| Nama lengkap | Melaka United Football Club |
|---|---|
| Julukan | Hang Tuah
Kancil |
| Nama singkat | MUFC |
| Berdiri | 1921 (tidak resmi) 1924, sebagai Melacca Amateur FA 2014, sebagai Melacca United 2018, sebagai Melaka United |
| Dibubarkan | 2022 |
| Stadion | Stadion Hang Jebat (Kapasitas: 40,000) |
| Pemilik | Persatuan Sepak Bola Melaka |
| Liga | Liga Super Malaysia |
| 2022 | Liga Super Malaysia, ke-10 dari 12 (dikeluarkan) |
Melaka United Football Club adalah klub sepak bola profesional Malaysia yang berbasis di Melaka dan berkompetisi di Liga Super Malaysia. Klub ini dimiliki oleh Kenteam Sdn Bhd, salah satu produsen karet nitril utama di Malaysia. Markas klub awalnya berada di Stadion Hang Tuah sebelum pindah ke Stadion Hang Jebat di Paya Rumput, Krubong pada tahun 2005. Klub ini mewakili negara bagian Melaka dalam kompetisi sepak bola Malaysia.
Klub ini sebelumnya dikenal sebagai Malacca atau secara resmi sebagai Malacca Amateur FA dan Malacca FA. Prestasi terbesar Malacca FA dalam sepak bola Malaysia adalah menjadi juara Liga Malaysia pada tahun 1983.
Julukan klub ini adalah Hang Tuah, nama yang identik dengan kekuatan dan kecerdasan.
Sejarah
suntingAwal mula
suntingMelaka telah mengirimkan tim sepak bola untuk bermain di Piala Malaya sejak musim perdananya pada tahun 1921. Pada tahun 1924, tim tersebut resmi terdaftar dan kemudian dikelola oleh badan pengelola baru sepak bola Malaka, yaitu Asosiasi Sepak Bola Amatir Melaka (MAFA). Sejak itu, tim sepak bola Melaka secara konsisten berkompetisi di Piala Malaya dan Piala FAM. Prestasi terbesar MAFA adalah saat mencapai final Piala FAM pada tahun 1957 dan 1958 yang dipimpin oleh Robert Choe.[1]
Era amatir
suntingPada tahun 1979, Persatuan Sepak Bola Malaysia (FAM) mengubah format Piala Malaysia dengan memperkenalkan tahap liga yang berfungsi sebagai babak kualifikasi menuju babak gugur Piala Malaysia.[2] Tujuannya adalah untuk menentukan tim-tim yang lolos ke babak gugur melalui kompetisi liga satu putaran.
Liga sepak bola di Malaysia baru resmi dimulai pada tahun 1982 setelah diperkenalkannya trofi juara liga. Liga ini dikenal sebagai Liga Malaysia. Tim sepak bola Melaka terus berkompetisi di liga tersebut dan berhasil menjadi juara pada musim keduanya di tahun 1983 — yang hingga kini menjadi satu-satunya gelar juara liga kasta tertinggi yang diraih tim Melaka.
Era semi pro
suntingSeiring berjalannya waktu, kompetisi liga ini semakin memiliki prestise tersendiri. Dari tahun 1982 hingga 1988, liga berstatus amatir dan tetap menjadi babak kualifikasi Piala Malaysia. Baru pada tahun 1989, formatnya diubah menjadi Liga Semi-Pro (MSPFL), yang diperkenalkan FAM sebagai langkah menuju status profesional penuh. Musim perdana MSPFL terdiri dari sembilan tim di Divisi I dan delapan tim di Divisi II. Malaka berada di Divisi II dari musim 1989 hingga 1992.
Era profesional
suntingMSPFL menjadi liga kasta tertinggi di negara ini hingga digantikan oleh Liga Perdana (1994–1997). Pada musim perdananya, 16 tim berpartisipasi, mewakili seluruh negara bagian di Malaysia, termasuk Melaka, Kuala Lumpur, serta tambahan dua tim dari Singapura dan Brunei.
