Institut Kesenian Jakarta

Logo Institut Kesenian Jakarta
Nama resmi
IKJ
Nama sebelumnya
Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta
JenisPerguruan Tinggi Swasta
DidirikanJuni 26, 1970; 55 tahun lalu (1970-06-26)[1]
PendiriAli Sadikin
Lembaga induk
Yayasan Seni Budaya Jakarta
RektorProf. Dr. Ir. M. Syamsul Maarif, M.Eng., Dipl., Ing., DEA
Alamat
Jl. Cikini Raya No. 73, Cikini, Menteng
, , ,
Warna Jingga  
MaskotPohon Hayat
Situs webikj.ac.id
PetaKoordinat: 6°11′17.42564″S 106°50′26.63585″E / 6.1881737889°S 106.8407321806°E / -6.1881737889; 106.8407321806

Institut Kesenian Jakarta yang disingkat IKJ adalah sebuah perguruan tinggi seni yang berlokasi di Cikini, Jakarta, Indonesia.[2] Institut ini khusus mengajarkan bidang-bidang seni yang meliputi seni rupa, seni pertunjukan, dan perfilman.

Pada awalnya, perguruan tinggi ini bernama LPKJ (Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta) yang didirikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, dan diresmikan pada pada tanggal 25 Juni 1976 oleh Presiden Suharto.[3]

Sejarah

sunting

Usulan pendirian LPKJ sendiri awalnya disampaikan oleh para seniman yang tergabung dalam Dewan Kesenian Jakarta, sebuah dewan kesenian yang pendiriannya juga difasilitasi oleh Gubernur Ali Sadikin. LPKJ ini didirikan di dalam lingkungan Taman Ismail Marzuki (TIM), berdamping-dampingan dengan bangunan pertunjukan dan pameran yang ada di TIM. Tujuannya, agar para mahasiswa LPKJ menjadi akrab dengan pertunjukan dan pameran kesenian yang diadakan di sana. LPKJ terdiri dari 5 akademi yaitu: Akademi Tari, Akademi Teater, Akademi Musik, Akademi Seni Rupa, dan Akademi Sinematografi.[4]

LPKJ kemudian berubah status menjadi Institut Kesenian Jakarta (IKJ) pada tahun 1981. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan ketika itu menginginkan agar lembaga kesenian seperti LPKJ yang dikelola dengan model sanggar dan padepokan menjadi lembaga pendidikan formal. Maka LPKJ pun diubah menjadi IKJ yang dikelola seperti sebuah sekolah formal.[5]

Meskipun kemudian pengelolaannya lebih mandiri, fasilitasnya masih menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Akademi Sinematografi awalnya digabung dengan Akademi Seni Rupa karena dianggap satu akar dalam seni visual, sehingga disatukan menjadi sebuah Fakultas Seni Rupa dan Desain. Akademi Seni Tari, Seni Teater, dan Seni Musik digabung dalam Fakultas Seni Pertunjukan.

Seiring dengan kebutuhan dan perkembangan zaman, Fakultas Seni Rupa dan Desain pun berkembang. Jurusan Film yang semula satu atap dengan Fakultas Seni Rupa dan Desain berpisah, kemudian menjelma menjadi Fakultas Film dan Televisi (FFTV). FFTV pun kemudian berkembang, membuka Jurusan Fotografi dan terakhir membuka Jurusan Kajian Media yang sebelumnya bernama Jurusan Filmologi.

Pada awal tahun 1990-an, FFTV-IKJ masuk menjadi anggota [6] Asosiasi Sekolah Film dan Televisi Internasional. FFTV IKJ yang dipimpin oleh Soetomo Gandasubrata saat itu sudah menjadi anggota penuh, bahkan pada saat itu Slamet Rahardjo dipilih sebagai Ketua Perwakilan Cilect di Asia Pasific. Setelah konferensi Cilect 2008 di Beijing, FFTV IKJ hadir diwakili oleh Kusen Dony Hermansyah (Wakil Dekan III) dan Tanete A. Pong Masak (Staf Bidang IV FFTV IKJ), berhasil memosisikan FFTV IKJ kembali sebagai anggota tetap Cilect. Dengan demikian FFTV-IKJ, kembali sebagai satu-satunya perwakilan Cilect di Indonesia.[7]

Guru Besar IKJ sejak 2004 adalah Sardono W. Kusumo.

Fakultas

sunting
Galeri Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta

Fakultas Seni Rupa (FSR)

sunting

Fakultas ini berkonsentrasi kepada pengembangan seni dalam wilayah visual, melingkupi tiga jurusan, yaitu seni murni, kriya, dan desain.

  • Program Studi S-1 Seni Murni, dibagi menjadi 3 minat utama: Seni Lukis, Seni Patung, Seni Grafis
  • Program Studi S-1 Seni Kriya, dibagi menjadi 3 minat utama: Kriya Kayu, Kriya Keramik, Kriya Tekstil
  • Jurusan Desain, dibagi menjadi 3 program studi: Program Studi S-1 Desain Interior, Program Studi S-1 Desain Komunikasi Visual, dan Program Studi S-1 Desain Mode dan Busana.

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

sunting
  • Program Studi S-1 Seni Teater
  • Program Studi S-1 Seni Tari
  • Program Studi S-1 Seni Musik
  • Program Studi S-1 Etnomusikologi
Gedung Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta

Fakultas Film dan Televisi (FFTV)

sunting
  • Program Studi S-1 Film
  • Program Studi D-3 Film
  • Program Studi S-1 Televisi
  • Program Studi D-3 Televisi
  • Program Studi S-1 Fotografi

Alumni

sunting

Alumni yang berasal dari IKJ, antara lain Mira Lesmana, Garin Nugroho, Subarkah, Didi Petet, Slamet Rahardjo, dan Jujur Prananto.[8]

Alumni

sunting
  • Arief Rachman, Musisi
  • Demi Tatipikalawan, Musisi dan Dosen
  • Marsyaff, Musisi
  • Raden Agung Hermawan, Musisi

Referensi

sunting

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Dr. Iyeb

dengan nama panggung "dr. Iyeb" (lahir 30 Agustus 1978) lulusan sekolah seni IKJ, fakultas perfilman jurusan penyutradaraan angkatan 98. Namanya mulai dikenal

Daftar alumni Institut Kesenian Jakarta

Kesenian Jakarta telah melahirkan tenaga ahli terutama di bidang seni. Alumni IKJ umumnya terkenal sebagai sutradara, pemeran, musisi, dan masih banyak lagi

Pemeran

teater di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan Institut Seni Indonesia (ISI) di Yogyakarta. Lulusan jurusan teater IKJ yang terkemuka antara lain adalah Deddy

Deddy Mizwar

Kesenian Jakarta (LPKJ) yang sekarang bernama Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Deddy sempat bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Kesehatan

Naif (grup musik)

bidang akademisnya. Band ini terbentuk karena seringnya beberapa mahasiswa IKJ kumpul-kumpul untuk mengerjakan tugas kuliah. Bukannya mengerjakan tugas

Clubeighties

adalah sebuah grup musik Indonesia. Band ini didirikan oleh lima alumni IKJ (Institut Kesenian Jakarta) dengan mengusung jenis musik power pop dengan

Irfan Wahid

Ipang Wahid menamatkan pendidikan S1-nya di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) sebelum melanjutkan pendidikannya ke The Art Institute of Seattle, Amerika

Vincent Rompies

dibentuk ketika mereka berlima menjadi mahasiswa di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Bersama Clubeighties, dia sudah mengeluarkan empat album. Setelah keluar