Ground-Based Interceptor (GBI) adalah rudal anti balistik komponen dari sistem Ground-Based Midcourse Defense Amerika Serikat (GMD). Pencegat ini terdiri dari kendaraan pendorong, yang dibangun oleh Orbital Sciences Corporation, dan Exoatmospheric Kill Vehicle (EKV), yang dibangun oleh Raytheon. Integrasi ini dilakukan oleh Boeing Defense, Space & Security.[1][2][3]

Orbital Boost Vehicle (OBV) tiga tahap menggunakan roket tahap atas berbahan bakar padat dari peluncur Taurus. Versi pencegat yang digunakan di AS memiliki tiga tahap. Versi dua tahap berhasil diuji pada tahun 2010 untuk digunakan dalam pertahanan rudal NATO Eropa sebagai opsi cadangan untuk System Standard Missile 3 Aegis yang lebih disukai.

Sebanyak 64 pencegat direncanakan: 30 pencegat dikerahkan pada akhir tahun 2010 di Fort Greely, Alaska dan Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg di California. dengan empat belas rudal tambahan yang dikerahkan pada tahun 2017, dan 20 GBI lagi direncanakan. Sejak 2006, Badan Pertahanan Rudal melakukan tujuh tes pencegatan dengan rudal yang dikonfigurasi secara operasional, empat di antaranya berhasil.

Referensi

sunting
  1. ^ "Fact sheet: GMD Boost Vehicle" (PDF). Orbital Sciences Corporation. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2014-07-03. Diakses tanggal 2021-12-06.
  2. ^ William Graham (27 June 2013). "Orbital's Pegasus XL successfully lofts IRIS spacecraft". NASA. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-05-12. Diakses tanggal 2021-12-06. The Orbital Boost Vehicle, developed for the US military's Ground Based Interceptor program, uses the upper stages of the Taurus
  3. ^ Turner Brinton (June 7, 2010). "Two-Stage Interceptor Missile Succeeds in First Flight Test". Space News. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-08-09. Diakses tanggal February 8, 2015.

Kategori:Roket berbahan bakar padat Kategori:Peluru kendali antibalistik

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kinetic Energy Interceptor

Kinetic Energy Interceptor (KEI) adalah program rudal pertahanan direncanakan US yang tujuannya adalah untuk merancang, mengembangkan, dan menyebarkan

Pesawat pencegat

pesawat pencegat yang lebih berkemampuan, projek itu dinamakan 1954 interceptor, yang kelak menghasilkan F-106 Delta Dart setelah proses pengembangan

Jack Sparrow

membebaskan Jack, dan keduanya mencuri kapal angkatan laut kerajaan, Interceptor. Setelah mereka berhasil merekut kru di Tortuga, mereka berlayar menuju

Pangkalan TNI Angkatan Udara Iswahjudi

Februari 1941 Dua skadron tempur, berkekuatan 17 pesawat Curtiss Wright 21B Interceptor, sejak akhir tahun 1941 Satu skadron latih, berkekuatan 6 pesawat Brewster

Shenyang J-8

(Jian-8; NATO pelaporan Nama: Finback, Cina: 歼-8) adalah pesawat tempur interceptor kecepatan tinggi, high-altitude satu kursi buatan Tiongkok . Kru: 1 Panjang:

2028

banyaknya jumlah imigran. ESA meluncurkan wahana antariksa baru yaitu Comet Interceptor. Wahana ini mempunyai misi yaitu medekati komet (1I/2017 U1) "Oumuamua"

Mikoyan MiG-31

diperkenalkan tahun 1990. Penambahan sistem in-flight refueling. Mig-31 01DZ: Interceptor dengan kursi tandem dan berkemampuan segala cuaca dan dengan segala ketinggian

Kyushu J7W

pendorong. Dikembangkan oleh Angkatan laut Kekaisaran Jepang (IJN) sebagai interceptor berbasis darat berjarak pendek, J7W adalah pesaing terhadap Boeing B-29