📑 Table of Contents
Kameswara
Sri Maharaja Sri Kameswara Triwikramawatara Aniwaryyawiryya Parakrama Digjayotunggadewa
Raja Panjalu/Kadiri
Berkuasa1182 – 1191
PendahuluSri Gandra
PenerusKertajaya
KelahiranDaha, Kediri,
Jawa Timur
KematianJawa Timur
PasanganSri Kirana (putri dari Janggala
KeturunanKertajaya
Nama takhta
Pāduka Śri Mahārāja Śri Kāmešwara Triwikramāwatāra Aniwāryyawiryya Parākrama Digjayottunggadewanāma
WangsaIsyana
AgamaHindu Waisnawa

Kameswara adalah raja dari Kerajaan Panjalu yang memerintah Kadiri pada sekitar tahun 1182-1191, dengan bergelar nama abhiseka yaitu Sri Maharaja Sri Kameswara Triwikramawatara Aniwaryyawiryya Parakrama Digjayotunggadewa.[1]

Tidak diketahui dengan pasti kapan Sri Kameswara naik takhta, peninggalan sejarahnya antara lain prasasti Semanding, 17 Juni 1182 M, dan prasasti Ceker, 11 September 1185 M.

Selain itu pada masa pemerintahan Sri Kameswara ini seorang pujangga bernama Mpu Dharmaja menuliskan sebuah karya sastra Kakawin Smaradahana, yang berisi kisah kelahiran dewa Ganesha, yaitu dewa berkepala gajah yang menjadi lambang Kerajaan Panjalu sebagaimana yang tertera pada prasasti-prasasti.

[1]Kakawin Smaradahana juga turut mengisahkan terbakarnya dewa Kamajaya dan dewi Ratih, menjelang kelahiran Ganesha. Pasangan dewa-dewi tersebut kemudian menitis dalam diri Sri Kameswara raja Panjalu dan permaisurinya yang bernama Sri Kirana, seorang putri dari Kerajaan Janggala.

Sejak berdiri tahun 1042, Kerajaan Panjalu dan Janggala selalu terlibat perang saudara. Pada tahun 1135 Jayabaya raja Kerajaan Panjalu berhasil menaklukkan Jenggala, berdasarkan Prasasti Ngantang. Ditambah lagi dengan perkawinan Sri Kameswara dengan Sri Kirana membuat persatuan kedua Negara lebih erat lagi.

Kakawin Smaradahana merupakan cikal bakal kisah-kisah Panji yang populer dalam masyarakat Jawa. Tokoh Panji Inu Kertapati Asmarabangun merupakan pangeran Janggala yang menikah dengan Galuh Candrakirana putri Panjalu. Dalam beberapa pementasan ketoprak, tokoh Panji kemudian menjadi raja Janggala bergelar Kameswara. Hal ini tentu saja kebalikan dari fakta sejarah. Dari kisah ini pula, muncul cerita rakyat Ande Ande Lumut .

Tidak diketahui kapan pemerintahan Sri Kameswara berakhir. Raja Panjalu selanjutnya berdasarkan Prasasti Tesirejo (1191) adalah Kertajaya.

Lihat pula

sunting
Didahului oleh:
Sri Gandra
Raja Kadiri
1182—1191
Diteruskan oleh:
Kertajaya

Kepustakaan

sunting
  • Poesponegoro & Notosusanto (ed.). 1990. Sejarah Nasional Indonesia Jilid II. Jakarta: Balai Pustaka.
  • Slamet Muljana. 1979. Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya. Jakarta: Bhratara

Referensi

sunting
  1. ^ Van Lohuizen—De Leeuw, J. E. (1956). "The Beginnings of Old-Javanese Historical Literature". Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde. 112 (4): 383–394. ISSN 0006-2294.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kerajaan Kadiri

Sri Kameswara seorang pujangga bernama Mpu Dharmaja menciptakan mahakarya Kakawin Smaradahana (Asmaradahana) yang didedikasikan untuk Sri Kameswara dan

Pesarean Gunung Kawi

Selain itu, sekitar 5 km di atas pesarean terdapat Petilasan Prabu Sri Kameswara yang lebih dikenal dengan nama Keraton. Pesarean Gunung Kawi dikenal sebagai

Sejarah Kabupaten Lumajang

Lumajang, untuk pertama kali ditemukan Prasasti yang dibuat oleh raja Kameswara dari Kediri yang melakukan "Tirta Yatra" atau perjalanan mencari air suci

Hamengkubuwana X

Jitendrakara Jayawarsa Bameswara Jayabhaya Sarweswara Aryeswara Gandra Kameswara Kertajaya Jayakatwang Singasari Ken Arok Anusapati Wisnuwardhana Kertanagara

Daftar penguasa Jawa

Janggala Sarweswara (1159-1169) Aryeswara (1169-1180) Gandra (1180-1182) Kameswara (1182-1191) Jayawarsa (1186) raja dengan wilayah otonom Kertajaya (1191-1222)

Kerajaan Janggala

juga sering disebut Sri Kameswara. Hal ini jelas berlawanan dengan berita dalam kitab Smaradahana yang menyebut Sri Kameswara adalah raja Kadiri, dan

Mangkunegara X

Jitendrakara Jayawarsa Bameswara Jayabhaya Sarweswara Aryeswara Gandra Kameswara Kertajaya Jayakatwang Singasari Ken Arok Anusapati Wisnuwardhana Kertanagara

Sri Gandra

Panjalu selanjutnya berdasarkan Prasasti Semanding tahun 1182 adalah Sri Kameswara. Kerajaan Panjalu Digjaya Cakrawartin Poesponegoro, M.D., Notosusanto