Pada tahun 1998, Liga Perdana dibagi menjadi dua divisi, yaitu Liga Perdana 1 dan Liga Perdana 2.[3][4] Saat itu, Liga Perdana 1 terdiri dari 12 tim, sedangkan Liga Perdana 2 diikuti 8 tim. Melaka berkompetisi di Liga Perdana 2 dari 1998 hingga 2000, sebelum meraih promosi ke Liga Perdana 1 untuk musim 2001.
Pada periode ini, liga masih terdiri dari tim semi-profesional, di mana setiap tim diizinkan mendaftarkan 25 pemain (minimal 12 pemain profesional untuk Liga Perdana 1 dan 6 pemain profesional untuk Liga Perdana 2).[3]
Melaka berkompetisi di Liga Perdana 1 dari 2001 hingga 2003. Persatuan Sepak Bola Malaysia (FAM) kemudian memutuskan untuk memprivatisasi liga mulai musim 2004, yang menjadi awal pembentukan Liga Super.
Tim-tim di Liga Perdana 1 dan Liga Perdana 2 menjalani babak kualifikasi dan play-off untuk promosi ke Liga Super. Melaka gagal lolos dan ditempatkan di Liga Utama, liga kasta kedua yang baru dibentuk, untuk musim 2004.
Bermain di Liga Utama Malaysia
suntingSejak awal berdirinya liga tersebut, klub tampil naik-turun di Liga Utama Malaysia. Mereka bermain selama tiga musim sebelum akhirnya promosi ke kasta tertinggi, Liga Super Malaysia.
Masa yang singkat di Liga Super Malaysia
suntingSetelah musim yang sukses di divisi kedua, klub ini berhasil promosi ke kasta tertinggi, Liga Super, untuk musim 2006–07. Klub menggelontorkan anggaran besar untuk merekrut pemain, sekaligus melepas sebagian besar skuad dari musim juara sebelumnya demi membentuk tim yang lebih kompetitif.
Kembali ke divisi kedua
suntingPenurunan performa membuat klub kesulitan dan harus berjuang menghindari degradasi selama tiga musim di Liga Utama Malaysia, dari 2008 hingga 2010, sebelum memasuki era kelam. Klub terdegradasi ke Liga FAM Malaysia untuk musim 2011.
Perjuangan di Liga FAM Malaysia
suntingMeski berstatus salah satu klub besar di dalamnya, Melaka terdegradasi dari Liga Utama Malaysia 2010 ke Liga FAM Malaysia.[5] Klub terus berkompetisi dan menjadi tim yang konsisten di liga kasta ketiga selama lima musim berturut-turut.[6]
Kembalinya dari liga bawah
suntingKlub kembali ke liga kasta kedua, Liga Utama Malaysia, pada 2016 setelah promosi sebagai juara Liga FAM Malaysia 2015. Sebelum menjuarai Liga FAM, klub mengalami paceklik trofi selama 32 tahun, di mana terakhir kali Melaka United menjuarai liga kasta tertinggi Malaysia adalah pada 1983.[7] Saat itu, kompetisi liga masih berfungsi sebagai babak kualifikasi Piala Malaysia, dan pesepak bola nasional Soh Chin Ann bermain untuk Malaka.
Klub kemudian meraih promosi ke Liga Super setelah menjadi juara Liga Utama Malaysia, hanya satu tahun setelah menjuarai Liga FAM Malaysia.[8][9]
Kembali ke kasta teratas
suntingSetelah promosi ke kasta tertinggi, manajemen Melaka United melakukan sejumlah perubahan, termasuk pembentukan skuad baru. Pada 14 November 2016, Melaka United mengumumkan penunjukan Eric Williams untuk menggantikan Mat Zan Mat Aris sebagai pelatih kepala baru.[10] Sebelumnya, Eric Williams menangani klub Myanmar, Yangon United, pada musim 2014.[10] Klub hanya mempertahankan sepuluh pemain dari musim sebelumnya dan merekrut sembilan pemain baru.[11]
Klub menetapkan target tinggi untuk musim 2017, termasuk menembus lima besar klasemen liga.[12] Pada 18 Februari 2017, klub berhasil meraih kemenangan pertama mereka di Liga Super, hampir 10 tahun setelah kemenangan terakhir mereka di kasta tertinggi pada musim 2006–07.[13]
Pembubaran
suntingMelaka United mengumumkan keputusan untuk membubarkan klub pada tahun 2022 setelah gagal membayar gaji pemain dan pelatih. Utang klub diperkirakan melebihi RM 3 juta.[14] Melaka F.C. menjadi tim baru yang mewakili negara bagian Melaka mulai tahun 2023, meskipun mereka tidak mewarisi prestasi dan gelar yang pernah diraih Melaka United.
