| B. Indonesia: Lagu Kebangsaan Brasil | |
|---|---|
Bendera Brasil berkibar di Istana Iguaçu, Oktober 2008. | |
Lagu kebangsaan | |
| Penulis lirik | Osório Duque-Estrada, 1909 |
| Komponis | Francisco Manuel da Silva, 1831 |
| Penggunaan | 1831 ketika Kekaisaran Brasil dan 1890 oleh Republik Brasil |
| Sampel audio | |
Hino Nacional Brasileiro (Instrumental) | |
Lagu kebangsaan Brasil (bahasa Portugal: Hino Nacional Brasileiro) digubah oleh Francisco Manuel da Silva pada tahun 1831 dan terdapat sekitar dua buah lirik tak resmi sebelum dekret pada tahun 1922 oleh Presiden Epitácio Pessoa, memberikan lagu kebangsaan ini lirik resmi oleh Osório Duque-Estrada, setelah beberapa perubahan yang dibuat pada proposalnya ditulis pada tahun 1909.
Lirik
suntingLagu ini terdiri dari dua bait yang berurutan. Undang-undang di Brasil menetapkan bahwa hanya satu bait yang harus dimainkan dengan musik tanpa iringan vokal, tetapi kedua bait itu harus dinyanyikan dalam pertunjukan vokal.
Bait kedua biasanya tidak dimainkan ketika dimainkan pada acara olahraga, tetapi kebanyakan dari pembawaan lagu kebangsaan Brasil untuk acara-acara olahraga itu secara instrumentalia saja.
Dalam lirik, Ipiranga merujuk kepada sungai Ipiranga yang mengalir di dalam kota São Paulo, di mana Kaisar Pedro I menyatakan kemerdekaan Brasil dari Portugal.[1]
Lirik bahasa Portugis
sunting| Bahasa Portugis Brasil | Kana | Transkripsi AFI |
|---|---|---|
Ouviram do Ipiranga as margens plácidas, | オウヴィラム・ド・イピランガ・アス・マルジェンス・プラシダス、 | [owˈvi.ɾɐ̃w̃ du‿i.piˈɾɐ̃.ɡɐ‿az ˈmaʁ.ʒẽj̃s ˈpla.si.dɐs] |
- Terjemahan
Terdengar di tepi sungai Ipiranga
gema seruan bangsa yang berani
Dan dalam cahaya dari mentari kebebasan
langsung menyinari tanah air kita.
Jika jaminan dari kesetaraan ini,
kami dapatkan dengan tangan perkasa kami,
Dalam sanubarimu, oh Kebebasan,
dada kami siap untuk mati!
Oh tanah air tercinta,
yang di-idolakan,
Hidup! Hidup!
Brasil, sebuah mimpi besar, sebuah sinar terang,
pada cinta dan harapan sinari bumi
Jika di langitmu yang cerah dan indah
lambang Salib (Selatan) berkilau berseri.
Raya oleh alammu
Engkau indah, engkau perkasa, sebuah raksasa pemberani,
Dan masa depanmu mencerminkan kebesaranmu.
Tanah tercinta
Dari ribuan tanah lainnya
Engkaulah, Brasil,
Oh tanah air tercinta!
Bagi putra-putri tanah ini
engkaulah ibu yang lembut,
tanah air tercinta,
Brasil
Terletak di buaian memesona,
dengan suara laut dan cahaya langit
Engkau berkilau, oh Brasil, karangan bunga Amerika,
disinari oleh mentari Dunia Baru!
Terbaik dari tanah termegah lain,
Senyummu, ladang indah yang lebih banyak bunga
"Ladang kami lebih berkehidupan",
"Hidup kami" dalam sanubarimu "lebih banyak cinta". (*)
Oh tanah air tercinta,
yang di-idolakan,
Hidup! Hidup!
Brasil, menjadi lambang cinta sejati
Panji berbintang yang engkau tampilkan
Dan dikata oleh hijau-laurelmu di panji ini
"Damai pada masa depan dan kejayaan pada masa lampau"
Tapi jika engkau bangkitkan martil keadilan yang perkasa,
engkau akan lihat putramu tidak akan mundur dari pertempuran,
tidak pula ia yang mencintaimu takut pada kematiannya.
Tanah tercinta
Dari ribuan tanah lainnya
Engkaulah, Brasil,
Oh tanah air tercinta!
Bagi putra-putri tanah ini
engkaulah ibu yang lembut,
tanah air tercinta,
Brasil!
(*) Bagian yang bertanda diambil dari puisi Gonçalves Dias yang berjudul "Canção do exílio".
Lirik bahasa Tupi
suntingEmbeyba Ypiranga sui, pitúua,
ocendu kirimbáua sacemossú
Cuaracy picirungára, cendyua,
retama yuakaupé, berabussú.
Xepy quá iauessáua sui ramé,
Itayiuá irumo, iraporepy,
Mumutara sáua, ne pyá upé,
I manossáua oiko iané cepy.
Iassalssú ndê,
oh moetéua
Auê! Auê!
Brasil ker pi upé, cuaracyáua,
Caissú í saarússáua sui ouié,
Marecê, ne yuakaupé, poranga.
Ocenipuca Curussa iepé!
Turussú reikô, ara rupí, teen,
Ndê poranga, i santáua, ticikyié
Ndê cury quá mbaé-ussú omeen.
Yby moetéua,
Ndê remundú,
reikô Brasil,
ndê, iyaissú!
Mira quá yuy sui sy catú,
Ndê, ixaissú, Brasil
Ienotyua catú pupé reicô,
memê, paráteapú, quá ara upé,
Ndê recendy, potyr America sui.
i cuaracy omucendy iané!
Inti orecó purangáua pyré
ndê nhu soryssára omeen potyra pyré,
ìCicué pyré orecó iané caaussúî.
Iané cicué, ìndê pyá upé, saissú pyréî.
Iassalssú ndê,
oh moetéua
Auê! Auê!
Brasil, ndê pana iacy-tatá-uára
toicô quá caissú retê,
I quá-pana iakyra-tauá tonhee
Cuire catuana, ieorobiára kuecê.
Supí tacape repuama remé
ne mira apgáua omaramunhã,
iamoetê ndê, inti iacekyé.
Yby moetéua,
Ndê remundú,
reikô Brasil,
ndê, iyaissú!
Mira quá yuy sui sy catú,
Ndê, ixaissú, Brasil!
