Interpretatio germanica (berarti "penafsiran Jermanik") adalah istilah bahasa Latin merujuk kebiasaan suku bangsa Jermanik awal untuk memadankan dewa-dewi Romawi dengan dewa-dewi Jermanik. Menurut Rudolf Simek, kebiasaan ini mulai muncul sekitar abad ke-1 Masehi, ketika kedua budaya tersebut melakukan kontak yang lebih akrab.

Nama-nama hari

sunting

Beberapa bukti untuk interpretatio germanica ada dalam terjemahan bahasa-bahasa Jermanik dari Romawi untuk penamaan hari:

Dalam hampir semua bahasa-bahasa Roman, yang berkembang bahasa Latin, hari dalam seminggu masih mempertahankan nama dewa Romawi asli, seperti bahasa Italia untuk hari Selasa, yaitu martedì (berkembang dari bahasa Latin, yaitu Martis dies).

Sabtu merupakan satu-satunya hari yang tidak memiliki padanan dalam bahasa-bahasa Jermanik, sehingga langsung menyerap dari nama dewi Saturnus dalam bahasa Latin. Nama hari yang memakai dewi Saturnus muncul dalam banyak bahasa Jermanik Barat; seperti Saturday dalam bahasa Inggris, Saterdei dalam bahasa Frisia Barat, Saterdag dalam bahasa Sachsen Hilir, dan zaterdag dalam bahasa Belanda; semuanya berarti Saturnus.[1]

Sanggahan

sunting

Simek menekankan kurangnya bukti untuk interpretatio germanica, yang tersebar luas, sebagai lawan dari interpretatio romana, yang telah memiliki bukti tertulis langsung, dan mencatat bahwa perbandingan dengan dewa-dewi Romawi tidak cukup untuk merekonstruksi dewa-dewi Jermanik kuno, atau menyamakannya secara pasti dengan dewa-dewi dari mitologi Nordik.[2]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "Saturday". Online Etymological Dictionary. Diakses tanggal 25 March 2019.
  2. ^ Simek, Rudolf (2007). Dictionary of Northern Mythology. Diterjemahkan oleh Hall, Angela. D.S. Brewer. hlm. 174. ISBN 0-85991-513-1.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

"Isis" orang Suebi

(sebuah kelompok suku bangsa Jermanik). Itu dikarenakan ia memakai interpretatio romana di bagian lain dalam teks tersebut, sehingga para cendekiawan umumnya

Kemiripan antara mitologi Etruria, Yunani, dan Romawi

0-06-053690-X) Simek, Rudolf (2007) translated by Angela Hall. Dictionary of Northern Mythology. D.S. Brewer. ISBN 0-85991-513-1 Essay on interpretatio romana

Daftar dewa-dewi Romawi

disamakan bangsa Romawi dengan dewa-dewi Yunani yang sebanding (lih. interpretatio graeca). Bangsa Romawi memasukkan mitos-mitos, ikonografi, dan kadang-kadang

Budaya Galia-Romawi

pengadaptasian moral-moral dan gaya hidup Romawi ke dalam kehidupan Galia. Interpretatio romana memberikan nama-nama Romawi untuk dewa-dewi Galia, seperti misalnya

Swiss pada era Romawi

Taranis oleh Jupiter dan seterusnya, dalam praktik yang disebut interpretatio romana oleh Caesar, yang memeloporinya. Dewa-dewa Romawi juga memperoleh

Isis

dewa-dewi mereka sendiri, dalam sebuah proses yang dikenal dengan sebutan interpretatio graeca. Herodotus, orang Yunani yang menulis tentang Mesir pada abad

Dewa-dewi Mesir Kuno

dewa-dewa mereka sendiri, sebagai bagian dari tradisi Yunani-Romawi interpretatio graeca. Pemujaan dewa-dewa pribumi tidak tertelan oleh pemujaan dewa-dewa

Cento Vergilianus de laudibus Christi

laudibus Christi benar-benar adalah karya tulis Faltonia Betitia Proba. Interpretatio Christiana, adaptasi unsur-unsur budaya dan fakta sejarah non-Kristen