Menara jam dengan jam stasiun, di Stasiun Medan

Jam stasiun adalah sebuah jam yang dipasang di stasiun kereta api sebagai petunjuk waktu bagi penumpang maupun pegawainya.

Stasiun kereta api biasanya memasang beberapa jam stasiun, baik di menara jam, di loket, di bangunan utama stasiun, di kanopi peron, di peron, maupun di tempat-tempat lain yang dirasa perlu.

Desain

sunting

Desain jam stasiun di Eropa dulunya cukup beragam. Saat ini, mayoritas jam stasiun merupakan turunan dari jam stasiun Swiss yang didesain oleh seorang insinyur asal Swiss, Hans Hilfiker pada tahun 1944, saat bekerja di Swiss Federal Railways SBB CFF FFS.[1] Pada tahun 1953, Hilfiker menambahkan penanda detik berwarna merah berbentuk cakram pada desainnya. Implementasi teknis dari jam stasiun ini, serta sinkronisasi terpusat dengan jam utama, direkayasa bersama Mobatime.[2][3]

Desain standar jam stasiun modern di Eropa berupa wajah jam berwarna putih yang dapat berpendar pada saat gelap, jarum jam dan menit berupa batang berwarna hitam, tidak mencatumkan angka pada tepi jam, serta jarum detik berupa batang tipis yang dilengkapi cakram pada ujungnya dan kerap berwarna merah. Desain ini cukup mudah dilihat dari jarak yang jauh sekalipun.[2]

Contoh

sunting

Lihat juga

sunting

Referensi

sunting

Catatan

sunting
  1. ^ "Remarkable clocks and watches: the Swiss railway clock". swissworld.org. Berne, Switzerland: Presence Switzerland, Swiss Federal Department of Foreign Affairs FDFA. Diakses tanggal 2014-12-11.
  2. ^ a b Kรถbi Gantenbein, ed. (2013). Die Bahnhofsuhr โ€“ Ein Mythos des Designs aus der Schweiz (dalam bahasa German). Zurich, Switzerland: Edition Hochparterre. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-11-04. Diakses tanggal 2014-10-19. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  3. ^ "Mobatime โ€“ Swiss Time Systems: References". Sumiswald, Bern, Switzerland: MOSER-BAER SA. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-10-19. Diakses tanggal 2014-10-19.

Bibliografi

sunting
  • Lyman, Ian P (2004). Railway Clocks. Mayfield, Ashbourne, Derbyshire, England: Mayfield Books. ISBNย 0954052560.

Pranala luar

sunting

Media terkait Station clocks di Wikimedia Commons

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Stasiun Kedungjati

belakang stasiun, penempatan ruang tunggu kelas 3 Stasiun Kedungjati justru berada di depan pintu keberangkatan. Terdapat empat jam stasiun mekanik, dengan

Stasiun Purwokerto

10,5 jam saja. Berdasarkan jumlah penumpang kereta api antarkota yang dirilis PT Kereta Api Indonesia (KAI) antara Januariโ€”Oktober 2024, Stasiun Purwokerto

Stasiun Lempuyangan

Stasiun Lempuyangan (LPN) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe B yang terletak di Bausasran, Danurejan, Kota Yogyakarta. Stasiun yang terletak pada

Stasiun Klaten

SDT berangkat dari Stasiun Klaten Tampak depan Stasiun Klaten, 2025 Bagian Peron Stasiun Klaten, 2025 Jam Stasiun Klaten Logo Stasiun Klaten yang terletak

Stasiun Batang

Stasiun Batang (BTG) merujuk pada dua buah stasiun kereta api kelas II yang terletak di Kecamatan Batang, Kabupaten Batang. Stasiun yang terletak pada

Stasiun Kroya

Stasiun Kroya (KYA) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe B yang terletak di Bajing, Kroya, Cilacap. Stasiun yang terletak pada ketinggian +11 meter

Stasiun Gedangan (Sidoarjo)

berhenti di stasiun hingga waktu keberangkatannya. Oleh karena itu, setiap jam berangkat atau pulang kerja, terjadi kemacetan di sekitar stasiun tersebut

Stasiun Tegal

kecepatan kereta api uap pada masa itu dapat ditambah dari 30 menjadi 45 km/jam. Stasiun Tegal memiliki enam jalur kereta api. Pada awalnya, jalur 1 merupakan