Ilham Aidit
Lahir18 Mei 1959 (umur 66)
Moskow, Uni Soviet Uni Soviet
KebangsaanIndonesia
AlmamaterUniversitas Katolik Parahyangan
Pekerjaan
Orang tua
Keluarga
  • Ibarruri Putri Alam (kakak)
  • Ilya Aidit (kakak)
  • Iwan Aidit (kakak)
  • Irfan Aidit (saudara kembar)
  • Sobron Aidit (paman)

Ir. Ilham Aidit (lahir 18 Mei 1959) adalah seorang pegawai negeri sipil dan arsitek asal Indonesia yang dikenal sebagai putra keempat dari pasangan Dipa Nusantara Aidit dan dr. Soetanti. Ia adalah saudara kembar dari Irfan dan memiliki empat anak, dua perempuan dan dua laki-laki.[1]

Ia adalah alumnus Teknik Arsitektur Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. Ia merupakan salah satu Pemrakarsa, Pendiri dan Pendukung Forum Silaturrahmi Anak Bangsa (FSAB) yang didirikan oleh generasi kedua dan ketiga dari mereka yang di masa lalu terlibat dalam berbagai konflik politik kekerasan dan kekerasan dalam politik di Indonesia. Saat ini, Ilham Aidit adalah Ketua Wilayah III Partai Buruh dan pernah terlibat dalam proyek rekonstruksi Aceh.[2]

Ia tampil dalam film dokumenter Menyemai Terang Dalam Kelam.[3]

Referensi

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

D. N. Aidit

Dipa Nusantara Aidit (lahir Achmad Aidit; 30 Juli 1923 – 22 November 1965) adalah seorang politikus komunis Indonesia, yang menjabat sebagai Sekretaris

Murad Aidit

Murad Aidit (21 Agustus 1927 – 29 Maret 2008) adalah seorang politikus berkebangsaan Indonesia. Ia menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah

Aidit

Aidit dapat mengacu pada beberapa hal berikut: D.N. Aidit Sobron Aidit Ilham Aidit kosakata mirip : Adit - Halaman Disambiguasi Semua halaman dengan Aidit

Gerakan 30 September

dan "rakyat". Pemimpin PKI DN Aidit mengilhami slogan "Untuk Ketentraman Umum Bantu Polisi". Di bulan Agustus 1964, Aidit menganjurkan semua anggota PKI

Njoto

kekaisaran Jepang. Selama ini, Njoto bertemu pemimpin masa depan PKI D.N. Aidit dan M.H. Lukman. Njoto juga terlibat dalam Pertempuran Surabaya melawan

Pembantaian di Indonesia 1965–1966

PKI, Njoto, ditembak pada tanggal 6 November, ketua PKI Dipa Nusantara Aidit pada 22 November, dan Wakil Ketua PKI M.H. Lukman segera sesudahnya. Kebencian

Chaerul Saleh

Jakarta mengirimkan peserta yang terdiri dari Zus Ratulangi, Anas Ma'ruf, Aidit, Chaerul, Kusnandar dan Sidik Kertapati. Selain utusan daerah, turut hadir

M.H. Lukman

ilegal pada tahun 1943, pada saat yang sama dengan calon pemimpin PKI, D.N. Aidit. Saat peristiwa Madiun terjadi, M.H. Lukman dikabarkan mendapat perlindungan