Jamur penyebab penyakit karat
Contoh penyakit karat pada padi, disebabkan oleh Puccinia recondita f.sp. tritici
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Fungi
Divisi: Basidiomycota
Kelas: Pucciniomycetes
Ordo: Pucciniales
Famili

Penyakit karat adalah segolongan penyakit tumbuhan yang disebabkan oleh golongan cendawan (fungi) yang dikenal sebagai jamur karat. Jamur-jamur tersebut termasuk dalam bangsa (ordo) Pucciniales (sebelumnya dikenal sebagai Uredinales). Diperkirakan terdapat 168 genera fungi penyebab penyakit karat yang sudah diakui, yang mencakup 7000 spesies. Lebih dari setengahnya termasuk kedalam genus Puccinia.[3]

Penyakit ini paling jelas gejalanya terlihat pada daun, sehingga disebut karat daun. Gejala dicirikan oleh munculnya bercak berwarna coklat kemerahan pada daun yang semakin lama semakin membesar. Bercak ini biasanya dikelilingi oleh jaringan berwarna kuning akibat daun mengalami klorosis. Selain daun, dampak dan gejala penyakit ini dapat tampak pula di buah, batang, pucuk, serta beberapa jaringa lain yang berklorofil. Penyakit karat juga menyebabkan deformasi, perubahan bentuk organ tanaman.

Contoh penyakit karat:

Referensi

sunting
  1. ^ a b c d e f g Aime, M. C.; McTaggart, A. R. (2021). "A higher-rank classification for rust fungi, with notes on genera". Fungal Systematics and Evolution. 7: 21โ€“47. doi:10.3114/fuse.2021.07.02. PMCย 8165960. PMIDย 34124616.
  2. ^ "Species Fungorum - Search Page". www.speciesfungorum.org. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 October 2023. Diakses tanggal 27 October 2022.
  3. ^ Mohanan, C. (2010). Rust Fungi of Kerala. Kerala, India: Kerala Forest Research Institute. hlm.ย 148. ISBNย 978-81-85041-72-8.



๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Tungau

(umpamanya tungau karat buah Phyllocoptura oleivera Ashmed dan tungau merah Panonychus citri McGregor), merusak daun ketela pohon dan juga daun beberapa tumbuhan

Hemileia vastatrix

Pucciniales (dulu juga dikenal sebagai Uredinales) yang menyebabkan penyakit karat daun kopi. Penyakit ini sejak pertengahan abad ke-19 sampai sekarang masih

Kopi di Indonesia

penyakit karat daun (Hemileia vastatrix - HV), yang pada masa itu kopinya berjenis arabika. Penyakit ini berupa jamur yang memakan daun layaknya karat yang

Manoa

dekat tangkai daun. Ketika masih muda, mereka ditutupi dengan rambut yang lembut, halus, kusut, dan berwarna karat. Saat dewasa, daunnya hanya memiliki

Penyakit tanaman karena cendawan

perawatan paling drastis untuk penyakit bercak daun adalah dengan menggunakan fungisida. Penyakit karat (rust) disebabkan oleh jenis-jenis cendawan Puccina

Nilam

dari tabung reaksi dan peralatan penyulingan yang terbuat dari baja tahan karat (stainless steel) dan peralatan tersebut hanya digunakan untuk menyuling

Kopi liberika

dataran rendah rusak terserang penyakit karat daun. Meskipun daya tahan kopi liberika terhadap penyakit karat daun lebih baik dibanding arabika tetapi tidak

Atap

semen cor. Adapula atap genteng metal yang sangat ringan, tahan lama, anti karat dan tahan gempa.[butuh rujukan] Beberapa jenis tumbuhan menghasilkan bahan