Jurang Pemisah
Album studio karya Yockie Suryo Prayogo bersama Chrisye
Dirilis17 April 1977[1]
Direkam1977
StudioIrama Mas, Jakarta
GenrePop rock, progressive rock
Durasi39:17
28:06 (versi piringan hitam 1977)
LabelPramaqua Records
ProduserYockie Suryo Prayogo
Kronologi Yockie Suryo Prayogo
Musik Santai
(1976)
Jurang Pemisah
(1977)
Musik Santai II
(1977)
Kronologi Chrisye
Guruh Gipsy
(1976)
Jurang Pemisah
(1977)
Badai Pasti Berlalu
(1977)
Sampul piringan hitam

Jurang Pemisah adalah album pertama kolaborasi Yockie Suryo Prayogo dengan Chrisye yang dirilis pada tahun 1977, menjadikan album ini sebagai album perdana dari penyanyi Chrisye.

Latar belakang

sunting

Setelah kesuksesan album Guruh Gipsy dan lagu "Lilin-Lilin Kecil", Chrisye didekati oleh Pramaqua Records pada tahun 1977 dan menawarkan kesempatan untuk merekam album perdananya. Bekerja sama dengan Yockie Suryo Prayogo, mereka merekam album Jurang Pemisah.[2] Chrisye mengisi vokal pada tujuh lagu dan juga memainkan bass, sementara Yockie memainkan kibor, gitar dan drum, serta mengisi vokal pada dua lagu. Ian Antono dan Teddy Sujaya memainkan gitar dan drum masing-masing untuk lagu "Mesin Kota" dan "Dia".[3]

Menurut Yockie, Jurang Pemisah merupakan sebuah "potret realitas sosial" dengan mengusung tema-tema seperti lingkungan dan politik. Dalam lagu eponim, sebagai contoh, menceritakan diskriminasi kelas yang menyebabkan jurang antara strata-strata sosial yang berbeda. Lagu "Jeritan Sebrang" dianggap sebagai potret dari pendukung Republik Maluku Selatan.[4] Yockie mengambil inspirasi dari elemen-elemen musik Rick Wakeman dan Jon Lord untuk menciptakan dan mengaransemen album tersebut.[5]

Rilis dan tanggapan

sunting

Album tersebut dirilis pada tahun yang sama dalam "harapan tinggi", dengan lagu-lagu "Jurang Pemisah" dan "Jeritan Seberang" dirancang untuk menjadi singel.[2] Namun, penjualan album tidak sesuai dengan harapan.[6] Dalam biografinya, Chrisye berkomentar bahwa Jurang Pemisah penjualannya "hangat-hangat tahi ayam";[A] hangat pada awalnya, tetapi kemudian mendingin.[2] Album ini tidak mendapat pujian setelah dirilis.[2]

Daftar lagu

sunting

Rilisan kaset dan CD

sunting
Sisi A
No.JudulPenciptaPenyanyiDurasi
1."Jeritan Seberang"James F. SundahChrisye3:46
2."Jurang Pemisah"Yockie Suryo Prayogo, James F. SundahChrisye9:06
3."Sirna"Yockie Suryo PrayogoChrisye4:31
4."Mesin Kota"Yockie Suryo Prayogo, James F. SundahChrisye3:58
Durasi total:21:21
Sisi B
No.JudulPenciptaPenyanyiDurasi
5."Putri Malam"Yockie Suryo Prayogo, Temmy LesanpuraChrisye5:00
6."Dendam"Yockie Suryo PrayogoChrisye2:32
7."Gerutu Menggerutu"Yockie Suryo PrayogoYockie Suryo Prayogo2:54
8."Harapan"Yockie Suryo PrayogoYockie Suryo Prayogo3:16
9."Dia"Yockie Suryo Prayogo, Theodore K.S.Chrisye4:13
Durasi total:17:56

Rilisan khusus promo radio

sunting

Sebagai edisi khusus promo radio, lagu "Putri Malam", "Gerutu Menggerutu", dan "Harapan" tidak disertakan ke dalam piringan hitam.

Sisi A
No.JudulPenciptaPenyanyiDurasi
1."Jeritan Seberang"James F. SundahChrisye3:46
2."Jurang Pemisah"Yockie Suryo Prayogo, James F. SundahChrisye9:06
3."Mesin Kota"Yockie Suryo Prayogo, James F. SundahChrisye3:58
Durasi total:16:50
Sisi B
No.JudulPenciptaPenyanyiDurasi
4."Dia"Yockie Suryo Prayogo, Theodore K.S.Chrisye4:13
5."Sirna"Yockie Suryo PrayogoChrisye4:31
6."Dendam"Yockie Suryo PrayogoChrisye2:32
Durasi total:11:16

Rilisan piringan hitam 2018

sunting

Album Jurang Pemisah kembali dirilis ulang dalam bentuk piringan hitam pada tahun 2018. kali ini, album Jurang Pemisah dibuat menjadi 2 set piringan hitam untuk memuat keseluruhan lagu secara lengkap.