Stadion
sunting
Melaka United terakhir bermain di Stadion Hang Jebat. Stadion ini memiliki kapasitas 40.000 penonton. Selain lapangan sepak bola, stadion ini juga dilengkapi lintasan lari.
Sebelumnya, klub menggunakan Stadion Hang Tuah sebagai markas utama. Stadion tersebut masih digunakan sebagai lapangan latihan dan kandang bagi tim pengembangan dan skuad muda, yang sebagian besar berkompetisi di Piala Presiden dan Piala Belia.
Lambang dan warna
suntingLambang
suntingMelaka United secara historis menggunakan satu lambang utama sebelum diperkenalkannya liga sepak bola di Malaysia. Lambang pertama, yang diadopsi saat klub didirikan, menampilkan gambar A Famosa, peninggalan bersejarah dari masa kolonial di Melaka. Lambang ini digunakan selama era amatir klub dan bertahan selama lebih dari setengah abad.
Sejak diperkenalkannya liga sepak bola, klub berkembang dari masa amatirnya dan mengadopsi lambang baru yang menampilkan gambar pohon Melaka, yang menjadi asal nama kota tersebut.
Sejak akhir tahun 2013, klub melakukan rebranding menjadi Melaka United, di mana versi baru lambang diperkenalkan.
Warna
suntingMelaka United selalu mengenakan jersey berwarna hijau dan putih sebagai seragam kandang, yang telah menjadi warna ikonik bagi klub.
Jersey tandang Melaka United biasanya berwarna putih polos dengan lis hijau, atau kombinasi warna biru, merah, kuning, dan putih, yang mewakili warna bendera Melaka.
Warna jersey dari masa ke masa
suntingKandang
|
2016
|
2017
|
2018
|
2019
|
2020
|
Tandang
|
2016
|
2017
|
2018
|
2019
|
2020
|
Suporter
sunting“Ultras Taming Sari” (UTS) dikenal sebagai kelompok pendukung utama Melaka United.[15] Kelompok ini merupakan salah satu dari banyak kelompok ultras yang terbentuk di bawah naungan Ultras Malaya.[15]
Melaka United merupakan salah satu klub dengan basis pendukung terbesar di Melaka. Basis pendukung tradisional Melaka United berasal dari seluruh wilayah Distrik Melaka Tengah, Alor Gajah, dan Jasin.

Keuangan dan kepemilikan
suntingKlub sepak bola Melaka ini telah berdiri sejak tahun 1921, dan pengelolaan klub diambil alih oleh yayasan Persatuan Sepak Bola Amatir Malaka pada tahun 1924. Klub ini berkembang dengan dukungan finansial dari pemerintah negara bagian dan sponsor.
