Artikel ini tidak memiliki pranala ke artikel lain. (November 2025) |
Kacapi Buhun merupakan alat musik tradisional masyarakat Baduy.[1] Kacapi ini memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan kecapi pada umumnya dan bisa dipetik sambil dibawa oleh pemainnya. Perbedaan lainnya yaitu di jumlah senar yang berjumlah 12.[2] Kacapi Buhun pertama kali diusulkan masuk dalam daftar warisan budaya tak benda pada tahun 2023[3] dan resmi terdaftar pada tahun 2024.[4]
Bahan dasar pembuatan alat musik ini adalah kayu pohon lame.[5] Proses pembuatan alat ini memerlukan ritual khusus dan persyaratan hingga pantangan yang harus dipenuhi. Waktu yang diperlukan dalam pembuatannya bisa mencapai dua minggu.[6] Kacapi buhun hanya dimainkan saat ada acara ritual adat Masyarakat Baduy tertentu saja dan tidak bisa ditampilkan di panggung. Hanya bisa digunakan untuk mengiringi pantun kuno Baduy.[1] Selain itu, biasanya digunakan untuk mengiringi lagu-lagu warisan turun-temurun seperti: kembang kacang, ngala parasi, suluh kadu, cina modar, mulung picung, rancag perang, kawuruhan, kangkung kayang, munggal iris, piit mandi, guguritan, pengirihan rayon, pengantin juga, racik numbang, dagang kembang, ganjur perang[6]
Pembuat atau perajin Kacapi Buhun saat ini hanya tersisa satu orang yaitu Amin atau yang biasa disebut Ki Pantun.[7]
Referensi
sunting- ^ a b Malau, Ita Lismawati F. (2023-10-09). "Kecapi Buhun Khas Baduy". IDN Times Banten. Diakses tanggal 2025-10-18.
- ^ "Indonesia.go.id - Kacapi Buhun hingga Carita Pantun, Keluhuran Nilai Masyarakat Banten". indonesia.go.id. Diakses tanggal 2025-10-18.
- ^ Rizkoh, Fathul. "Carita Pantun Tradisi Suku Baduy Diusulkan jadi Warisan Budaya Tak Benda RI". detikedu. Diakses tanggal 2025-10-18.
- ^ KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI NOMOR 446/M/2024 TENTANG WARISAN BUDAYA TAKBENDA INDONESIA TAHUN 2024
- ^ Erang, Niduparas (2024). Instrumen dari Sorga: Esai-Esai di Sekitar Kacapi Buhun dari Baduy. Lebak: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak. hlm. 68. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b "Kisah Alat Musik Kecapi Buhun Asli Baduy, Dibuat Pakai Ritual dan Tak Bisa Diiringi Instrumen Lain". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). 2023-10-10. Diakses tanggal 2025-10-18.
- ^ antaranews.com (2023-10-05). "Kecapi Buhun Suku Badui belum masuk Warisan Budaya Tak Benda". Antara News. Diakses tanggal 2025-10-18.