Contoh pengaplikasian impasto dengan akrilik

Impasto adalah teknik lukisan di mana cat dilapiskan dengan sangat tebal di atas kanvas sehingga arah goresan sangat mudah terlihat. Cat yang digunakan bisa pula tercampur di atas kanvas. Saat kering, teknik impasto akan menghasilkan tekstur yang jelas, sehingga kesan kehadiran objek lebih terasa.

Aplikasi

sunting

Cat minyak sangat cocok dengan teknik ini, sebab ketebalannya yang tepat, proses pengeringan yang lama, dan sifat opacitynya yang buruk. Sifat ini bahkan bisa diperkuat dengan penggunaan linseed oil. Akrilik bisa diolah dengan teknik impasto, meskipun sangat jarang karena cat jenis ini mengering dalam waktu singkat. Sementara pemakaian teknik impasto pada cat air maupun tempera hampir mustahil tanpa medium pengental seperti Aquapasto&#8482.

Efek yang ditimbulkan

sunting

Impasto memberikan dua efek. Pertama memberikan kesan pantulan cahaya berbeda dibandingkan dengan goresan kuas biasa. Yang kedua memberikan kesan ekspresi yang lebih kuat. Pemirsa lukisan bisa menyadari seberapa kuat kuas atau pisau palet digoreskan, serta kecepatan goresannya.

Tujuan pertama lebih sering dipakai oleh pelukis klasik seperti Rembrandt, seperti untuk memperlihatkan lipatan kain atau pantulan cahaya dari perhiasan. Sementara tujuan kedua sering digunakan oleh pelukis pada era modern seperti Vincent van Gogh. Frank Auerbach menggunakan teknik impasto secara berlebihan untuk menampilkan kesan trimatra yang benar-benar kuat.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Seni

digunakan pada penerapan transparan selayaknya cat air ataupun penerapan impasto yang tebal selayaknya cat minyak. Pelopor penggunaan sarana ini di antaranya

Lucian Freud

mengesampingkan hampir lengkap segala sesuatu yang lain, menggunakan sebuah impasto tebal. Lucian Freud wafat di London pada 20 Juli 2011. Wikiquote memiliki

Lee Krasner

orang lain. Lukisan-lukisan mirip hieroglif ini banyak menggunakan teknik impasto yang menggunakan cat tebal. Kebanyakan lukisan dari periode ini berukuran

Kebudayaan Villanova

dikubur. Guci tersebut adalah bentuk tembikar Villanova yang dikenal sebagai impasto. Sebuah kebiasaan yang diyakini berasal dari kebudayaan Villanova adalah

Vincent van Gogh

Karya-karya tersebut memiliki ciri berupa putaran-putaran spiral dan impasto yang sangat tebal, dan salah satunya adalah Malam Berbintang dengan pohon-pohon

Ivan Sagita

Yogyakarta.[kapan?] Ivan terkenal dengan teknik lukisnya yang menggunakan impasto, yaitu sebuah teknik lukis dengan menempuk cat di atas kanvas. Teknik inilah

Willem Maris

ia mulai menggunakan sapuan yang lebih luas, menggabungkan ini dengan impasto. Namun karya-karya ini memiliki suasana yang akrab. Penggunaan warna yang

The Three Ages of Woman (Klimt)

180 x 180 sentimeter. Lukisan ini menunjukkan tanda-tanda teknik lukisan impasto yang umum pada karya Klimt. Metode lukisannya termasuk mencampur pelarut