Jess Pepper adalah aktivis lingkungan yang memulai gerakan peduli akan iklim dengan cara unik, yaitu membangun Climate Cafรฉ pada 2015. Climate Cafรฉ kali pertama diwujudkan di Pertshire, Skotlandia. Jess masuk dalam daftar 100 Wanita Inspiratif dan Berpengaruh BBC World, sebagai salah satu dari 28 Pelopor Iklim. Ia adalah anggota kehormatan dari Royal Scottish Geographical Society dan anggota dari Royal Society of Arts.[1]
Ia menyatakan bahwa Climate Cafรฉ adalah ruang yang dibangun oleh komunitas untuk membicarakan segala hal tentang iklim. Perbincangan itu dilakukan sambil minum dan berbincang santai.[2]
โAwalnya saya tidak yakin akan ada orang yang mau berbicara tentang iklim dalam suasana seperti itu. Ternyata, pada pertemuan pertama, orang-orang antusias membahas iklim di antara kenyamanan minum layaknya di kafe,โ kata Jess Pepper. [2]
Di dalam komunitas itu, orang dapat berbicara secara terbuka tentang krisis iklim. Bukan hanya itu, mereka dapat bersuara tentang kekhawatiran, kesedihan, dan harapan tanpa penghakiman dan tanpa perlu menjadi ahli. Saat ini Climate Cafรฉ menjadi gerakan global.[3]
Ternyata mereka yang diundang pada 2015 itu antusias dan bersepakat untuk lebih peduli pada lingkungan. Setelah perbincangan sambil minum teh yang nyaman, peserta kemudian memiliki kesadaran untukย mencoba mengurangi jumlah air yang digunakan di desa. Upaya yang berhasil itu membuat gerakan Climate Cafรฉ diadopsi di banyak wilayah. Pada 2019, Dunkeld & Birnam menerima penghargaan sebagai Desa Hemat Air pertama di Skotlandia dari Scottish Water.[2]
Salah satu bagian dari Climate Cafรฉ adalah kelompok berbagi makanan. Fiona Ritchie adalah anggotanya. Ketika menyaksikan warga di desanya banyak memboroskan makanan, anggota Climate Cafรฉ mendirikan dua pos. Kafe dan warga dapat membawa makanan berlebih ke pos itu untuk dikonsumsi sehingga tidak ada yang dibuang.[2]
Climate Cafe
suntingClimate Psychology Alliance-North America menyatakan bahwa Climate Cafe adalah ruang empatik yang dapat menampung kekhawatiran dan ketakutan tentang ketidakpastian krisis iklim dan ekologi.[4]
Climate Cafe menjadi strategi yang makin populer dengan pendekatan inovatif yang mendorong munculnya dialog terbuka mengenai emosi yang berkait dengan krisis iklim. Pendekatan yang dilakukan terinspirasi oleh karya Jess Pepper dengan menyediakan ruang aman bagi individu untuk berbagi pikiran dan perasaan mereka tentang krisis iklim.[5]
Gerakan itu mendorong orang untuk siap menanggapi ancaman kesehatan akibat perubahan iklim. Itu dapat memperdalam pemahaman mengenai pendekatan terapeutik dan komunitas yang tepat untuk mengatasi tekanan ekologis.
Referensi
sunting- ^ "BBC 100 Perempuan 2023: Siapa saja yang ada dalam daftar tahun ini? - BBC News Indonesia". News Indonesia. Diakses tanggal 2026-05-26.
- ^ a b c d Quigley, Elizabeth (2025-12-27). ""The cafe that started a climate movement over a cup of tea"". BBC Scotland. Diakses tanggal 26 Mei 2026.
- ^ Butler, Toby (2026-03-10). "Jess Pepper". Royal Holloway, University of London and the British Library. Diakses tanggal 2026-05-22.
- ^ De Jong, Anna; Harris, Susan; Costanian, Christy; Skinner, Harvey (2025-07). "Climate cafรฉs as a space for navigating climate emotions: A scoping review". The Journal of Climate Change and Health (dalam bahasa Inggris). 24: 100466. doi:10.1016/j.joclim.2025.100466. PMCย 12851246. PMIDย 41647672.
- ^ Calabria, Luis; Marks, Elizabeth (2024). "What happens in Climate Cafรฉs? Exploring responses to the psychological burdens of climate change in seven UK women". The Cognitive Behaviour Therapist (dalam bahasa Inggris). 17. doi:10.1017/S1754470X24000096. ISSNย 1754-470X.