Jonkheer (setara perempuan: jonkvrouw; Prancis: Écuyer; Inggris: Squire) adalah gelar kehormatan di Negeri Rendah yang menunjukkan pangkat terendah kaum bangsawan. Saat ini di Belanda, jonkheer umumnya merujuk pada awalan yang digunakan oleh kaum bangsawan tanpa gelar. Di Belgia, ini adalah gelar terendah dalam sistem kebangsawanan, yang diakui oleh Mahkamah Kasasi.[1][2] Gelar ini padanan dan setara dengan gelar kehormatan bangsawan Jerman, Junker, yang secara historis digunakan di seluruh wilayah Eropa yang berbahasa Jerman, dan sampai batas tertentu juga di Skandinavia.

Singkatan dari gelar kehormatan adalah jhr., dan singkatan untuk gelar perempuan adalah jkvr., yang ditempatkan sebelum nama depan dan gelar. Dalam terjemahan bahasa Prancis écuyer, gelar ini ditempatkan setelah nama lengkap, dipisahkan dengan koma, seperti "esquire" dalam bahasa Inggris. Namun, di Belgia, gelar ini bukanlah gelar kehormatan dan juga tidak menandakan seorang pengacara (yang biasanya menggunakan akhiran ", avocat" atau awalan "Maître", tergantung konteksnya).

Predikat

sunting

Kebangsawanan Belanda sebagian besar terdiri atas keluarga-keluarga yang tidak bergelar. Dengan demikian, predikat jonkler, atau ekuivalennya untuk perempuan jonkvrouw, digunakan untuk memperlihatkan bahwa seseorang memang tergolong bangsawan, tetapi tidak memiliki gelar. Singkatan jhr., atau jkvr. untuk perempuan, diletakkan di depan nama (mendahului gelar akademik, tetapi tidak di belakang gelar negara).

Sebagai predikat, jonkheer/jonkler dapat diterjemahkan sebagai "tuan muda" atau "esquire" dalam bahasa Inggris. Namun pada masa kini seseorang yang memiliki predikat ini lebih tepat bila menggunakannya sebagai "Sir X".


Gelar

sunting

Meskipun jonkheer bukanlah sebuah gelar resmi Belanda, sebagain keluarga tetap menggunakannya sebagai gelar. Hal ini khususnya tampak di kalangan Keluarga Kerajaan yang menggunakan gelar Jonkler van Amsberg.

Namun gelar ini sering kali tidak diakui oleh monarki modern karena keluarga ini didaftarkan sebagai bangsawan yang tidak bergelar dan karenanya hanya menggunakan predikat tersebut, atau karena keluarga itu tidak pernah meminta untuk didaftarkan namun dianugerahi status kebangsawanan sebelum didirikannya Kerajaan Belanda pada 1815. Keluarga-keluarga ini sering kali berasal dari Habsburg dan biasanya menyebut dirinya Jonker X, Jonkler X atau Junker X dan bukan Jonkheer. Kata itupun tidak digunakan dalam singkatan, melainkan dalam bentuk "Nama, Jonker X"


Nama julukan

sunting

Nama kota Yonkers, New York kemungkinan sekali adalah sebuah nama julukan, dan bukan gelar kehormatan, yang dihubungkan dengan Adriaen van der Donck; seorang Belanda pemilik tanah di New Netherlands yang belakangan diubah namanya menjadi New York. Meskipun usaha bisnisnya ternyata tidak begitu berhasil, kota Yonkers tetap menggunakan namanya untuk mengenang warisannya.


Lihat pula

sunting
  1. ^ "Arresten van het Hof van Cassatie", 1927.
  2. ^ "FAQ about nobility". FPS Foreign Affairs - Foreign Trade and Development Cooperation (dalam bahasa Inggris). 2023-02-13. Diakses tanggal 2025-04-22.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Count Claus-Casimir dari Oranye-Nassau, Jonkheer van Amsberg

Count Claus-Casimir dari Orange-Nassau, Jonkheer van Amsberg (Claus-Casimir Bernhard Marius Max; lahir 21 Maret 2004) adalah anak kedua dari Pangeran Constantijn

Alidius Tjarda van Starkenborgh Stachouwer

Jonkheer Alidius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (7 Maret 1888 – 16 Agustus 1978) adalah seorang bangsawan dan negarawan Belanda

Willem-Alexander dari Belanda

Oranye-Nassau (Belanda: Prins van Oranje-Nassau), dan Jonkheer dari Amsberg (Belanda: Jonkheer van Amsberg). Ia dibaptis sebagai anggota dari Gereja Reformasi

Dewa Mappaconga Mustafa

unan-sultan-adam-al-wasikubillah-martapura-kerajaan-banjar/ A. MEIJER (Jonkheer.) (1872). Militair tijdschrift (dalam bahasa Belanda). Bruining & Wijt

Máxima dari Belanda

Prince of Orange, Prince of the Netherlands, Prince of Orange-Nassau, Jonkheer van Amsberg with Her Royal Highness Princess Máxima of the Netherlands

Soekarno

Soekarno untuk menyampaikan pidato politik, gubernur jenderal garis keras Jonkheer, Bonifacius Cornelis de Jonge menggunakan kekuatan daruratnya untuk mengirim

Pendudukan Jepang di Hindia Belanda

penandatanganan dokumen kapitulasi, Pada 9 Maret 1942, Gubernur Jenderal Jonkheer Tjarda van Starkenborgh Stachouwer bersama Letnan Jenderal Hein ter Poorten

Perang Jawa (1825–1830)

keponakannya bersama dengan Mangkubumi. Residen baru Yogyakarta pengganti Nahuys, Jonkheer Anthonie Hendrik Smissaert bertindak keterlaluan dengan terlibat dalam