Interaksionisme merupakan cabang dari ilmu sosiologi yang membahas tentang cara seorang individu berperilaku dan membuat keputusan berdasarkan lingkungan individu tersebut. Kurang lebihnya, pembahasan dari interaksionisme mengacu pada apa yang mendasari perbuatan seseorang; Sebab, apa yang dilakukan seseorang tidak semata-mata merupakan respon dari stimuli yang didapatkan orang tersebut, melainkan juga didasari oleh konteks lingkungan (bisa berupa identitas lawan bicara, hal yang terjadi di sekitar orang tersebut atau tempat orang tersebut berada).[1]

Contohnya, apabila pada saat berkendara kita disalip oleh sebuah mobil besar yang melaju dengan kecepatan tinggi, maka interpretasi kita terhadap mobil tersebut akan negatif. Lain halnya apabila mobil tersebut ternyata merupakan mobil pemadam kebakaran, maka interpretasi kita terhadap mobil tersebut akan menjadi positif karena mobil pemadam kebakaran tersebut melaju cepat untuk menyelamatkan orang atau memadamkan api.[2]

Referensi

sunting
  1. ^ 1900-1987., Blumer, Herbert, (1986, ©1969). Symbolic interactionism : perspective and method. Berkeley: University of California Press. ISBN 9780520056763. OCLC 13557595. ; Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  2. ^ "Interactionism in Sociology: Definition & Examples - Video & Lesson Transcript | Study.com". study.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-10-31.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Teori interaksi simbolik

implementasinya dalam berbagai penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli. Interaksionisme simbolik berkembang pada awal abad ke-20 sebagai respons terhadap

Erving Goffman

Chicago dan dikenal sebagai angota aliran Chicago dan sebagai teoretis interaksionisme simbolis. Dalam menciptakan perspektif teoretisnya Goffman mengambil

Masyarakat

fungsionalisme (atau fungsionalisme struktural), teori konflik, dan interaksionisme simbolik. Menurut pandangan Karl Marx, manusia pada hakikatnya adalah

Daftar aliran filsafat

– Instrumentalisme – Rasionalitas instrumental – Intelektualisme – Interaksionisme (filsafat budi) – Internalisme dan eksternalisme – Intuisionisme –

Herbert Blumer

Amerika Serikat yang dikenal luas atas kontribusinya terhadap teori interaksionisme simbolik serta metodologi penelitian sosial. Ia meyakini bahwa realitas

Filsafat bahasa

bagi filsuf bahasa. Semisalnya, salah satu bidang utama sosiologi, interaksionisme simbolik yang didasarkan kepada pemahaman yang berarti bahwa organisasi

Kriminologi

jahat dengan kondisi biologis atau fisik seseorang. Interaksionisme Dalam paradigma interaksionisme, tingkah laku jahat merupakan definisi dari hasil interaksi

Teori sosiologis

halnya , Teori Sosiologis Klasik, Fungsionalisme, Teori Konflik, dan Interaksionisme Simbolik mempunyai karakteristik serta fokus yang berbeda. Berikut