Pada tahun 2014, manajemen klub menjalani proses restrukturisasi menjadi Asosiasi Sepak Bola Melaka United.[16]
Sponsor
sunting| Musim | Penyedia | Sponsor utama |
|---|---|---|
| 1979 | Admiral | Tidak ada |
| 1980 | Umbro | Tidak ada |
| 1981 | Schwarzenbach | Tidak ada |
| 1982–84 | Schwarzenbach | |
| 1985 | Gold Flake | |
| 1985 | Diadora | Tidak ada |
| 1986 | Topper | Topper |
| 1987 | RW | Tidak ada |
| 1988 | Dunhill | |
| 1989 | Asics | Dunhill EON |
| 1990 | Lotto | |
| 1991–92 | Cheetah | |
| 1993 | Cheetah & Umbro | |
| 1994–97 | Mizuno | Dunhill |
| 1998 | Dunhill Gibca Holdings | |
| 1999–00 | J-King | Dunhill |
| 2001 | Mikasa | Dunhill Mikasa |
| 2002–03 | Kronos | Dunhill Kronos |
| 2004 | Admiral | Dunhill Admiral |
| 2005 | Admiral & Garoos | Celcom |
| 2005 | Lotto | TM Net Creative |
| 2006 | Figos | TM Cubic |
| 2006 | Joma | TM |
| 2007 | Ambros | Celcom Metaforce |
| 2009 | Kika & Shemsy | Streamyx |
| 2010 | Shemsy | TM |
| 2011 | Kappa | Interpacific |
| 2012 | Ambros | Ambros |
| 2013 | Arora | Tidak ada |
| 2014 | Kronos | Mamee KAJ |
| 2015 | Mamee | |
| 2016 | Edra Mamee | |
| 2017 | Edra CGN Tag Marine | |
| 2018 | Warrix Sports | EDRA CGN |
| 2019 | EDRA CGN KLIP | |
| 2020 | Al-Ikhsan[17] | Olympex |
| 2021 | EDRA CGN Mamee | |
| 2022 | Ken Team |
Pelatih
sunting| Pelatih | Tahun | Prestasi |
|---|---|---|
| 1992 | ||
| 1996 | ||
| 1997 | ||
| 1998 | ||
| 1999 | ||
| 2000–01 | Runner-up Liga Perdana 2 2000 | |
| 2005 | ||
| 2005–06 | Runner-up Liga Utama Malaysia 2005–06 | |
| 2007 | ||
| 2007–08 | ||
| 2008–09 | ||
| 2009–10 | ||
| 2010 | ||
| 2011 | ||
| 2012 | ||
| Januari 2013 – April 2013 | ||
| April 2013 | ||
| November 2013 – April 2014 | ||
| September 2014 – Oktober 2016 | Juara Liga FAM 2015 Juara Liga Utama Malaysia 2016 | |
| November 2016 – Juni 2017 | ||
| Juni 2017 – Mei 2018 | ||
| Mei 2018 – November 2018 | ||
| 14 November 2018 – 17 Januari 2022 | ||
| 22 Januari 2022 – 12 April 2022 |
Statistik
sunting| Nama | Periode | GP | W | D | L | GS | GA | GD | Win % |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Mat Zan Mat Aris | September 2014 – Oktober 2016 | 46 | 30 | 9 | 7 | 92 | 51 | +41 | 65,22 |
| Eric Williams | November 2016 – Juni 2017 | 14 | 3 | 5 | 6 | 12 | 26 | −14 | 21,43 |
| Eduardo Almeida | Juni 2017 – Mei 2018 | 17 | 7 | 2 | 8 | 15 | 59 | −44 | 41,18 |
| E. Elavarasan | Mei 2018 – November 2018 | 19 | 8 | 7 | 4 | 42 | 26 | +16 | 42,11 |
| Zainal Abidin Hassan | 14 November 2018 – 2022 | 21 | 9 | 5 | 7 | 34 | 28 | +6 | 42,86 |
Manajer
sunting| Tahun | Manajer |
|---|---|
| 1999–2002 | |
| 2005 | |
| 2006–2008 | |
| 2008–2009 | |
| 2009–2010 | |
| 2011–2013 | |
| April 2013–November 2013 | |
| November 2013 – 2022 |
Prestasi
suntingDomestik
suntingLiga
sunting- Liga Malaysia/Divisi Satu Liga Semi-Pro/Liga Perdana/Liga Perdana 1/Liga Super Malaysia
- Juara (1): 1983
- Divisi 2 Liga Semi-Pro/Liga Perdana 2/Liga Utama Malaysia
- Juara (1): 2016
- Runner-up (2): 2000, 2005–06
- Piala FAM/Liga FAM
- Juara (1): 2015
- Runner-up (2): 1957, 1958
Turnamen pramusim
sunting- Piala TYT
Juara (1): 2022[18]
Performa di kompetisi klub AFC
sunting| Musim | Kompetisi | Putaran | Klub | Leg Pertama | Leg Kedua | Agregat |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1985–86 | Kejuaraan Klub Asia | Babak Kualifikasi / Asia Tenggara (Piala Kejuaraan ASEAN) | 0–2 | Peringkat ke-4 | ||
| 1–0 | ||||||
| 1–5 | ||||||
| 0–0 | ||||||
Pemain terkenal
sunting
Robert Choe
Soh Chin Ann
Dollah Salleh
Lim Teong Kim
V. Murugan
Lim Teong Kim
Ong Kim Swee
Shamsurin Abdul Rahman
Shukor Adan
Amri Yahyah
Safiq Rahim
Azizan Baba
Nurshamil Abd Ghani
Ilija Spasojević
Marko Šimić
Referensi
sunting- ^ "Merdeka memories". The Star. 28 Agustus 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 20 September 2020. Diakses tanggal 31 Agustus 2015.
