Infobox orangIbrahim bin Walid

Suntingan nilai di Wikidata
Nama dalam bahasa asli(ar) ุงุจุฑุงู‡ูŠู… ุงุจู† ุงู„ูˆู„ูŠุฏ Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kematian29 Januari 750 Suntingan nilai di Wikidata
Great Zab (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Penyebab kematianTenggelam Suntingan nilai di Wikidata
13 Khalifah Umayyah
4 Oktober 744ย โ€“ 4 Desember 744
โ†ย Yazid bin Walid โ€“ Marwan bin Muhammadย โ†’ Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
AgamaIslam Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanpemimpin militer, gubernur, politikus, Khalifah Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
KeluargaKekhalifahan Umayyah Suntingan nilai di Wikidata
AyahAl-Walid bin Abdul-Malik Suntingan nilai di Wikidata
SaudaraYazid bin Walid, Umar bin al-Walid bin Abdul Malik, Al-Abbas bin al-Walid bin Abdul Malik, Abdul Aziz bin al-Walid bin Abdul Malik, Bisyr bin al-Walid bin Abdul Malik dan Masrur bin al-Walid Suntingan nilai di Wikidata

Ibrahim bin Al-Walid (bahasa Arab: ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… ุจู† ุงู„ูˆู„ูŠุฏ) ialah Khalifah ke-13 Daulah Bani Umayyah yang memiliki pusat pemerintahan di Damaskus. Ia menjadi khalifah menggantikan saudaranya Yazid bin Walid (Yazid III) melalui surat wasiat yang ditulis oleh Qathn.[1][2] Ia hanya memerintah dalam waktu yang singkat pada tahun 744 M yaitu hanya selama 70 hari sebelum akhirnya ia bersembunyi dari ketakutan terhadap lawan-lawan politiknya.[2][3]

Pemberontakan yang Dialami

sunting

Ibrahim bin Walid naik takhta ketika kondisi pemerintah Daulah Bani Umayyah sedang tidak stabil. Banyak terjadi perselisihan di antara keluarga Umayyah sendiri. Selain itu, Ibrahim bin Walid tidak sepenuhnya didukung menjadi khalifah dan ditentang oleh beberapa pejabat pada masa itu.[1]

Salah satu pejabat yang secara terang-terangan menyatakan ketidak setujuannya terhadap kenaikan takhta Ibrahim bin Walid menjadi khalifah adalah Marwan bin Muhammad. Marwan bin Muhammad adalah gubernur yang membawahi empat wilayah sekaligus, yaitu Kaukasus, Armenia, Mosul, dan Azerbaijan. Tindakan yang secara nyata ditunjukkan oleh Marwan bin Muhammad untuk menentang Ibrahim bin Walid adalah ia mengerahkan delapan puluh ribu pasukan ke Damaskus untuk menyerang pemerintahan Ibrahim bin Walid. Hal ini merupakan pemberontakan terbesar yang dihadapi oleh Ibrahim bin Walid.[1]

Menghadapi pemberontakan yang terjadi, Ibrahim bin Walid meminta bantuan dari sepupunya yaitu Sulaiman bin Hisyam dan menjadikannya panglima utama. Sulaiman bin Hisyam kemudian membuat strategi dengan cara melakukan pendekatan kepada gubernur di Palestina, Suriah, Irak, dan daerah-daerah lain di sekitarnya. Gubernur-gubernur tersebut setuju untuk mempertahankan Ibrahim bin Walid sebagai khalifah dan penguasa tertinggi di Daulah Bani Umayyah.[1]

Sulaiman bin Hisyam dengan bantuan para gubernur berhasil mengumpulkan seratus dua puluh ribu pasukan yang siap bergerak di bawah pimpinan Sulaiman bin Hisyam selaku panglima utama untuk melakukan perlawanan terhadap pasukan Marwan bin Muhammad. Ibrahim bin Walid merasa lega dikarenakan jumlah pasukannya jauh lebih banyak dibandingkan dengan pasukan dari Marwan bin Muhammad. Akan tetapi, meskipun kalah jumlah Marwan bin Muhammad adalah orang yang sangat berpengalaman dalam medan perang dikarenakan selama hidupnya ia selalu terlibat dalam perang-perang besar yang dilakukan oleh Bani Umayyah untuk melawan musuh-musuhnya.[1] Sebaliknya, Sulaiman bin Hisyam meski seorang panglima, ia dibesarkan di lingkungan istana, bergelut dengan kemewahan. Ia pun tak begitu menguasai medan peperangan.[3]

Alhasil, dengan strategi yang dilakukan Marwan bin Muhammad dalam mengalahkan pasukan Ibrahim bin Walid yang memiliki jumlah pasukan lebih besar. Bahkan pasukan Ibrahim bin Walid kocar-kacir dan tercerai-berai sehingga Marwan bin Muhammad berhasil memasuki istana dan berhasil membuat Ibrahim bin Walid terpaksa turun takhta dan menyerahkan jabatan kekhalifahan kepada Marwan bin Muhammad. Meskipun begitu, Ibrahim bin Walid tetap dibiarkan hidup dalam perlindungan Marwan bin Muhammad dan meninggal pada tahun 132 Hijriah (750 M).[1]

Pada masa pemerintahan Khalifah Ibrahim bin Walid, telah dilakukan penerjemahan buku-buku filsafat Yunani ke dalam bahasa Arab. Hal ini mengakibatkan lahirnya golongan Mutakallimin, seperti Mu'tazilah, Jabariyah, Ahlus Sunnah, dsb.