Sisi A
No.JudulPenciptaPenyanyiDurasi
1."Jurang Pemisah"Yockie Suryo Prayogo, James F. SundahChrisye9:06
Durasi total:9:06
Sisi B
No.JudulPenciptaPenyanyiDurasi
2."Sirna"Yockie Suryo PrayogoChrisye4:31
3."Mesin Kota"Yockie Suryo Prayogo, James F. SundahChrisye3:58
Durasi total:8:29
Sisi C
No.JudulPenciptaPenyanyiDurasi
4."Putri Malam"Yockie Suryo Prayogo, Temmy LesanpuraChrisye5:00
5."Jeritan Seberang"James F. SundahChrisye3:46
6."Gerutu Menggerutu"Yockie Suryo PrayogoYockie Suryo Prayogo2:54
Durasi total:11:40
Sisi D
No.JudulPenciptaPenyanyiDurasi
7."Dendam"Yockie Suryo PrayogoChrisye2:32
8."Harapan"Yockie Suryo PrayogoYockie Suryo Prayogo3:16
9."Dia"Yockie Suryo Prayogo, Theodore K.S.Chrisye4:13
Durasi total:10:01

Personel

sunting

Personel tambahan

sunting

Produksi

sunting
  • Yockie Suryo Prayogo โ€“ music director
  • Lesin โ€“ desain sampul
  • Stanley โ€“ pengarah musik

Sejarah rilis

sunting
Negara Tanggal Label Format Nomor katalog Catatan
Indonesia 17 April 1977 Pramaqua Records Kaset P.023
Indonesia 1977 Pramaqua Records Piringan hitam LP-012 Untuk promo radio
Indonesia 2004 Pramaqua Records, Aquarius Musikindo CD APC-AQM22-2 Remastered
Indonesia 2004 Pramaqua Records, Aquarius Musikindo Kaset APC-AQM22-4, P9135 Remastered
Indonesia 2018 Pramaqua Records, Aquarius Musikindo Piringan hitam APC-AQM9135-1 Remastered dimuat menjadi 2 set piringan hitam
Indonesia 2018 Pramaqua Records, Aquarius Musikindo CD APC-AQM9135-2 Remastered
Indonesia 2018 Aquarius Musikindo Platform digital Remastered

Catatan

sunting
  1. ^ Original: "... Jurang Pemisah, yang masih hangat-hangat tahi ayam."

Referensi

sunting
  1. ^ Jurang Pemisah
  2. ^ a b c d Endah, Alberthiene. Chrisye: Sebuah Memoar Musikal. Gramedia. 2007. Pp. 125โ€“129. (Indonesia)
  3. ^ Jurang Pemisah. Chrisye. Pramaqua Records. 1977. Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)
  4. ^ "Jurang Pemisah, Potret Sosial dari Kacamata Yockie Diarsipkan 2012-04-06 di Wayback Machine.". Pasar Kreasi. 24 Maret 2010. (Indonesia)[pranala nonaktif]
  5. ^ "Jurang Pemisah: Antara Prestasi dan Duplikasi[pranala nonaktif permanen]". Musiklife 17 Maret 2011. (Indonesia)[pranala nonaktif]
  6. ^ Tresnawati. "Mengubah Konsonan Keras Jadi Lembut Diarsipkan 2016-03-04 di Wayback Machine.". Suara Merdeka. 2 April 2007. (Indonesia)

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Lurah (geografi)

Lurah atau lombong adalah sebuah bentuk tanah yang tercipta akibat arus air, erosi tajam pada tanah, biasanya di pinggir bukit. Lombong mengingatkan pada

Jurang, Temanggung, Temanggung

Jurang adalah kelurahan di kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Indonesia. Jurang berada pada ketinggian 570 m dpl dan berjarak 2

Jurang Tembelan

Jurang Tembelan (bahasa Jawa: ๊ฆ—๊ฆธ๊ฆซ๊ฆ๊ฆ ๊ฆผ๊ฆฉ๊ง€๊ฆง๊ฆผ๊ฆญ๊ฆค๊ง€code: jv is deprecated , translit.ย Jurang Tembelan) atau juga disebut Jurang Tembelan Kanigoro, merupakan salah

Apex (film 2026)

pahanya dan membuatnya terjatuh ke sungai. Ia berhasil mencapai sebuah jurang dan memanjat naik. Melalui teropongnya, ia melihat sebuah kayak yang ditambatkan

Bendungan Tiga Ngarai

Bendungan Tiga Jurang atau Bendungan Tiga Ngarai atau Dam Tiga Jurang (Hanzi sederhana: ไธ‰ๅณกๅคงๅ; pinyin: Sฤnxiรก Dร bร ) terletak di Sungai Yangtze (sungai ketiga

Batu Gantung

pariban nya. Akhirnya gadis tersebut memutuskan untuk terjun dari tepi jurang dan melompat ke bawah bersama anjing kesayangannya yang selalu mengikuti

Gunung Sindoro

dapat terlihat jelas dari puncak Bukit Sikunir, Dieng Kawah yang disertai jurang dapat ditemukan di sisi barat laut ke selatan gunung, dan yang terbesar

Ubud

wisatawan mancanegara karena terletak di antara sawah dan hutan yang berjurang-jurang yang membuat pemandangan alam sangat indah. Selain itu, Ubud dikenal