Dora Marie Sigar
Lahir(1921-09-21)21 September 1921
Minahasa, Hindia Belanda
Meninggal22 Desember 2008(2008-12-22) (umur 87)
Singapura
Tempat pemakamanTaman Pemakaman Umum Tanah Kusir
Pekerjaan
  • Perawat
  • Aktivis
  • Ibu Rumah Tangga
Dikenal atasIbu Prabowo Subianto
Suami/istri
(m. 1945; meninggal 2001)
Anak4, termasuk Prabowo Subianto dan Hashim Djojohadikusumo
Orang tua
  • Philip Laurens Sigar (ayah)Cornelie Maengkom (ibu)
KerabatSoedradjad Djiwandono
(menantu)
Siti Hediati Hariyadi
(menantu)

Dora Marie Sigar (21 September 1921 – 22 Desember 2008) adalah seorang perawat, aktivis, dan ibu rumah tangga asal Indonesia. Ia paling dikenal sebagai ibu dari Prabowo Subianto, Presiden Indonesia kedelapan.

Masa muda

sunting

Sigar lahir pada tanggal 21 September 1921 di Langowan, Kabupaten Minahasa, sebagai putri dari Philip Frederik Laurens Sigar (1885–1946)—seorang pejabat pemerintah dan anggota Volksraad, serta Cornelie Emilia Maengkom (1888–1946). Keduanya berasal dari keluarga birokrat. Sigar memiliki darah Minahasa dan keturunan Jerman.[1][2][3]

Pendidikan

sunting

Pada usia 12 tahun, Dora pindah ke Belanda untuk melanjutkan pendidikannya di Christelijk Hogere Burgerschool di Utrecht. Ia sudah menunjukkan kecerdasannya sejak usia muda. Di sana, ia mempelajari keperawatan pasca operasi dan aktif dalam kegiatan mahasiswa yang memperjuangkan hak-hak Indonesia, membentuk pandangannya sebagai seorang wanita yang terdidik dan berkomitmen.[1][2]

Karier

sunting

Dora bertemu dengan Soemitro Djojohadikoesoemo, seorang ekonom, dalam sebuah pertemuan yang diselenggarakan oleh Indonesia Christen Jongeren (terj. har.'Mahasiswa Kristen Indonesia') pada tahun 1945. Ia kemudian menjadi pasiennya setelah menjalani operasi usus besar akibat tumor. Pada tahun 1946, Soemitro kembali ke Indonesia, dan Dora menyusul setahun kemudian. Mereka menikah pada 7 Januari 1945 dan memiliki empat anak.[2][3] Setelah kembali ke Indonesia, Dora menjadi ibu rumah tangga dan fokus pada keluarganya, mendukung karier suaminya sebagai ekonom dan tokoh politik. Ketika Soemitro menjabat di kabinet, Dora menjadi tulang punggung keluarga, terutama ketika suaminya menjadi buronan akibat kasus politik dan ekonomi yang dituduhkan.[1]

Kehidupan pribadi

sunting

Dora menikah dengan Soemitro Djojohadikoesoemo pada 7 Januari 1945 di Matraman, Jakarta Timur, dan dikaruniai dua orang putra, Prabowo Subianto (lahir 1951), seorang politikus yang menjabat sebagai Presiden ke-8 Indonesia, dan Hashim Djojohadikusumo (lahir 1953), seorang pengusaha; dan dua orang putri, Biantiningsih Miderawati Djiwandono (lahir 1946) dan Maryani Ekowati Lemaistre (lahir 1948).[2][3][4] Mereka menghadapi tantangan politik yang serius di Indonesia pasca kemerdekaan, dan pernikahan mereka bertahan hingga kematian Soemitro pada 9 Maret 2001.[1]

Kematian

sunting

Dora meninggal dunia di Rumah Sakit Mount Elizabeth di Singapura pada usia 87 tahun pada 22 Desember 2008 setelah dirawat di rumah sakit selama setahun akibat usia lanjut dan limfoma. Ia dimakamkan di TPU Tanah Kusir pada 23 Desember.[5][6]

Referensi

sunting
  1. ^ a b c d Safira, Zahra Indah (29 Oktober 2024). "Ini Pekerjaan dan Karier Dora Marie Sigar, Sosok Ibu Prabowo Subianto". Okefinance. Diakses tanggal 29 Desember 2024.
  2. ^ a b c d Matanasi, Petrik (1 April 2019). "Kisah Dora Sigar, Ibunda Prabowo Subianto". Tirto.id. Diakses tanggal 29 Desember 2024.
  3. ^ a b c Ikanubun, Yoseph (12 April 2019). "Dora Marie Sigar dan Janji Prabowo Kunjungi Keluarga di Minahasa". Liputan6. Diakses tanggal 29 Desember 2024.
  4. ^ Darmawan, Muhammad Lutfan (18 Desember 2017). "Mengenal Keluarga Prabowo Subianto Lewat Selembar Foto". Kumparan. Diakses tanggal 29 Desember 2024.
  5. ^ "Ibunda Prabowo Subianto Tutup Usia di Singapura". Detiknews. 22 Desember 2008. Diakses tanggal 29 Desember 2024.
  6. ^ "Jenazah Tiba Pukul 10.30 WIB, Dimakamkan di TPU Tanah Kusir". Detiknews. 23 Desember 2008. Diakses tanggal 29 Desember 2024.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Ibu rumah tangga

Ibu rumah tangga (Inggris: housewife) adalah seorang wanita yang bekerja menjalankan atau mengelola rumah keluarganya, bertanggung jawab untuk mendidik

Bapak rumah tangga

Bapak rumah tangga adalah ayah yang tidak bekerja tetapi melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga, seperti memasak, bersih-bersih, serta merawat dan membesarkan

Pangku (film)

diurus secara resmi, Bayu akhirnya dapat bersekolah. Namun, kehidupan rumah tangga tidak berjalan sebagaimana yang Sartika harapkan. Hadi kerap pergi berhari-hari

Hari Ibu

membebastugaskan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya. Di

Lenggogeni Faruk

seorang pengusaha, pengelana, dan penulis Indonesia yang merupakan ibu rumah tangga untuk keluarga Gen Halilintar. Geni bersama suaminya, Halilintar Anofial

Makaroni skotel

Swedia dan Finlandia yang kemudian menyebar ke Belanda. Dahulu hanya ibu-ibu rumah tangga Belanda yang memasak makaroni skotel karena resepnya banyak ditemukan

Donald Sihombing

Sihombing berprofesi sebagai pegawai negeri sipil, sementara ibunya adalah ibu rumah tangga. Setelah lulus SMA, Donald melanjutkan pendidikan ke Universitas

Yulita Intan Sari

yang akrab dipanggil Mama Lita (lahir 27 Juli 1989) adalah seorang ibu rumah tangga, jurutama masak, pengusaha dan YouTuber berkebangsaan Indonesia. Namanya