Bibliografi

sunting
  • Hillenbrand, Carole, ed. (1989). The History of al-แนฌabarฤซ, Volume XXVI: The Waning of the Umayyad Caliphate: Prelude to Revolution, A.D. 738โ€“744/A.H. 121โ€“126. Seri SUNY dalam Studi Timur Dekat. Albany, New York: State University of New York Press. ISBNย 978-0-88706-810-2.
  • Williams, John Alden, ed. (1985). The History of al-แนฌabarฤซ, Volume XXVII: The สฟAbbฤsid Revolution, A.D. 743โ€“750/A.H. 126โ€“132. Seri SUNY dalam Studi Timur Dekat. Albany, New York: State University of New York Press. ISBNย 978-0-87395-884-4.
Ibrahim bin Walid
Marwani
Cabang kadet Bani Umayyah
Lahir: ย ? Meninggal: 25 Januari 750
Jabatan Islam Sunni
Didahului oleh:
Yazid bin Al-Walid
Khalifah
4 Oktober 744 โ€“ 4 Desember 744
Diteruskanย oleh:
Marwan bin Muhammad

Referensi

sunting
  1. ^ a b c d e f Abduh, Bilif (2023). Ensiklopedia Tokoh Islam Dunia. Yogyakarta: Checklist. hlm.ย 153โ€“155. ISBNย 978-602-5479-65-6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ a b "Ibrahim bin Walid, 70 Malam Menjadi Khalifah Dinasti Umayyah". SINDOnews Kalam. Diarsipkan dari asli tanggal 2024-01-01. Diakses tanggal 2024-01-01.
  3. ^ a b "Daulah Umayyah: Ibrahim bin Walid bin Abdul Malik (744 M) Khalifah 70 Hari". Republika Online. 2011-04-24. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-11-08. Diakses tanggal 2024-01-01.


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Yazid bin Walid

untuk membayar kenaikan gaji pada pasukan oleh al-Walid II. Yazid digantikan saudaranya Ibrahim bin Walid. Yazid meninggalkan anak-anak, antara lain Khalid

Al-Walid bin Abdul Malik

Al-Walid bin Abdul Malik (bahasa Arab: ุงู„ูˆู„ูŠุฏ ุจู† ุนุจุฏ ุงู„ู…ู„ูƒcode: ar is deprecated ) atau al-Walid I (668โ€”23 Februari 715) adalah khalifah yang berkuasa

Marwan bin Muhammad

kesetiaan kepadanya. Pada kematian dini Yazid (Yazid menunjuk saudaranya Ibrahim bin Walid sebagai penggantinya. Yazid jatuh sakit karena tumor otak), Marwan

Khalid bin Walid

Abลซ Sulaimฤn Khฤlid bin al-Walฤซd bin al-Mughฤซrah al-Makhzลซmฤซ (bahasa Arab: ุฃุจูˆ ุณู„ูŠู…ุงู† ุฎุงู„ุฏ ุจู† ุงู„ูˆู„ูŠุฏ ุจู† ุงู„ู…ุบูŠุฑุฉ ุงู„ู…ุฎุฒูˆู…ูŠcode: ar is deprecated ; caโ€‰585

Ahmad bin Hanbal

Umari bin Abdillah bin Khalid Ibrahim bin Maโ€™qil Shalih bin Ahmad bin Muhammad bin Hanbal ( Putra tertua beliau ) 'Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Hanbal

Umar bin Khattab

Al-Ash bin Hisyam bin Al-Mughirah. Pada tahun 625, Umar ikut serta dalam Pertempuran Uhud. Pada fase kedua pertempuran, kavaleri Khalid bin Walid menyerang

Masjid Khalid bin Walid

Masjid Khalid bin Walid (bahasa Arab: ู…ูŽุณู’ุฌูุฏ ุฎูŽุงู„ูุฏ ูฑุจู’ู† ูฑู„ู’ูˆูŽู„ููŠุฏcode: ar is deprecated , translit.ย Masjid แธดฤlid ibn al-Walฤซd) adalah sebuah masjid

Sulaiman bin Khalid

"Sulaiman bin Khalid bin Al Walid bin Al Mughirah bin Abdullah bin Amr bin Makhzum bin Yaqazah bin Murrah bin Ka'ab bin Lu'ay Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadhar