Ilman Ibrahim
Nama lahirIlman Ibrahim Isa
Nama lainIlman
Lahir9 Oktober 1989 (umurย 36)
Ujung Pandang, Indonesia
AsalJakarta
Genrepop, rock, jazz
PekerjaanKibordis, Pencipta lagu, Komposer, Produser musik, Pengusaha
Instrumenvokal, gitar, bass, kibor, drum
Tahun aktif2002โ€“sekarang
LabelORGANIC Records, Warner Music Indonesia
Situs webwww.maliqndessentials.com

Ilman Ibrahim Isa atau yang lebih dikenal dengan panggilan Ilman (lahir 9 Oktober 1989) adalah seorang kibordis, produser, penulis lagu dan pengusaha asal Indonesia. Ilman merupakan anggota termuda dari grup musik Maliq & D'Essentials.[1]

Kehidupan awal

sunting

Ilman Ibrahim adalah anak ketiga dari tiga bersaudara dari pernikahan Iskandar (Alm) dan Soemiarti Ningsih. Dia mulai bermain musik sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Ketertarikan Ilman terhadap musik dimulai saat dia belajar bermain gitar, karena menurutnya gitar adalah alat musik yang mudah untuk dibawa ke mana saja dan bisa dimainkan di mana saja, sekolah, tempat nongkrong bersama teman-teman dan lain-lain. Awal mula keseriusan Ilman bermain gitar adalah dengan mulai mengikuti sekolah musik, dengan mempelajari musik klasik. Akan tetapi, Ia beralih untuk mempelajari musik kontemporer dengan gitarnya karena menurutnya musik klasik cukup membosankan.[1]

Pada saat Ilman menginjak sekolah menengah pertama dia mulai mempelajari alat musik kibor secara otodidak. Saat itu Ilman meminjam kibor sang kakak untuk belajar. Cara yang Ilman terapkan adalah dengan mengimplementasikan bentuk chord pada gitar ke tuts-tuts kibor, menurut Ilman itu adalah cara yang paling efektif pada saat itu. Setelah dia lancar dan fasih bermain kibor, sang ayah yang sebelumnya tidak tahu jika Ilman sudah mulai menguasai instrumen itu langsung menyuruhnya untuk mempelajari lebih dalam di lembaga pendidikan musik besutan Dwiki Dharmawan, Farabi. Sejak saat itu Ilman mulai rutin bermain musik dan membentuk grup musik dengan teman-teman sebayanya di sekolah. Bersama grup musik sekolahnya di SMPN 216, Ilman sempat menjuarai lomba aransemen lagu "Kebyar-kebyar", karya dari musisi legendaris Gombloh.

Karier musik

sunting

Pada saat Ilman memulai pendidikan di SMA 3 Jakarta, dia mulai mencari penghasilan dari kemampuannya dalam bermain musik sebagai kibordis di berbagai grup musik. Dia sempat bermain secara regular di beberapa cafe seputaran Jakarta. Saat itu Ilman berkenalan dengan Lale dan sempat bermain di satu grup yang sama, tetapi grup musik itu tidak berjalan lama. Saat Ilman menginjak kelas 2 SMA, atas seizin sang ayah, dia memutuskan berhenti dari sekolah agar lebih fokus dalam bermusik. Setelah itu dia langsung mendaftarkan diri di Institut Musik Daya Indonesia yang pada saat itu berlokasi di Wijaya. Di sana, Ilman secara tidak sengaja belajar dalam satu kelas yang sama dan berkenalan dengan Indah, vokalis dari grup musik Maliq & D'Essentials.[2]

Pada tahun 2007, di tempat tinggalnya yang berada di daerah Cibubur, Ilman dimodalkan oleh sang ayah sebuah ruko. Di ruko ini Ilman membangun studio musik dengan nama "Top Art Qv". Pada saat itu setiap hari, Ilman fokus untuk mengembangkan bisnis musiknya. Di situ pula lah Ilman mulai mempelajari dunia rekaman sebagai operator dan sound engineer, serta dia mulai memproduksi dan menciptakan lagu-lagu untuk kepuasan pribadi. Pada tahun 2009 akhir, dikarenakan oleh perhitungan bisnis yang kurang menguntungkan, Ilman menutup studio tersebut.

Pada tahun 2009, Ilman ditawari oleh temannya untuk menjadi kibordis pada grup musiknya yang bernama AOP, yang sudah cukup malang melintang di industri musik Indonesia. Tidak berlangsung lama, pada tahun 2010 akhir, Ilman mengundurkan diri dari grup musik itu dan mulai membantu beberapa musisi untuk mengisi kibor dalam rekaman. Selang tidak lama setelah itu pada tahun 2011 April, Ilman dihubungi oleh Lale yang pada saat itu adalah gitaris dari grup band Maliq & D'Essentials, untuk menggantikan posisi Ifa Fachir pada kibor. Ilman pun langsung mengiyakan tawaran tersebut karena dia memang sudah lama menyukai grup band itu. Beberapa bulan setelah itu, Ilman pun secara resmi menjadi anggota ke-6 dari Maliq & D'Essentials.

