Kabauw
Aman Samasuru
Negaraย Indonesia
ProvinsiMaluku
KabupatenMaluku Tengah
KecamatanPulau Haruku
Luas-
Jumlah penduduk-
Kepadatan-

Kabauw, kadang dieja sebagai Kabau atau Kabaw, adalah sebuah negeri di kecamatan Pulau Haruku, Maluku Tengah, Maluku Tengah, Maluku, Indonesia.[1]

Etimologi

sunting

Belum diketahui secara pasti asal-usul nama Negeri Kabauw. Namun kemungkinan diduga kata "kabau" atau "kabauw" berasal dari kata kaba, yang berarti ka'bah. Merujuk pada kiblat kaum Muslimin di seluruh dunia. Dugaan ini menguatkan pernyataan bahwa Islam sudah masuk ke pesisir Pulau Haruku untuk waktu yang lama. Negeri ini dikenali pula dengan teung-nya, Samasuru.

Kondisi wilayah

sunting

Kabauw berada di tepian Selat Haruku yang memisahkannya dengan Pulau Ambon. Negeri ini tergolong sebagai negeri pesisir, dengan permukiman di tepi pantai, tetapi pertuanan-nya meliputi perbukitan, hutan, dan perkebunan di pedalaman pulau. Negeri tetangga terdekat adalah Rohomoni yang permukimannya menyatu dan hampir tidak berbatas.

Batas-batas

sunting

Negeri ini memiliki batas-batas, yakni sebagai berikut.

  • Sebelah utara berbatasan dengan Negeri Kailolo dan pertuanan Pelauw.
  • Sebelah timur berbatasan dengan pertuanan Pelauw dan pertuanan Oma.
  • Sebelah selatan berbatasan dengan Negeri Rohomoni dan pertuanan Haruku.
  • Sebelah barat berbatasan dengan pertuanan laut Tengah-Tengah dan pertuanan laut Tulehu di Selat Haruku.

Demografi

sunting

Penduduk Kabauw tergolong sebagai suku Ambon yang berasal dari Pulau Haruku. Semua penduduk asli negeri ini beragama Islam dan masih berbicara dalam bahasa tanah, yakni bahasa Haruku. Bahasa Melayu Ambon juga dipakai di negeri ini, khususnya dengan penduduk dari negeri-negeri Sarane yang sudah sejak lama tidak lagi menggunakan bahasa adat.

Hubungan sosial

sunting

Hubungan dengan negeri-negeri tetangga

sunting

Negeri Kabauw merupakan satu dari empat negeri yang beragama Islam di Pulau Haruku selain Pelauw, Rohomoni, dan Kailolo. Keempat negeri ini ditambah dengan Hulaliu yang beragama Kristen Protestan pada masa lalu merupakan bagian dari serikat atau persekutuan adat yang disebut sebagai Uli Hatuhaha. Kecuali Hulaliu, negeri-negeri beragama Islam ini terlibat dalam penghancuran Kariu pada 1999.[2]

Pela dan gandong

sunting

Dieter Bartels dalam daftar yang disusunnya menyebutkan bahwa Booi di Pulau Saparua merupakan gandong bagi Negeri Kabauw. Tidak ditemukan data-data yang lengkap mengenai hubungan antara kedua negeri, terkecuali bahwa matarumah Pattiasina yang menjabat sebagai raja (upu latu) turun-temurun di Booi, juga ditemukan bermukim di Kabauw. Ada pun Atlas Maluku mengkategorikan hubungan Kabauw-Booi sebagai pela.

Ada pula dugaan bahwa Kabauw masih terikat hubungan persaudaraan dengan Samasuru di Pulau Seram, dalam hal ini, nama teun Kabauw terinspirasi dari nama Negeri Samasuru dan boleh jadi sebagian penduduknya berasal dari Samasuru.

Referensi

sunting
  1. ^ BPS Kabupaten Maluku Tengah (26 September 2024). Kecamatan Pulau Haruku dalam Angka 2024. Masohi: BPS Kabupaten Maluku Tengah. hlm.ย 8.
  2. ^ Bartels, Dieter. "Tuhanmu Bukan Lagi Tuhanku: Perang Saudara Muslim-Kristen di Maluku Tengah (Indonesia) Setelah Hidup Berdampingan dengan Toleransi dan Kesatuan Etnis yang Berlangsung Selama Setengah Milenium". Nunusaku.com. Nunusaku Consultancy. Diakses tanggal 8 Juli 2024. Kariu diserang pada awal tahun 1999, seperti Haruku-Sameth, oleh penduduk desa-desa Muslim tetangganya di Pelauw, Orij, Rohomoni, Kailolo, dan Kabau yang merupakan serikat desa kuno di Hatuhaha.


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Orang Zou

terutama tinggal di Bukit Chin, di Khamti dan Somra, dan di lembah Kale-Kabaw-Myittha, selain juga di Bukit Arakan. Go, Khup Za (2008): Zo Chronicles:

Kampanye Burma

ke Sungai Chindwin. Sementara Divisi Afrika Timur ke-11 maju ke Lembah Kabaw dari Tamu dan Divisi India ke-5 maju di sepanjang jalan pegunungan Tiddim

Manipur (wilayah kerajaan)

Sejarah Sejarah ย  โ€ขย Pendirian Kerajaan Kangleipak 1110 โ€ขย Kemerdekaan India 1947 Didahului oleh Digantikan oleh Negara Meitei awal India Lembah Kabaw

Werur, Bikar, Tambrauw

akhirnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Pasir Putih Manokwari, ke Kabawi Saukorem, lalu ke Waibem (Amberbaken), dan tinggal selama 1 tahun di Amberbaken

Sungai Chindwin

terkenal di Hpakant berada di hulu sungai Uyu. Sungai Mu, bermula dari Lembah Kabaw, yang kemudian memasuki sungai Chindwin. Sungai Myittha, bermula dari Lembah

Pangal

Sementara itu, tentara Burma melancarkan serangan melawan Kangleipak di lembah Kabaw. Raja Khagemba meminta bantuan tentara Muslim guna menghalau serbuan Burma

Kerbau Filipina

Austronesian Comparative Dictionary. Diakses tanggal 7 January 2024. "Kabaw". Binisaya โ€“ Cebuano Dictionary and Thesaurus. Bin. Diakses tanggal August

Panglima Estino

menjadi 12 barangay, yaitu: Gagguil Gata-gata Jinggan Kamih-Pungud Lihbug Kabaw Likbah Lubuk-lubuk Marsada Paiksa Pandakan Punay (Pob.) Tiptipon Philippine