📑 Table of Contents

Juniperus drupacea
Spesimen di Madrid, Spanyol
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan:Plantae
Klad:Tracheophyta
Klad:Gymnospermae
Divisi:Pinophyta
Kelas:Pinopsida
Ordo:Cupressales
Famili:Cupressaceae
Genus:Juniperus
Spesies:
J.ย drupacea
Nama binomial
Juniperus drupacea
Jangkauan alami

Juniperus drupacea, atau arar suriah, merupakan spesies arar yang berasal dari kawasan Mediterania timur, meliputi wilayah Yunani selatan (terutama Pegunungan Parnon di Peloponnesos), Turki bagian selatan, Suriah bagian barat, Lebanon, hingga Israel utara. Tanaman ini biasanya tumbuh di area berbatu pada ketinggian sekitar 800โ€“1.700 meter. Spesies ini juga menjadi satu-satunya anggota dari seksi Juniperus subkelompok Caryocedrus,[2][3] yang dalam beberapa klasifikasi bahkan dianggap sebagai genera tersendiri bernama Arceuthos.[4]

Taksonomi

sunting

Nama ilmiah Juniperus drupacea diberikan oleh ahli botani Perancis, Jacques Julien Houtou de Labillardiรจre, dengan deskripsi resmi pertama kali diterbitkan dalam Icones Plantarum Syriae Rariorum pada tahun 1791. Epitet โ€œdrupaceaโ€ mengacu pada ciri khas buahnya yang berbentuk kerucut biji besar serta menyerupai buah beri kering sehingga membedakannya dari sebagian besar spesies lain dalam genus Juniperus. Karena bentuk kerucut dan bijinya yang unik, di mana biji-biji menyatu membentuk struktur mirip drupe, beberapa ahli sempat menempatkan spesies ini dalam genus tersendiri bernama Arceuthos, dengan nama Arceuthos drupacea. Namun, berdasarkan revisi taksonomi modern yang mempertimbangkan data genetik dan morfologi, penempatan ini tidak lagi digunakan; Arceuthos kini dianggap sebagai sinonim junior dari Juniperus, sehingga nama yang sah kembali menjadi Juniperus drupacea.[5]

Deskripsi

sunting

Juniperus drupacea merupakan jenis arar tertinggi, biasanya tumbuh sebagai pohon berbentuk kerucut dengan tinggi sekitar 10โ€“20 meter, meski beberapa individu dapat mencapai hingga 40 meter. Batangnya dapat mencapai ketebalan 1โ€“2 meter. Daunnya menyerupai jarum yang tersusun dalam lingkaran tiga, berwarna hijau, dengan panjang 5โ€“25 milimeter dan lebar 2โ€“3 milimeter. Pada bagian dalam daun terdapat dua pita stomata berwarna putih yang dipisahkan oleh tulang tengah hijau. Spesies ini umumnya bersifat berumah dua, sehingga individu jantan dan betina berada pada pohon yang berbeda.[6]

Kerucut berbijinya merupakan yang terbesar di antara semua arar. Bentuknya menyerupai buah beri yang keras dan kering, berwarna hijau sebelum akhirnya matang dalam waktu sekitar 25 bulan menjadi ungu kecokelatan dengan lapisan lilin biru pucat. Kerucut ini berbentuk bulat telur hingga hampir bulat, berukuran panjang 20โ€“27 milimeter dan diameter 20โ€“25 milimeter, tersusun dari enam atau sembilan sisik yang menyatu dalam dua atau tiga lingkaran, masing-masing dengan puncak agak menonjol. Tiga sisik bagian atas menghasilkan satu biji masing-masing, namun ketiga biji tersebut menyatu membentuk satu struktur mirip cangkang kacang. Buah kerucut jantannya muncul dalam kelompok yang membuatnya berbeda dari arar lainnya. Buah tersebut berjumlah sekitar 5โ€“20 buah per kelompok, berwarna kuning, berukuran 3โ€“4 milimeter, dan akan gugur segera setelah melepaskan serbuk sari pada awal musim semi.[7]

Referensi

sunting
  1. ^ Gardner, M. (2013). "Juniperus drupacea". 2013 e.T30311A2792553. doi:10.2305/IUCN.UK.2013-1.RLTS.T30311A2792553.en. ;
  2. ^ Adams, Robert P. & Schwarzbach, Andrea E. (2013). "Phylogeny of Juniperus using nrDNA and four cpDNA regions" (PDF). Phytologia. 95 (2): 179โ€“187.
  3. ^ Uckele, Kathryn A.; Adams, Robert P.; Schwarzbach, Andrea E. & Parchman, Thomas L. (2021). "Genome-wide RAD sequencing resolves the evolutionary history of serrate leaf Juniperus and reveals discordance with chloroplast phylogeny". Molecular Phylogenetics and Evolution. 156 107022. Bibcode:2021MolPE.15607022U. doi:10.1016/j.ympev.2020.107022. PMIDย 33242585. S2CIDย 227182680.
  4. ^ Yang, Yong; Ferguson, David Kay; Liu, Bing; Mao, Kang-Shan; Gao, Lian-Ming; Zhang, Shou-Zhou; Wan, Tao; Rushforth, Keith; Zhang, Zhi-Xiang (2022). "Recent advances on phylogenomics of gymnosperms and a new classification". Plant Diversity. 44 (4): 340โ€“350. Bibcode:2022PlDiv..44..340Y. doi:10.1016/j.pld.2022.05.003. PMCย 9363647. PMIDย 35967253.
  5. ^ "Juniperus drupacea Labill. | Plants of the World Online | Kew Science". Plants of the World Online (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-29.
  6. ^ "Juniperus drupacea (Syrian juniper) description". conifers.org. Diakses tanggal 2025-11-29.
  7. ^ "Juniperus drupacea - Trees and Shrubs Online". www.treesandshrubsonline.org. Diakses tanggal 2025-11-29.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Juniperus saltillensis

Juniperus saltillensis adalah spesies konifer dalam keluarga Cupressaceae. Semak atau pohon perdu ini endemik di Meksiko utara, di negara bagian Chihuahua

Juniperus pinchotii

Juniperus pinchotii, yang dikenal umum sebagai Pinchot juniper atau redberry juniper, adalah spesies juniper yang berasal dari Amerika Utara bagian barat

Juniperus jaliscana

Juniperus jaliscana, yang secara umum dikenal sebagai juniper Jalisco, adalah spesies tumbuhan runjung dalam keluarga cemara, Cupressaceae. Tumbuhan ini

Juniperus durangensis

Juniperus durangensis adalah spesies konifer dalam keluarga Cupressaceae. Spesies ini endemik di Meksiko, tepatnya di negara bagian Aguascalientes, Chihuahua

Juniperus blancoi

Juniperus blancoi adalah spesies konifer dalam famili Cupressaceae. Tumbuhan ini endemik di Meksiko. Farjon, A. (2013). "Juniperus blancoi". 2013 e.T31081A2802053

Juniperus comitana

Juniperus comitana adalah spesies tumbuhan runjung dalam famili Cupressaceae. Tumbuhan ini adalah pohon yang berasal dari Guatemala dan Chiapas di Meksiko

Juniperus gamboana

Juniperus gamboana adalah spesies konifer dalam keluarga Cupressaceae. Tumbuhan ini ditemukan di Guatemala dan Meksiko, tempat ia terancam oleh kehilangan

Juniperus monticola

Juniperus monticola, atau juniper gunung, adalah spesies konifer dalam keluarga Cupressaceae. Spesies ini hanya ditemukan di Meksiko. Farjon, A. (2013)