Institut français (secara harfiah berarti "institut Prancis") adalah sebuah organisasi yang dibentuk pada tahun 1907 oleh Kementerian Luar Negeri Prancis untuk mempromosikan bahasa dan budaya Prancis ke seluruh dunia. Institut ini memiliki lebih dari 150 cabang di seluruh dunia ditambah dengan 1000 cabang Alliance française. Institut français tidak hanya menyediakan kursus bahasa Prancis dari tingkat pemula hingga mahir, tetapi juga mengadakan pagelaran seni serta mempromosikan buku, film, teknologi dan gagasan dari Prancis.
Secara historis, institusi Prancis yang didirikan pada paruh pertama abad ke-20 berafiliasi dengan lembaga akademik, sementara pusat kebudayaan Prancis, yang umumnya dibentuk pada paruh kedua abad ke-20 atau awal abad ke-21, didirikan oleh pemerintah Prancis. Namun, perbedaan ini kini tidak lagi berlaku, dan pusat kebudayaan sekarang mengadopsi nama Institut Français.
Benin, menjadi salah satu negara francophone (frankofon), yang mempunyai cabang Intitut Français.
Terdapat 143 institusi Prancis dan pusat kebudayaan Prancis di luar negeri yang berada di bawah naungan Kementerian Luar Negeri Prancis. Mereka bertugas mempromosikan kerja sama intelektual, budaya, dan audiovisual antara para profesional, menampilkan seni Prancis, Francophone (Frankofon), serta seni tradisional dan kontemporer lokal kepada berbagai kalangan, terutama audiens muda. Selain itu, mereka juga mempromosikan pendidikan tinggi Prancis kepada mahasiswa dan pengajar asing serta menyediakan berbagai kursus dan ujian internasional untuk bahasa Prancis.
Biasanya, institusi ini berada dalam kedutaan Prancis dan memiliki status yang mandiri secara finansial tetapi tidak secara hukum. Hal ini memberikan direktur mereka kewenangan untuk mengelola anggaran yang berasal dari hibah Kementerian Luar Negeri serta sumber pendapatan mandiri, termasuk dana cadangan untuk program multi-tahun. Pendanaan institusi ini berasal dari pendapatan sendiri, seperti pengajaran bahasa Prancis sebagai bahasa resmi atau bahasa asing (tergantung negara), serta sponsor bagi institusi yang memiliki ambisi dalam pengelolaan budaya. Sementara itu, lembaga penelitian Prancis di luar negeri (IFRE) berada di bawah Kementerian Luar Negeri serta CNRS (Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis).
Saat ini, institusi Prancis dan pusat kebudayaan Prancis menjadi alat utama dalam memperkuat kerja sama antar profesional di bidang budaya dan pendidikan, serta mempromosikan keragaman budaya dan bahasa di seluruh dunia.
Cabang di Indonesia
sunting
Salah satu cabang Institut Français Indonesia di Kota Bandung
Rabat, MarokoYaoundé, KamerunSebagai salah satu negara francophone (frankofon), Benin mempunyai cabang Institut FrançaisInstitut français de Pologne : Cracovie et Varsovie (Polandia)
Pada November 2023, Institut Français di Gaza terkena serangan udara Israel di tengah perang Israel–Hamas, tetapi tidak ada laporan cedera di antara staf di lokasi tersebut.[1]
Institut Français Indonesia (bahasa Prancis: Institut français d'Indoésie; bahasa Inggris: Institut Français Indonesia ; bahasa Indonesia: Institut Prancis
Institut Français d’Archéologie Orientale (disingkat IFAO), juga dikenal sebagai French Institute for Oriental Archaeology in Cairo adalah sebuah institut
ini. Port-aux-Français sur le site de l'IPEV, Institut polaire Paul Emile Victor Diarsipkan 2014-02-02 di Wayback Machine. Port-aux-Français, galerie photos
Institut français de la mode adalah sebuah perguruan tinggi fashion dan desain yang berbasis di Paris. Ketuanya adalah Pierre Bergé, pendiri Yves Saint
Nasional. hlm. 16. "Institut français d'archéologie orientale du Caire". Ḥawlīyāt Islāmīyah (dalam bahasa Prancis). Vol. 4. Institut français d'archéologie
ke Institut Schoevers BV, “Bahasa Belanda”, Denhaag, Belanda pada tahun 1975. Lalu kemudian Institut Francais des Pays-bas “Brevet de Langue Francais”,
Jakarta: KPG bekerjasama dengan École française d‘Extrême-Orient, Institut Français d'Indonésie dan Forum Jakarta-Paris. ISBN 978-602-481-090-0. Bernard