Intan Paramaditha
Lahir15 November 1979 (umurย 46)
Bandung
PekerjaanPenulis fiksi, akademisi
Kebangsaanย Indonesia
Karya terkenalSihir Perempuan (2005), Gentayangan: Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu (2017), Apple and Knife (2018)
PasanganUgoran Prasad

Intan Paramaditha (lahir 15 November 1979) adalah seorang pengarang dan akademisi Indonesia. Karya sastra maupun tulisan ilmiahnya sering kali berfokus pada hubungan antara gender, seksualitas, budaya, dan politik. Ia mendapat gelar doktor dari New York University pada tahun 2014. Salah satu karya sastranya yang terkenal yaitu kumpulan cerpen Sihir Perempuan.

Pendidikan

sunting

Intan lulus dari Sastra Inggris Universitas Indonesia pada tahun 2001. Pada tahun 2005โ€“2007, dengan beasiswa Fulbright, ia menempuh pendidikan Master of Arts di Universitas California, San Diego dalam bidang yang sama.[1] Ia kemudian mendapat fellowship dari New York University untuk menjalani program Ph.D dalam bidang Kajian Sinema. Ia lulus dengan predikat distinction pada tahun 2014.

Karier penulis

sunting

Intan dikenal lewat Sihir Perempuan, kumpulan cerpen yang masuk ldalam jajaran lima besar Khatulistiwa Literary Award (Kusala Sastra Khatulistiwa) pada tahun 2005 [2] dan novel Gentayangan: Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu, buku sastra prosa terbaik Tempo 2017.[3] Bersama Eka Kurniawan dan Ugoran Prasad, ia menulis antologi Kumpulan Budak Setan (2010), persembahan untuk Abdullah Harahap, penulis horor terkenal pada tahun 1970 dan 1980-an.[4] Pada tahun 2013, ia mendapat penghargaan sebagai cerpenis terbaik Kompas lewat cerpennya yang berjudul Klub Solidaritas Suami Hilang.[5]

Cerpen-cerpennya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Stephen J. Epstein dan terbit dengan judul Apple and Knife (2018).[6] Buku tersebut diterbitkan oleh Brow Books di Australia dan Harvill Secker dari grup Penguin Random House di Inggris.[7] Sydney Morning Herald menyebut Intan sebagai bagian dari gelombang baru penulis perempuan yang mengolah isu seputar tubuh, kuasa, identitas, dan perlawanan perempuan.[8] Novel Gentayangan, yang juga diterjemahkan oleh Stephen J. Epstein, mendapatkan PEN/ Heim Translation Fund Grant dari PEN America dan PEN Translates Award dari English PEN pada tahun 2018.[9] Novel ini masuk dalam daftar panjang The Stella Prize 2021 di Australia.[10]

Esai Intan, "On the Complicated Questions Around Writing About Travel," terpilih sebagai salah satu esai yang terbit dalam The Best American Travel Writing 2021.[11]

Ia juga menulis naskah teater yaitu Goyang Penasaran, pertunjukan kolaborasi Teater Garasi dan disutradarai oleh Naomi Srikandi. Pertunjukan tersebut diadaptasi dari cerpen Intan dengan judul yang sama dalam buku Kumpulan Budak Setan, serta dipentaskan di Yogyakarta dan Teater Salihara Jakarta (2012). Berkisah tentang penyanyi dangdut kampung yang dipuja sekaligus dihujat, Goyang Penasaran menawarkan pandangan kritis atas isu seksualitas, agama, dan politik setelah jatuhnya rezim Orde Baru.[12]

Karier akademisi

sunting

Intan adalah dosen Kajian Media dan Film di Macquarie University, Sydney, setelah sebelumnya mengajar di Universitas Indonesia dan Sarah Lawrence College.[13] Ia banyak menulis tentang gender dan seksualitas serta kajian budaya, khususnya film. Tulisan ilmiahnya terbit di jurnal dan antologi seperti Feminist Review, [14]Film Quarterly, Jump Cut, Asian Cinema, Inter-Asia Cultural Studies, Southeast Asian Independent Cinema, dan Encyclopedia of Women and Islamic Cultures.

Penghargaan

sunting
  • Daftar panjang penghargaan sastra The Stella Prize 2021.
  • PEN Translates Award 2018.
  • Tokoh Seni Majalah Tempo 2017.
  • Cerpenis terbaik Kompas 2013 lewat cerpen โ€œKlub Solidaritas Suami Hilang.โ€
  • 10 Cerpen Terbaik Pena Kencana 2009.
  • Lima besar Khatulistiwa Literary Awards (Kusala Sastra Khatulistiwa) untuk kumpulan cerpen Sihir Perempuan (2005) dan novel Gentayangan (2017).

