| Hwasong-8 | |
|---|---|
| Jenis | Rudal balistik hipersonik dengan kendaraan luncur hipersonik (HGV) |
| Negara asal | Korea Utara |
| Sejarah pemakaian | |
| Digunakan oleh | Pasukan Roket Tentara Rakyat Korea |
| Spesifikasi | |
| Hulu ledak | Konvensional atau nuklir |
| Jenis Mesin | Roket cair (bahan bakar UDMH/N2O4) |
| Daya jelajah | 3.200 km |
| Kecepatan | Mach 5+ (hipersonik) |
| Sistem pemandu |
Kendaraan luncur hipersonik (HGV) yang dapat bermanuver |
| Alat peluncur |
Peluncur jalan raya (TEL) dengan sistem ampul pra-isi bahan bakar |
Hwasong-8 adalah rudal balistik hipersonik yang dikembangkan oleh Korea Utara. Rudal ini merupakan sistem pertama Korea Utara yang menggunakan teknologi kendaraan luncur hipersonik (HGV) dan pertama kali diuji coba pada 29 September 2021.[1]
Sejarah pengujian
suntingHwasong-8 pertama kali diuji coba pada 29 September 2021. Korea Utara melaporkan keberhasilan uji coba tersebut sebagai tonggak penting dalam pengembangan teknologi hipersonik mereka. Uji coba lanjutan dilaporkan berhasil dilakukan pada 5 dan 12 Januari 2022.[1]
Desain
suntingHwasong-8 dilengkapi dengan kendaraan luncur hipersonik (HGV) yang dapat bermanuver, memungkinkannya untuk mengubah lintasan secara aktif dan menghindari sistem pertahanan rudal. Rudal ini memiliki kecepatan hipersonik Mach 5 atau lebih, dengan jangkauan minimal 3.200 km.[1]
Sistem ampul
suntingSalah satu inovasi penting pada Hwasong-8 adalah penggunaan sistem ampul pra-isi bahan bakar (pre-fueled ampoule). Sistem ini memungkinkan bahan bakar disimpan dalam ampul yang dapat dipasang ke rudal saat siap diluncurkan, yang secara drastis mengurangi waktu persiapan peluncuran untuk rudal berbahan bakar cair. Rudal ini menggunakan bahan bakar UDMH/N2O4.[1]
Platform peluncur
suntingHwasong-8 dapat diluncurkan dari kendaraan peluncur jalan raya (transporter erector launcher, TEL) yang memberikan mobilitas tinggi dan kemampuan sembunyi.[1]
Implikasi strategis
suntingDengan jangkauan 3.200 km, Hwasong-8 mampu menjangkau Guam dan Filipina, menciptakan ancaman strategis serius bagi kehadiran militer Amerika Serikat di Guam. Korea Utara bergabung dengan Rusia dan Tiongkok sebagai negara yang memiliki rudal HGV.[1]
Kemampuan manuver dari kendaraan luncur hipersonik membuat Hwasong-8 sulit diintersepsi oleh sistem pertahanan rudal yang ada. Sistem THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) yang ditempatkan di Korea Selatan dan Guam secara teoritis dapat menargetkan HGV, tetapi belum memiliki pengalaman ekstensif dalam uji coba langsung melawan ancaman semacam ini.[1]
Lihat pula
sunting- Hypersonic glide vehicle
- Senjata hipersonik
- Hwasong-12
- Hwasong-14
- Hwasong-15
- Program rudal Korea Utara