- ^ Wilson, Peter; Sim, Benson (1995). "The demand for Semi-Pro League football in Malaysia 1989–91: a panel data approach". Applied Economics. 27: 131–138. doi:10.1080/00036849500000015.
- ^ a b "Pemain Malaysia bebas ke Brunei". Utusan Malaysia. 11 Januari 1998. Diarsipkan dari asli tanggal 2 Maret 2018.
- ^ "Demam Piala Dunia rasuk Liga Perdana". Utusan Malaysia. 13 Juni 1998. Diarsipkan dari asli tanggal 2 Maret 2018.
- ^ "Pemain berbakat berhijrah punca pasukan bola sepak Melaka merosot". mStar. 3 Juli 2012. Diakses tanggal 3 Juli 2012.
- ^ Salihing, Amirul (1 November 2012). "Rombak dan selamatkan Persatuan Bola Sepak Negeri Melaka". Citizens Journal. Diakses tanggal 27 November 2012.
- ^ "Anak jati Melaka bangga hadiahkan Piala Liga FAM". The Borneo Post. 1 September 2015. Diakses tanggal 1 September 2015.
- ^ "Melaka United ke saingan Liga Perdana tahun depan". Berita Harian. 24 Agustus 2015. Diakses tanggal 25 Desember 2015.
- ^ Nawawi, Mirnawan (31 Januari 2017). "Don't mess with Melaka". Stadium Astro. Diakses tanggal 26 Desember 2017.
- ^ a b "Melaka lantik Eric Williams sebagai jurulatih baru". Stadium Astro. 14 November 2016. Diakses tanggal 14 November 2016.
- ^ "Goal 2017 MSL Team Preview: No silverware, no problem for T-Team". Goal.com. 26 Januari 2017. Diakses tanggal 26 Januari 2017.
- ^ "Melaka United sasar kelompok lima teratas Liga Super". Stadium Astro. 26 Desember 2016. Diakses tanggal 26 Desember 2016.
- ^ Zainal, Zulhilmi (19 Februari 2017). "Melaka must win away matches, says manager Yusoff Mahadi". Goal.com. Diakses tanggal 19 Februari 2017.
- ^ "Razman Roslan: "The dispute resolution chamber will have a positive influence on players' careers"". FIFPro. 24 Mei 2023. Diakses tanggal 23 Desember 2023.
- ^ a b Razak, Wan Jalaini (7 Januari 2015). "Ultras Malaya cetus kebangkitan". Berita Harian. Diakses tanggal 12 Agustus 2025.
- ^ Bakar, Nazri Abu (24 Oktober 2016). "Imej baru MUFC perkasa Melaka United". PressReader. Diakses tanggal 12 Agustus 2025 – via Harian Metro.
- ^ Mohamad, Nur Hadi (2 Desember 2019). "Al-Ikhsan, RedONE Tampil Sebagai Penaja Melaka United". Semuanya Bola. Diakses tanggal 2 Desember 2019.
- ^ Bakar, Nazri Abu (25 Februari 2022). "Melaka United julang Piala TYT 2022". Harian Metro. Diakses tanggal 26 Februari 2022.
- ^ Stokkermans, Karel (15 Feb 2025). "Asian Club Competitions 1985–86". RSSSF. Diakses tanggal 12 Agustus 2025.
Pranala luar
sunting- Melaka United di situs Football Malaysia