Kempul yang digantung pada gayor dengan tali pluntur | |
| Alat musik perkusi | |
|---|---|
| Klasifikasi | Idiofon |
| Hornbostel–Sachs | 111.241.11 (Gong individu) |
| Alat musik terkait | |
| Gong | |
Kempul (bahasa Jawa: ꦏꦼꦩ꧀ꦥꦸꦭ꧀) merupakan salah satu perangkat dalam gamelan yang ditabuh, termasuk dalam keluarga gong.[1] Alat musik ini digantung seperti halnya gong[2] serta termasuk bagian dari kelompok instrumen keras dari gamelan.[3]
Kempul merupakan alat musik yang berasal dari jawa,Kempul menandai aksen-aksen penting dalam lagu/gendhing jawa (peningkah bunyi).[4][2] Dalam hubungannya dengan lagu/gendhing, kempul bisa memainkan nada yang sama dengan nada balungan; kadang-kadang kempul mendahului nada balungan berikutnya.[5][6] Kempul menghasilkan suara yang lebih tinggi daripada Gong, sedangkan yang lebih kecil akan menghasilkan suara yang lebih tinggi lagi.[7]
Referensi
sunting- ^ Nurwanti, Y. H., & Munawaroh, S. (2019). Dhangglung Lumajang: Pertunjukan dan pelestarian (Ed. 1). BPNB D.I. Yogyakarta. hlm. 59
- ^ a b "Nama-Nama Alat Musik Gamelan, Fungsi, dan Cara Memainkannya". CNN Indonesia. Diakses tanggal 2024-05-10.
- ^ Kridalaksana & 2001 77.
- ^ Muis, M. (2009). Pendefinisian lema alat musik di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. hlm. 51
- ^ Endraswara, Suwardi (2008). Laras manis: tuntunan praktis karawitan Jawa. Kuntul Press. hlm. 78. ISBN 978-979-16502-5-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Sumarsam (2002). Hayatan gamelan: kedalaman lagu, teori, dan perspektif. STSI Press. hlm. 73. ISBN 978-979-8217-10-4. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ "12 Alat Musik Tradisional Jawa Tengah yang Sering Digunakan untuk Gamelan". Bukalapak. Diakses tanggal 2024-05-10.
Daftar pustaka
sunting- Kridalaksana, Harimurti (2001). Wiwara pengantar bahasa dan kebudayaan Jawa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. ISBN 9789796864249.