Katib (bahasa Arab: كَاتِب, kātib) adalah penulis, jurutulis atau sekretaris di wilayah Arab, Persia dan wilayah Islam lainnya serta India.[1] Di Afrika Utara, pengucapan lokal dari istilah tersebut juga disebut ketib. Tugasnya meliputi membaca dan menulis surat, mengeluarkan perintah atas komando orang yang berkuasa dan mengarsipkan dokumentasi.[2]

Referensi

sunting
  1. ^ M. Th. Houtsma (1987), First encyclopaedia of Islam, 1913-1936, E.J. Brill, hlm. 819, ISBN 9789004082656, OCLC 15549162
  2. ^ Akbar Shāh K̲h̲ān Najībābādī (2000), Ṣafī al-Raḥmān Mubārakfūrī (ed.), The History of Islam, vol. 2, Houston: Darussalam, hlm. 600, OCLC 49825878

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Said Aqil Siroj

Makkah masa khidmat 1983-1987 Wakil Katib 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 1994-1998 Katib 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama

Asrorun Ni’am Sholeh

dan Kebijakan Publik di Era Milenial". Ni'am juga mendapat amanah sebagai Katib Suriyah PB Nahdlatul Ulama dua periode, yaitu masa khidmat 2015-2021 dan

Marwan bin al-Hakam

Khalifah Utsman bin Affan (memerintah 644–656), saat ia menjabat sebagai katib (sekretaris) dan menjadi orang kepercayaan Utsman. Ia terluka saat menghadapi

Kritik teks

karya tulis yang tidak diterbitkan dari seorang penulis abad ke-21. Para katib zaman purba yang diupah untuk menyalin dokumen mungkin saja memiliki kemahiran

Suku Dayak Bakumpai

dari wilayah bekas Distrik Bakumpai adalah wilayah Distrik Mangkatip (Mengkatib) merupakan pemukiman suku Dayak Bara Dia atau Suku Dayak Mangkatip. Suku

Muhammad bin Sulayman al-Katib

Muhammad bin Sulayman, yang bermarga al-Katib, adalah seorang pejabat senior dan komandan Kekhalifahan Abbasiyah. Ia dikenal atas kemenangannya melawan

Yahya Cholil Staquf

Yogyakarta periode 1986-1987. Kiprah Yahya Cholil Staquf di NU adalah sebagai Katib 'Aam PBNU masa khidmat 2015-2020. Pada Muktamar ke-34 NU di Bandar Lampung

Daftar Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama

senat dan berada di dalam jajaran syuriah. Rais ‘Aam dibantu oleh Wakil, Katib (sekretaris), dan A'wan (pembantu). Jabatan Rais 'Aam pertama kali adalah