Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025) |

Kekaisaran Ife adalah kekaisaran pertama dalam sejarah suku Yoruba.[1][2] Kekaisaran ini berdiri di wilayah yang kini mencakup Nigeria bagian barat daya dan Benin bagian timur. Periode klasiknya berlangsung antara tahun 1000 hingga 1420 Masehi, yang dikenal sebagai masa lahirnya karya seni paling maju dan terkenal dari peradaban Yoruba.[3] Meskipun bahasa utama yang digunakan adalah bahasa Yoruba, terdapat pula berbagai dialek dan bahasa lain di dalam wilayah kekaisaran. Kekaisaran Ife mencapai kejayaannya melalui perdagangan dengan negara-negara di wilayah Sahel dan hutan tropis. Ibu kotanya, Ilé-Ife, menjadi salah satu pusat perkotaan terbesar di Afrika Barat pada abad ke-14.
Sejarah
suntingSejarah awal
suntingWilayah Ife awalnya merupakan kumpulan kecil komunitas rumah tangga pada pertengahan milenium pertama SM, yang kemudian berkembang menjadi “rumah besar” atau negara kecil akibat persaingan dalam memperoleh sumber daya. Seiring waktu, kebutuhan untuk mengatur sumber daya, penduduk, dan konflik mendorong munculnya struktur organisasi baru. Beberapa rumah besar kemudian membentuk persekutuan mirip konfederasi, dan yang paling menonjol di antaranya adalah “konfederasi Ife”. Namun, perebutan sumber daya tetap berlangsung, diperparah oleh meningkatnya kekeringan dan pertumbuhan populasi.[1]
Dalam periode konflik tersebut, muncul sebuah kelompok yang dipimpin oleh tokoh bernama Odùduwà, yang kemungkinan berasal dari Oke Ora, sebuah permukiman di puncak bukit di sebelah timur. Antara abad ke-10 dan ke-11, kelompok ini membangun dinding besar dengan keliling sekitar 7 kilometer dan diameter 2,3 kilometer, yang kemudian menjadi pusat kota Ilé-Ifè. Pembangunan dinding ini memicu perang besar antara kelompok Odùduwà dan kelompok rumah besar lainnya yang dipimpin oleh Obatálá, penduduk asli Ilé-Ifè. Akhirnya, kelompok Odùduwà keluar sebagai pemenang.[1]
Kedua pemimpin tersebut, Odùduwà dan Obatálá, kemudian didewakan setelah meninggal dan menjadi bagian penting dalam jajaran dewa agama tradisional Yoruba.
Menurut tradisi lisan, setelah kemenangan kelompok Odùduwà, diadakan sebuah pertemuan di Ita Ijero, sebuah kota di Ilé-Ifè. Dalam pertemuan itu, para pangeran atau anggota kelompok yang hadir sepakat untuk mendirikan kerajaan mereka masing-masing—seperti Benin dan Oyo—dengan janji untuk tetap saling menjaga hubungan sebagai saudara dan membantu satu sama lain di masa sulit.[1]
Kerajaan Benin kemudian menjadi bagian dari kekuasaan Ife ketika Oranmiyan, seorang pangeran Yoruba, diundang oleh para penentu raja Benin untuk menggulingkan dinasti Ogiso dan mendirikan dinasti baru, yaitu Dinasti Oba. Para sejarawan modern memperkirakan peristiwa ini terjadi sekitar tahun 1200 hingga 1250. Di bawah pemerintahan Oranmiyan, wilayah tersebut berganti nama dari Igodomigodo menjadi Ile-Ibinu, yang kemudian berubah penyebutannya menjadi “Benin”.[4]
Referensi
sunting- ^ a b c d Ogundiran, Akinwumi (2020). The Yoruba: A New History. Indiana University Press. ISBN 9780253051509.
- ^ Akintoye, Stephen Adebanji (2010). A History of the Yoruba People. Amalion Publishing. ISBN 978-2359260052.
- ^ akinwumi, ogundiran (2020). The Yoruba: A New History. Indiana University Press. hlm. 7. ISBN 9780253051509.
- ^ Bondarenko, Dmitri (2003). "Advent of the Second (Oba) Dynasty: Another Assessment of a Benin History Key Point". History in Africa. 30: 63–85. doi:10.1017/S0361541300003144. JSTOR 3172082. S2CID 154683333. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-04-02.