting

Singtel memiliki 65 persen saham HOOQ, sementara Sony Pictures dan Warner Bros masing-masing memiliki 17,5 persen.[6] Struktur saham tetap tidak berubah ketika menaikkan tambahan US$25.000.000 pada 2017.[7] Pada tanggal 27 Maret 2020, ketika mengumumkan rencananya untuk likuidasi, terungkap bahwa Singtel memiliki kendali tidak langsung 76,5 persen dari perusahaan.[8]

Pada bulan Juli 2020, seluruh aset HOOQ diakuisisi oleh sebuah perusahaan perdagangan elektronik asal Korea Selatan, Coupang,[9] yang akan digunakan sebagai dasar untuk layanannya sendiri, Coupang Play.

Referensi

sunting
  1. ^ "Hooq gets 'On the Job' as a mini-series". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 December 2020. Diakses tanggal 29 September 2016.
  2. ^ Bulletin, The Manila. "HOOQ named best mobile app in Barcelona's GLOMO Awards" (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 2016-04-26. Diakses tanggal 2016-09-29.
  3. ^ "Aplikasi Nonton Film Terbaik". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-02-05.
  4. ^ Leow, Annabeth (2019-06-27). "Singtel CEO's pay nearly halved to S$3.5m". The Business Times (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2020-12-27. Diakses tanggal 2020-04-01.
  5. ^ Lam, Fiona (2020-03-27). "Singtel's video streaming service Hooq in liquidation". The Business Times (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2020-09-16. Diakses tanggal 2020-04-01.
  6. ^ Lee, Terence (30 January 2015). "Singtel to start Netflix competitor in Asia with Sony Pictures, Warner Bros". www.techinasia.com (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-12-27. Diakses tanggal 2020-04-01.
  7. ^ "HOOQ raised additional USD25 million from its shareholders - Omdia". technology.informa.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-08-21. Diakses tanggal 2020-04-01.
  8. ^ "Singtel-backed streaming service HOOQ files for liquidation". CNA (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2020-12-27. Diakses tanggal 2020-04-01.
  9. ^ "SoftBank-Backed Coupang Buys Hooq Assets to Take on Netflix". Bloomberg. 2020-07-09. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-07-10. Diakses tanggal 2020-07-14.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kabupaten Mahakam Ulu

bentuk yakni Hudoq Uling, Hudoq Urug Tingang, Hudoq Urung Bavui, Hudoq Urung Hooq Waang, Hudoq Urung Magaaq, Hudoq Urung Inang Berang, Hudoq Urung Kuwau atau

Brata

Brata adalah sebuah serial web Indonesia yang didistribusikan melalui HOOQ dan MAXstream. Serial yang secara bergantian disutradarai Mike Pohorly, Mark

Cek Toko Sebelah the Series (musim pertama)

Rajagukguk, dan Ernest Prakasa produksi Starvision yang ditayangkan perdana di HOOQ. Serial ini diadaptasi dari film Cek Toko Sebelah yang tayang pada tahun

Cek Toko Sebelah the Series (musim kedua)

Kriting, dan Soleh Solihun produksi Starvision yang ditayangkan perdana di HOOQ. Serial ini merupakan musim kedua dari Cek Toko Sebelah the Series (2018)

Viu

American English). Diakses tanggal 2018-01-31. Cunningham, Susan. "Iflix, Hooq, Viu, Netflix, Viki, Catchplay And More: It's A Crowded Video-On-Demand World"

Anggika Bรถlsterli

Sebelah the Series, yang ditayangkan di layanan video sesuai permintaan HOOQ. Pada tahun 2020, Anggika kembali membintangi film televisi, melalui sebuah

Ted Turner

Discovery International Unit sebelumnya dari WB DramaFever eleveneleven Hooq (17.5%) Shed Productions In2TV New Line Home Entertainment Infinifilm QuibiJV

Hudoq

merupakan penjelmaan roh halus berbentuk hewan perusak tanaman. Hudoq Urung Hooq Waang dilukiskan berbentuk hidung anjing dan ditambah dengan ukiran magaaq