Kacapi Buhun merupakan alat musik tradisional masyarakat Baduy.[1] Kacapi ini memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan kecapi pada umumnya dan bisa dipetik sambil dibawa oleh pemainnya. Perbedaan lainnya yaitu di jumlah senar yang berjumlah 12.[2] Kacapi Buhun pertama kali diusulkan masuk dalam daftar warisan budaya tak benda pada tahun 2023[3] dan resmi terdaftar pada tahun 2024.[4]

Bahan dasar pembuatan alat musik ini adalah kayu pohon lame.[5] Proses pembuatan alat ini memerlukan ritual khusus dan persyaratan hingga pantangan yang harus dipenuhi. Waktu yang diperlukan dalam pembuatannya bisa mencapai dua minggu.[6] Kacapi buhun hanya dimainkan saat ada acara ritual adat Masyarakat Baduy tertentu saja dan tidak bisa ditampilkan di panggung. Hanya bisa digunakan untuk mengiringi pantun kuno Baduy.[1] Selain itu, biasanya digunakan untuk mengiringi lagu-lagu warisan turun-temurun seperti: kembang kacang, ngala parasi, suluh kadu, cina modar, mulung picung, rancag perang, kawuruhan, kangkung kayang, munggal iris, piit mandi, guguritan, pengirihan rayon, pengantin juga, racik numbang, dagang kembang, ganjur perang[6]

Pembuat atau perajin Kacapi Buhun saat ini hanya tersisa satu orang yaitu Amin atau yang biasa disebut Ki Pantun.[7]

Referensi

sunting
  1. ^ a b Malau, Ita Lismawati F. (2023-10-09). "Kecapi Buhun Khas Baduy". IDN Times Banten. Diakses tanggal 2025-10-18.
  2. ^ "Indonesia.go.id - Kacapi Buhun hingga Carita Pantun, Keluhuran Nilai Masyarakat Banten". indonesia.go.id. Diakses tanggal 2025-10-18.
  3. ^ Rizkoh, Fathul. "Carita Pantun Tradisi Suku Baduy Diusulkan jadi Warisan Budaya Tak Benda RI". detikedu. Diakses tanggal 2025-10-18.
  4. ^ KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI NOMOR 446/M/2024 TENTANG WARISAN BUDAYA TAKBENDA INDONESIA TAHUN 2024
  5. ^ Erang, Niduparas (2024). Instrumen dari Sorga: Esai-Esai di Sekitar Kacapi Buhun dari Baduy. Lebak: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak. hlm. 68. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ^ a b "Kisah Alat Musik Kecapi Buhun Asli Baduy, Dibuat Pakai Ritual dan Tak Bisa Diiringi Instrumen Lain". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). 2023-10-10. Diakses tanggal 2025-10-18.
  7. ^ antaranews.com (2023-10-05). "Kecapi Buhun Suku Badui belum masuk Warisan Budaya Tak Benda". Antara News. Diakses tanggal 2025-10-18.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Daftar Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Seh Ibing Baksa Gula Kojor Gendreh Kuda Lumping Banten Kolenjer Anglung Buhun Dzikir saman Seba Banten Tari Lesung Tari Rudat Banten Upacara Nujuh Bulanan

Kawih

pantun selalu diiringi dengan petikan alat musik utama berupa kacapi. Kombinasi pantun dan kacapi ini diperkirakan telah dilakukan sejak zaman kuno. Pada tahun

Cisitu, Sumedang

ada, yaitu Kuda Lumping Buhun, Reak, Kuda Renggong, Dogdog, Angklung, Calung, Kacapi, serta Gamelan Kliningan. Kuda Lumping Buhun pada dasarnya memiliki