📑 Table of Contents
Pemandangan udara Kali Mas melintasi Surabaya. Jembatan Merah ada di tengah.

Kali Mas ("Sungai Emas" dalam bahasa Jawa), juga dikenal sebagai Kali Surabaya,[1] adalah anak sungai dari Sungai Brantas di Jawa Timur, yang mengalir ke arah timur laut menuju Selat Madura. Sungai ini juga menjadi bagian dari perbatasan antara Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik di Jawa Timur, Indonesia.

Sejarah

sunting
Perahu di Kali Mas di "Willemskade" pada akhir abad ke-19
Kali Mas di Surabaya sekitar tahun 1900
Kali Mas di Surabaya, pada awal abad ke-20.

Muara Kali Mas di Surabaya adalah pelabuhan tradisional yang telah digunakan sejak berabad-abad lalu. Pada masa lalu, muara Kali Mas menjadi pintu gerbang menuju ibu kota Kerajaan Majapahit di Trowulan, dan di sekitar Kali Mas pun pernah terjadi pertempuran antara Raden Wijaya (pendiri Majapahit) melawan pasukan Tartar (di bawah dinasti Mongol) pada abad ke-13.

Sejak Indonesia dikuasai oleh VOC, Kali Mas menjadi salah satu prasarana transportasi air yang sangat ramai. Sampan dan perahu kecil hilir mudik di Kali Mas untuk mengangkut komoditas dan ikan-ikan hasil tangkapan nelayan dari Pelabuhan Tanjung Perak. Mereka membawa masuk komoditas tersebut ke daerah pedalaman kota, mulai dari Kembang Jepun (pecinan di Surabaya) hingga ke daerah Kayun (sekarang menjadi lokasi Plaza Surabaya). Di Kayun, bahkan pernah ada jembatan gantung yang dapat diangkat saat ada kapal komoditas yang akan melintas di bawahnya. Kini jembatan tersebut sudah tidak dapat diangkat lagi.

Antara tahun 1974 hingga 1981, dilakukan perbaikan terhadap kondisi Kali Mas, yang meliputi perbaikan alur, rekonstruksi Pintu Air Gunungsari, serta motorisasi Pintu Air Mlirip (Rolak Telu) dan Pintu Air Jagir.[2]

Referensi

sunting
  1. ^ "Asal Usul Kalimas yang Membelah Surabaya jadi Brang Kulon dan Brang Wetan". Radar Surabaya. 16 May 2023. Diakses tanggal 28 March 2024.
  2. ^ Development of the Brantas River Basin (part 10) (PDF) (dalam bahasa Inggris). Tokyo: JICA. 1998. hlm.ย 213.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Oemar Said Tjokroaminoto

Raden Mas Haji Oemar Said Tjokroaminoto (Ponorogo, 16 Agustus 1882ย โ€“ย 17 Desember 1934), lebih dikenal di Indonesia sebagai H.O.S. Tjokroaminoto, adalah

Ikan mas

Indonesia. Di Indonesia, ikan mas mulai dipelihara sekitar tahun 1920-an. Ikan mas yang terdapat di Indonesia merupakan ikan mas yang dibawa dari Cina, Eropa

Mas Mansoer

K.H. Mas Mansoer (ER, EYD: Mas Mansur; 25 Juni 1896ย โ€“ย 25 April 1946) adalah seorang tokoh agama Indonesia yang menjabat sebagai ketua Muhammadiyah ke-4

Diponegoro

Jawa: ๊ฆฃ๊ฆถ๊ฆฅ๊ฆค๊ฆ’๊ฆซ, Dipanagara; lahir sebagai Bendara Raden Mas Mustahar; kemudian Bendara Raden Mas Antawirya ๊ฆง๊ฆผ๊ฆค๊ง€๊ฆข๊ฆซ๊ฆซ๊ฆข๊ฆบ๊ฆค๊ง€๊ฆฉ๊ฆฑ๊ง€๊ฆฒ๊ฆค๊ง€๊ฆ ๊ฆฎ๊ฆถ๊ฆ‚๊ฆช; 11 November 1785ย โ€“ย 8

Hamengkubuwana X

translit.ย Hamengkubawana ka-10; lahir 2 April 1946 dengan nama Bendara Raden Mas Herdjuno Darpito) adalah Sultan ke-10 dari Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat

Wringinanom, Gresik

Kabupaten Sidoarjo di sebelah selatan. Wringinanom juga dilintasi oleh Aliran Kali Mas yang mengarah ke Surabaya Dalam Catatan sejarah era Majapahit Warnana pradesa

Monumen Kapal Selam

diperintahkan oleh KSAL pada waktu itu untuk membawa kapal selam ini melayari Kali Mas. Ternyata mimpi itu menjadi kenyataan. Dia ditugaskan untuk memajang kapal

Taman, Sidoarjo

Taman dengan Surabaya dan Kabupaten Gresik (Driyorejo) dipisahkan oleh Kali Mas. Di atas sungai tersebut dibangun beberapa jembatan untuk mempercepat mobilitas