Tambang kapur yang dikenal dengan nama Bukit Jaddih di Desa Jaddih, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur
The Needles, terletak di Isle of Wight, adalah bagian dari Southern England Chalk Formation.
Pabrik kapur di Tagogapu, Padalarang, Bandung Barat pada tahun 1920-an

Kapur adalah material yang berasal dari batuan sedimen berwarna putih dan halus yang terutama tersusun dari mineral kalsium. Tiga senyawa utama yang mewujudkan kapur adalah kalsium karbonat (mendominasi gamping dan kapur tambang), kalsium oksida (penyusun utama kapur tohor), dan kalsium hidroksida (yang mendominasi kapur mati). Kapur yang ditemukan di alam juga dapat tercampur dengan mineral magnesium. Kapur yang demikian ini dinamakan dolomit.

Dalam banyak peristiwa, pembentukan kapur terjadi di laut, ketika organisme laut purba yang memiliki cangkang berkalsium mati dan sisa-sisa jasadnya (cangkang maupun kerangka luar (eksoskeleton)) bertumpuk dan perlahan-lahan membentuk lapisan endapan. Setelah berjuta tahun, lapisan ini menjadi batuan melalui proses geologi.

Kapur adalah bahan yang sangat bermanfaat dalam berbagai aktivitas manusia dan relatif murah. Pemanfaatan terbanyak adalah di bidang bangunan dan pertanian. Kapur menjadi bagian dari campuran semen karena memiliki sifat merekatkan dan mengubah penampilan. Sebagai salah satu kapur pertanian, kapur berguna dalam menyediakan unsur kalsium dan memperbaiki kemasaman tanah.

Istilah "kapur" dalam bahasa Indonesia/Melayu awam sebenarnya dapat mengacu ke hal yang lebih luas; harap lihat bagian Penjelasan istilah.

Pemanfaatan

sunting

Pertanian

sunting

Pemberian kapur (pengapuran) adalah salah satu tindakan perbaikan ()ameliorasi) tanah agar pH tanah meningkat. Tanah yang terlalu masam (pH rendah) tidak dapat menyediakan beberapa hara mineral penting bagi tanaman, seperti fosfor dan kalsium, dan sebaliknya meningkatkan kelarutan beberapa mineral yang dapat meracun (toksik) bagi tanaman. Pemberian kapur (liming), baik kapur kalsium maupun yang mengandung magnesium, dapat memperbaiki kesuburan tanah dan meningkatkan hasil.

Jenis kapur yang diberikan tergantung dari tujuan pengapuran:[1] kapur giling (kalsit super), kapur tohor atau kapur hidup (kalsit, quicklime), dolomit, kapur mati atau kapur tembok (slaked lime, Ca(OH)2), kapur liat atau marl, kapur bara (slag), dan cangkang kerang.

Galeri

sunting

Perusahaan Kapur

sunting

Beberapa pelaku utama dalam industri kapur di Indonesia antara lain Bangun Arta Group, Pentawira, dan Semen Indonesia. Perusahaan-perusahaan ini berperan penting dalam produksi dan distribusi kapur, yang digunakan dalam berbagai sektor, termasuk konstruksi dan industri.

Referensi

sunting
  1. ^ Kuswandi. 2005. Pengapuran Tanah Pertanian: Edisi Revisi. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

Lihat pula

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kapur (zaman)

Zaman Kapur, atau Periode Kapur (bahasa Inggris: Cretaceous Period), merupakan salah satu dari tiga periode dalam era Mesozoikum, yang berlangsung antara

Peristiwa kepunahan Kapurโ€“Paleogen

Peristiwa kepunahan Kapurโ€“Paleogen (Kโ€“Pg), yang sebelumnya dikenal sebagai peristiwa kepunahan Kapur-Tersier (Kโ€“T), adalah kepunahan massal besar-besaran

Gamping

Gamping atau batu kapur (bahasa Inggris: limestonecode: en is deprecated ) (CaCO3) adalah batuan sedimen yang tersusun dari mineral kalsit dan aragonit

Kapur barus

Kapur barus atau kamper adalah zat padat berupa lilin berwarna putih dan agak transparan dengan aroma yang khas dan kuat. Zat ini adalah terpenoid dengan

Kapur tohor

Kapur tohor, atau dikenal pula dengan nama kimia kalsium oksida (CaO), adalah hasil pembakaran kapur mentah (kalsium karbonat atau CaCO3) pada suhu kurang

Kapur Awal

Kapur Awal adalah kala pertama dari Periode Kapur, yang dimulai pada 145 juta tahun lalu, hingga 100.5 juta tahun lalu. Dengan rentang waktu 46 juta tahun

Kapur Akhir

dari zaman ini membentuk seri Kapur Atas. Nama Periode Kapur diambil dari batu kapur putih yang dikenal sebagai kapur yang banyak terdapat di Prancis

Mesozoikum

juta tahun yang lalu, yang mencakup tiga periode besar: Trias, Jura, dan Kapur. Era ini dikenal sebagai "Zaman Reptil" karena dominasi dinosaurus di daratan