Sultan Ibrahim I

Ibrahim (Bahasa Turki Utsmani: سلطان ابراهيم اول Sultan İbrahim-i Evvel) (5 November 1615Istanbul, 12/18 Agustus 1648) adalah Sultan Turki Usmani dari 1640 hingga 1648. Secara tidak resmi ia sering disebut sebagai Ibrahim yang Gila (bahasa Turki: Deli İbrahim) karena keadaan jiwanya.

Salah satu Sultan Ottoman yang terkenal, ia dibebaskan dari Kafes dan menggantikan kakandanya Murad IV (1623–40) pada tahun 1640, meskipun bertentangan dengan harapan Murad IV, yang telah memerintahkannya dibunuh. (Murad IV sendiri menggantikan kakandanya Osman II pada tahun 1622). Mewarisi semua kekejaman tetapi tidak kemampuan kakandanya, Ibrahim membawa negaranya hampir jatuh di jangka waktu yang singkat — barangkali sama dengan kekuasaan Phocas (602–610) dari Kekaisaran Bizantium. Mungkin karena menderita kelabilan mental, ia disebut-sebut menderita neurasthenia, dan juga tertekan setelah kematian saudaranya. Pemerintahannya terjadi karena ibundanya yang berdarah Yunani [1], Sultan Kösem, yang tak lama dicegah mengendalikan negara seperti harapannya.

Ia dikenal tergoda dengan wanita gemuk, menitahkan orang-orangnya menemukan wanita paling gemuk. Seorang calon dibawa dari Georgia atau Armenia dan Ibrahim begitu senang dengannya sehingga ia memberinya dana pemerintah dan (kemungkinan) jabatan gubernur. Ia terlihat memberi makan ikan yang hidup di kolam istana dengan koin sehingga ia sering dijuluki Gila.

Awalnya Ibrahim meninggalkan politik, tetapi akhirnya ia mengadakan peningkatan dan hukuman mati sejumlah wazir. Perang dengan Venesia dikumandangkan, dan meski La Serenissima turun, kapal-kapal Venesia menang perang sepanjang Aegea, merebut Tenedos (1646),pintu gerbang Laut Dardanella. Pemerintahan Ibrahim berkembang lebih pesat dari yang diperkirakan. Akhirnya, ia dijatuhkan di sebuah kudeta yang dipimpin oleh Mufti Agung. Ada cerita meragukan bahwa Mufti Agung berbuat demikian karena keputusan Ibrahim menenggelamkan 280 orang-orang harem.

Rujukan

sunting
  • The World's Most Infamous Crimes and Criminals. New York: Gallery Books, 1987. ISBN 0-8317-9677-4
Ibrahim I
Didahului oleh:
Murat IV
Sultan Utsmaniyah
Khalifah

1640–48
Diteruskan oleh:
Mehmet IV


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Ibrahim I bin al-Aghlab

Ibrahim I bin al-Aghlab (bahasa Arab: إبراهيم ابن الأغلبcode: ar is deprecated ; 756–812) adalah Emir Ifriqiyah pertama dari keluarga Aghlabiyyah (800–812)

Ibrahim

Ibrahim (bahasa Arab: إِبْرَاهِيْمcode: ar is deprecated , translit. Ibrāhīm, bahasa Ibrani: אַבְרָהָםcode: he is deprecated , translit. Avraham‎, bahasa

Ibrahim Iskandar dari Johor

Duli Yang Maha Mulia Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim Ibni Almarhum Sultan Iskandar Al-Haj (lahir 22 November 1958) adalah Yang

Ziyadat Allah I dari Ifriqiyah

Abu Muhammad Ziyadat Allah I bin Ibrahim bin al-Aghlab (bahasa Arab: زيادة الله الأولcode: ar is deprecated ; w. 10 Juni 838) adalah penguasa (emir) Aghlabiyyah

Anwar Ibrahim

Dato' Seri Utama Haji Anwar bin Dato' Dr. Haji Ibrahim (IPA: [änwär ɪbrähɪm], Jawi: انوار بن ابراهيم; lahir 10 Agustus 1947) adalah seorang politisi Malaysia

Sijjin (film)

tahun 2014. Film ini dibintangi oleh Niken Anjani, Anggika Bölsterli, dan Ibrahim Risyad. Sijjin tayang perdana di bioskop pada tanggal 9 November 2023.

Teuku Ibrahim (politikus, lahir 1969)

Ia mewakili daerah pemilihan Aceh I. Ibrahim juga merupakan politikus Partai Demokrat. "Anggota DPR Aceh HT Ibrahim ST MM, Caleg DPR-RI dari Demokrat

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang

Malik Ibrahim atau Universitas Islam Negeri Malang adalah sebuah universitas yang terletak di Malang. Penamaan UIN Malang dengan Maulana Malik Ibrahim diambil