Daftar Karya

sunting

Buku

sunting
  • Sihir Perempuan (Katakita, 2005), kumpulan cerpen.
  • Kumpulan Budak Setan (Gramedia Pustaka Utama, 2010), antologi cerpen bersama Eka Kurniawan dan Ugoran Prasad.
  • Goyang Penasaran: Naskah Drama dan Catatan Proses (KPG, 2013), naskah drama, wawancara dengan seniman, dan esai seputar pertunjukan Goyang Penasaran. Ditulis bersama Naomi Srikandi.
  • Gentayangan: Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu (Gramedia Pustaka Utama, 2017), novel. Diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Stephen J. Epstein dengan judul The Wandering (Harvill Secker/ Penguin Random House, 2020).
  • Apple and Knife (Australia: Brow Books, UK: Harvill Secker, 2018), kumpulan cerpen terjemahan Stephen J. Epstein.
  • Malam Seribu Jahanam (GPU, 2023), novel.

Teater

sunting
  • Goyang Penasaran (Teater Garasi, 2011 dan 2012)

Referensi

sunting
  1. ^ โ€œFulbrighter Intan Paramaditha Selected as the Best Short Story Writer of 2013,โ€ www.aminef.or.id http://www.aminef.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=121:fulbrighter-intan-paramaditha-selected-as-the-best-short-story-writer-of-2013&catid=9&Itemid=105
  2. ^ "Khatulistiwa Announces Short List," The Jakarta Post, 4 September 2005.
  3. ^ โ€œIblis Romantis dan Sepatu Merah,โ€ Majalah Tempo, 14 Januari 2018.
  4. ^ โ€œBudak Setan Menafsir Horor,โ€ Koran Tempo, 23 Februari 2010.
  5. ^ Penghargaan Cerpen Terbaik Kompas, Kompas, 26 Juni 2014, hal. 1.
  6. ^ "Intan Paramaditha: Apple and Knife," The Saturday Paper, 3-9 Maret, 2018.
  7. ^ "Apple and Knife," www.penguin.co.uk.
  8. ^ โ€œThe new wave: emerging female writers push the boundaries,โ€ 4 Mei, 2018.
  9. ^ โ€œIntan Paramadithaโ€™s novel wins PENโ€™s two prestigious grants,โ€ The Jakarta Post, 30 Januari 2019.
  10. ^ Burke, Kelly (2021-03-04). "Stella prize 2021: finalists 'span the gamut' of human enterprise and experience". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSNย 0261-3077. Diakses tanggal 2023-02-08.
  11. ^ Manske, Laura. "Discover The World In 'The Best American Travel Writing 2021'". Forbes (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-02-08.
  12. ^ โ€œThe Obsessive Twist Coming Your Way,โ€ The Jakarta Post, 3 Maret, 2012.
  13. ^ intanparamaditha.org http://intanparamaditha.org/about/ Diarsipkan 2015-08-31 di Wayback Machine.
  14. ^ Paramaditha, Intan (2022-07). "Radicalising 'Learning From Other Resisters' in Decolonial Feminism". Feminist Review (dalam bahasa Inggris). 131 (1): 33โ€“49. doi:10.1177/01417789221102509. ISSNย 0141-7789.

Lihat pula

sunting

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Ugoran Prasad

Etalase (Grasindo, 2003). Pada tahun 2010, bersama Eka Kurniawan dan Intan Paramaditha, ia menerbitkan kumpulan cerpen Kumpulan Budak Setan (Gramedia Pustaka

Intan (disambiguasi)

Indonesia Intan Kieflie, pemeran Indonesia Intan Nuraini, model, pemeran dan penyanyi Indonesia Intan Paramaditha, novelis Indonesia Intan RJ, pemeran

Daftar penulis perempuan Indonesia

Pamuntjak (lahir 1971), penyair, novelis, penulis esai, penulis makanan Intan Paramaditha (lahir 1979), novelis, penulis cerita pendek, akademisi Primadonna

Perempuan yang Dihapus Namanya

Diarsipkan dari asli tanggal 2015-02-23. Diakses tanggal 2015-07-06. "Intan Paramaditha". Diarsipkan dari asli tanggal 2018-08-14. Diakses tanggal 2015-07-06

Daftar alumni Universitas Indonesia

Indonesia Digugat". Indonews.com. Diakses tanggal 17 Februari 2022. "Intan Paramaditha". www.ciptamedia.org. Diakses tanggal 2024-10-25. "Top Batik Fashion

Festival Film Dokumenter Yogyakarta 2020

Internasional Yamagata Sandeep Ray, penulis, pembuat film dan sejarawan Intan Paramaditha, penulis fiksi dan akademisi John Torres, pembuat film, musisi, dan

Norman Erikson Pasaribu

keingintahuan". Intan Paramaditha menyoroti "perspektif queer yang unik tentang cinta, kesepian, persekusi, masyarakat, dan agama" dalam Sergius. Intan menyebut

Teater Garasi

Teater Garasi 2010. Yogyakarta, Jakarta) Goyang Penasaran (Naskah: Intan Paramaditha, Sutradara: Naomi Srikandi, prod. EWA Yayasan Kelola dan Teater Garasi