Bersama Maliq & D'essentials, Ilman sudah merilis dua album; Sriwedari (2013) dan Musik Pop (2014). Ilman juga turut berkontribusi di tiga album kompilasi; A Tribute To KLa Project (2011), Radio Killed the TV Star (2012), dan Fariz RM & Dian PP In Collaboration With (2014).

Ilman memulai karier sebagai produser pada tahun 2014 bersama Lale (Maliq & D'Essentials) dan Nino (RAN). Mereka menamakan kolaborasi antara mereka bertiga dengan nama mereka sendiri, "laleilmanino". Adapun beberapa artis yg telah mereka produseri antara lain Angel Pieters, almarhum Vidi Aldiano, AMPM, dan Bastian Bintang Simbolon (ex Coboy Junior). Saat ini, mereka sedang menggarap album ke-2 dari grup band HiVi! yg rencananya akan rilis pada tahun 2015.

Kehidupan pribadi

sunting

Pada tanggal 23 November 2011 Ilman menikahi Masita Dewi Andriani dan dikaruniai seorang putra, Keanu Kala Arasy, yang lahir pada tanggal 13 Desember 2013.[1]

Perlengkapan panggung

sunting

Kibor/penyintesis

sunting
  • Nord Lead 4
  • Nord Electro 3
  • Nord Electro 4
  • Korg Minilogue
  • Oberheim OB-X8
  • Moog Voyager
  • Moog Little Phatty I
  • Korg ES-50 (Lamda), Poly-800 & Micro Korg XL
  • Roland Juno-6, JX-3P & RD700

Amplifier

sunting
  • Roland KC-550

Diskografi

sunting

Produser

sunting

MALIQ & D'Essentials

sunting

Sesi sebagai kibordis

sunting
  • 2011 Anji (Luar Biasa) - "Ternyata Cinta"
  • 2011 Sir Dandy (Lesson #1)
  • 2012 Rock N Roll Mafia (Prodigal) - "Palpitate"
  • 2014 Windri Marieta (Summer Album)
  • 2014 Neurotic (Weird)

Jingle Iklan

sunting
  • 2011 Layanan masyarakat Depok
  • 2012 Bank Mandiri (Bersama Maliq & D'Essentials - "Pilihanku")

Pranala luar

sunting
  1. ^ a b c antaranews.com (2023-05-05). "Ilman Ibrahim sebut AI menyenangkan namun harus tetap sesuai aturan". Antara News. Diakses tanggal 2026-01-29.
  2. ^ "Ilman Ibrahim, Antara Maliq dan Laleilmanino". Ilman Ibrahim, Antara Maliq dan Laleilmanino. Diakses tanggal 2026-01-29.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Laleilmanino

terbentuk sejak 2014. Laleilmanino beranggotakan Arya Aditya Ramadhya, Ilman Ibrahim dan Anindyo Baskoro. Laleilmanino sebagai platform pembuatan lagu untuk

Sunan Ampel

pikiran-rakyat.com/ Sunyoto, Agus (2007). Atlas Wali Songo. Depok: Pustaka Ilman. hlm.ย 196. ISBNย 9786028648097. Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Sejarah

Anindyo Baskoro

rekaman dan penulis lagu, Laleilmanino bersama Arya Aditya Ramadhya dan Ilman Ibrahim yang terbentuk sejak tahun 2013. Bersama dengan Laleilmanino, Nino telah

Jumbo (film 2025)

Ada di Nadimu" Prince Poetiray & Quinn Salman Arya Aditya Ramadhya, Ilman Ibrahim Isa & Anindyo Baskoro 2:54 3 Bunga Citra Lestari 4:41 4 Dengar Hatimu

Cut Nyak Dhien

Ditakuti Belanda". Kompas.com. Diakses tanggal 2021-01-17. Nafi'an, Muhammad Ilman. "Anies Resmikan Masjid Cut Nyak Dien Setelah Renovasi, UAS Hadir". detikcom

Membangun & Menghancurkan

Satyanugraha Putra 2:54 4. "Arteri" Anindyo Baskoro Arya Aditya Ramadhya Ilman Ibrahim Dicky Renanda Putra Daniel Baskara Putra Fadli Fikriawan Wibowo Adnan

Salma Salsabil

Musik Indonesia 2024 Penata Musik Pop Terbaik Arya Aditya Ramadhya, Ilman Ibrahim Isa, Nino Kayam (Boleh Juga - Salma Salsabil) Nominasi S/EEK (Bunga

Maliq & D'Essentials

bidang lain. Hal ini tidak membuat mereka larut dalam kesedihan karena Ilman segera menggantikan posisi kibordis dan menjadi personel termuda yang secara