Kekeliruan adalah sikap yang ditunjukan atau pernyataan yang dibuat oleh seseorang saat sikap/ pernyataan tersebut memiliki alasan yang tidak benar dan menyesatkan.[1] Kekeliruan juga sering disebut dengan salah atau kesalahan di mana istilah ini merujuk pada konsep dalam hukum, etika, dan ilmu pengetahuan. Secara umum, kesalahan ataupun kekeliruan biasanya merujuk pada situasi di mana sesuatu itu salah, keliru, tidak tepat, ataupun salah hitung tergantung dari konteksnya. Secara rinci, kejadian "salah" merujuk pada situasi di mana seorang individu telah melakukan kesalahan ataupun mengambil keputusan yang tidak tepat.

Jenis konstipasi

sunting

Ada beberapa jenis kekeliruan umum mengenai alasan yang diberikan:

  1. Ad hominem di mana yang diserang adalah orangnya dan bukan mengarahkan pada masalahnya. Saat ini terjadi, pengkoreksian bisa dilakukan dengan mengembalikan hubungan kembali pada masalah.
  2. Mengindahkan pertanyaan di mana alasan yang diberikan tidak memiliki hubungan dengan masalah yang sedang didiskusikan. Koreksi dapat dilakukan dengan tetap memfokuskan terhadap masalah yang didiskusikan.
  3. Nonsequitur di mana kesimpulan yang diambil (bantahan) tidak berdasarkan premis.

Referensi

sunting
  1. ^ Curtis, Dan B; Floyd, James J.; Winsor, Jerryl L. Komunikasi Bisnis dan Profesional. Remaja Rosdakarya, Bandung. 1996. Hal 293


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kekeliruan etimologis

Kekeliruan etimologis mengklaim membuat kesimpulan tentang arti kata saat ini dengan mengacu pada asal-usul dan transformasinya dalam sejarah. Argumen

Tikus belanda

menjual tikus belanda untuk dagingnya. Di Indonesia tikus belanda sering dikelirukan dengan marmot atau marmut, yaitu hewan pengerat lain yang berukuran lebih

Kilir lidah

dalam kekeliruan berbahasa atau kekeliruan wicara karena penutur tidak memproduksi kata yang sebenarnya dikehendaki. Ketika penutur menyadari kekeliruan yang

Tupai

deprecated ) adalah segolongan hewan mamalia kecil yang mirip dan kerap dikelirukan dengan bajing. Secara ilmiah, tupai tidak sama dan jauh kekerabatannya

Kekeliruan dalam matematika

Kekeliruan dalam matematika adalah suatu ilustrasi dari konsep yang memuat jenis-jenis kekeliruan pada pembuktian matematika yang sering kali diperlihatkan

Sistem kasta Bali

bisa terjadi karena kedua sistem ini berasal dari akar yang sama, yaitu kekeliruan dalam penerapan sistem Warna yang bersumber dari Veda. Akan tetapi, sistem

Kesesatan

atau penalaran yang salah. Kekeliruan dapat dibagi menjadi 2 bagian, yakni kekeliruan formal dan kekeliruan informal. Kekeliruan formal adalah cacat dalam

Kekeliruan tentang dunia yang adil

Hipotesis dunia yang adil atau kekeliruan dunia yang adil adalah bias kognitif yang mengasumsikan bahwa "orang mendapatkan apa yang pantas mereka dapatkan"—bahwa