Hui حُوِ ذَو/回族 (Huí Zú)
Seorang pria tua Hui
Daerah dengan populasi signifikan
Republik Rakyat Tiongkok
Bahasa
Bahasa Tionghoa
Agama
Islam
Kelompok etnik terkait
Dungan, Panthay, Han, kelompok suku Muslim yang lain
Suku Hui
Nama Tionghoa
Hanzi: 回族
Nama Rusia
Rusia: Дунгане
Nama Dungan
Dungan: Хуэйзў
Xiao'erjing: حُوِ ذَو
Romanisasi: Huejzw

Suku Hui (Hanzi: 回族, Hanyu Pinyin: Huí Zú) adalah salah satu suku dari lima suku terbesar di Republik Rakyat Tiongkok. Suku ini memeluk agama Islam dan tersebar di hampir seluruh provinsi di Tiongkok, tetapi terkonsentrasi di Ningxia, Hainan, Gansu, Yunnan dan Qinghai. Ningxia sendiri adalah daerah otonomi bagi suku muslim Hui.

Sejarah

sunting
Seorang muslim Hui di Tiongkok

Suku Hui sendiri adalah hasil asimilasi dan merupakan keturunan dari suku Han dengan bangsa Persia dan Arab sejak zaman Dinasti Tang. Sekitar abad ke-7, para pedagang Persia dan Arab mulai memenuhi kantung-kantung perdagangan Tiongkok. Yang datang melalui Jalan Sutra, biasanya menetap di Chang'an dan sekitarnya, sedangkan yang datang melalui jalan laut menetap di daerah Quanzhou dan Zhangzhou di pesisir Fujian. Mereka inilah kemudian berasimilasi dengan suku Han dan menurunkan suku Hui yang sekarang tersebar di seluruh Tiongkok ini.

Secara fisik, suku Hui tidak berbeda dengan suku Han; yang berbeda hanya cara hidup mereka yang beragama Islam, menjalankan syariah Islam namun bergaya Konfusianis. Hal ini membedakan mereka daripada suku Uygur, yang sama-sama memeluk agama Islam tetapi lebih bernafaskan Islam Asia Tengah.

Hubungan antar agama

sunting

Ma Zhu menulis "Agama Tionghoa sangat berbeda dengan Islam, tetapi gagasannya secara garis besar sama."[1]

Saat Pemberontakan Panthay, pemimpin Muslim Du Wenxiu berkata kepada misionaris Katolik, "Saya telah membaca karya tulis agamamu dan tidak ada yang janggal. Islam dan Kristen adalah saudara."[2]

Adat

sunting

Nama

sunting

Sejarah panjang suku Hui yang sudah lama menetap dan berasimilasi dengan suku Han menyebabkan mayoritas suku Hui untuk mengadopsi marga Tionghoa yang berasal dari etnis Han. Namun, nama umum etnis Hui sebenarnya merupakan nama Tionghoa terhadap nama-nama Arab atau Persia. Contoh, marga 'Ma' dipakai untuk mewakili nama 'Muhammad'.

Orang Hui biasanya memiliki nama Tionghoa dan nama Arab, tetapi mereka lebih sering menggunakan nama Tionghoanya. Beberapa etnis Hui tidak ingat apa nama Islam mereka.[3]

Mereka yang mengadopsi nama Barat tidak boleh menggunakan nama Islam.[4] Salah satu contohnya adalah Pai Hsien-yung, seorang penulis etnis Hui yang menetap di Amerika Serikat. Pai Hsien-yung mengadopsi nama 'Kenneth'. Ayahnya merupakan Bai Chongxi, seorang jenderal Muslim di Republik Tiongkok, yang meminta anak-anaknya memakai nama-nama Barat.

Pengabdian militer

sunting

Secara ekstensif di sejarah Tiongkok, etnis Hui kerap ikut berdinas militer sebagai jenderal dan tentara, sering mengisi jabatan penting.[5] Pada Dinasti Tang, 3,000 pasukan Tionghoa dan 3,000 pasukan Arab dibarter dalam sebuah perjanjian.[6]

Di Bahasa Tionghoa, imam disebut sebagai 'Ahong'. Pada Perang Dunia II, imam etnis Hui kerap menyerukan jihad melawan Jepang, dan menyatakan bahwa mereka yang gugur akan mati syahid.[7] Ma Zhanshan adalah salah satu ulama yang bergerilya melawan Jepang.

Tokoh-tokoh terkenal

sunting

Lihat juga

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Wang, Jianping (1995). Discrimination, corruption and moral decline: the historical background of the Muslim Hui uprising in Yunnan, China, 1856–1873. The Harry S. Truman Research Institute for the Advancement of Peace, The Hebrew University. hlm. 8. Diakses tanggal 28 June 2010.
  2. ^ Atwill, David G. (2005). The Chinese sultanate: Islam, ethnicity, and the Panthay Rebellion in southwest China, 1856–1873. Stanford University Press. hlm. 167. ISBN 0-8047-5159-5. Diakses tanggal 28 June 2010.
  3. ^ Dillon 1999, hlm. 78.
  4. ^ Pakistan horizon, Volumes 1–3. Pakistan Institute of International Affairs. 1948. hlm. 178. Diakses tanggal 28 June 2010.
  5. ^ Hastings, Selbie & Gray 1916, hlm. 893.
  6. ^ Keim 1951, hlm. 121.
  7. ^ Dudoignon, Komatsu & Kosugi 2006, hlm. 136.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Namto Hui Roba

Ir. Namto Hui Roba, S.H. (lahir 23 November 1958) adalah Anggota DPD RI periode 2019—2024. Namto Hui Roba pernah menjabat sebagai Bupati Halmahera Barat

Oei Hui-lan

Oei Hui-lan (Hanzi: 黃蕙蘭; Pe̍h-ōe-jī: Ûiⁿ Hūi-lân; 21 Desember 1889 – 1992), juga dikenal sebagai Madame Wellington Koo, adalah seorang sosialita internasional

Qin Hui

Qin Hui atau Qin Kuai (17 Januari, 1090 – 18 November, 1155) adalah seorang politikus Tiongkok. Dia merupakan Kanselir dari Dinasti Song. Qin Hui secara

Sukjong dari Joseon

(왕세자 1688-1724), Putra Tunggal Selir Hui dari Wangsa Indong Jang. Pangeran Seongsu (성수왕자), (Diragukan) Putra Selir Hui dari Wangsa Indong Jang. Pangeran

Lan Yu

jenderal yang membantu berdirinya Dinasti Ming. Lan Yu berasal dari Suku Hui dan beragama Islam. Banyak teman satu suku Lan Yu yang juga menjadi jenderal

Suku Hui di Fujian

Suku Hui (Huizu) di Fujian adalah bagian kecil dari Suku Hui di Republik Rakyat Tiongkok. Suku Hui di Fujian, terutama di Quanzhou, memiliki perbedaan

Kang Hūi

Kang Hūi adalah seorang penyanyi Taiwan yang dikenal dalam genre musik Pop Taiwan (Tâi-gí Liû-hêng Im-ga̍k ;台語流行音樂). Konsistensinya membawakan lagu-lagu

SIZZY

GMMTV [@GMMTV] (19 Desember 2023). "🤩 HUI LAY HUI - MV OUTNOW! GMMTV STARLYMPIC THEME SONG 🏆 HUI LAY HUI - LYKN x SIZZY [OFFICIAL MV] 🎥 YouTube: