Banjir bandang dan longsor Sumatra 2025
Searah jarum jam dari atas
Tanggal25โ€“30 November 2025ย (2025-11-25โ€“30)
LokasiAceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat
PenyebabHujan lebat dipicu Siklon Senyar
Tewas1.204[1][2]
Cedera8.041[1]
Hilang140[1]
Kerugian harta bendaRp 68,6 triliun ($4.13 miliar USD)[3]
Pengungsiโ‰ฅ1 juta jiwa
Terdampakโ‰ฅ3.3 juta

Bagian dari Banjir dan longsor Asia Tenggara 2025

Serangkaian bencana hidrometeorologi parah berupa banjir bandang, luapan sungai, dan tanah longsor yang menerjang wilayah utara dan tengah Pulau Sumatra pada akhir November 2025. Bencana ini utamanya berdampak pada tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kondisi cuaca ekstrem selama beberapa hari telah memicu banjir dan longsor, dengan wilayah yang paling terdampak yaitu: Aceh Tamiang, Agam, Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.[4][5]

Curah hujan yang ekstrem memicu bencana ini, namun para ahli dan organisasi masyarakat sipil menilai tingkat kehancuran yang masif merupakan hasil dari kombinasi cuaca buruk dengan kerentanan ekologis akibat degradasi hutan di wilayah hulu. Setidaknya 1.204 orang tewas dan 140 orang lainnya masih hilang.[6] Tempat dengan jumlah korban jiwa terbanyak adalah Kabupaten Aceh Utara dengan 246 korban jiwa. Banyaknya korban jiwa akibat bencana ini menjadikannya sebagai bencana alam paling mematikan di Indonesia sejak gempa bumi dan tsunami Sulawesi pada 2018, yang menewaskan 4.340 orang.[7][8][9]

Dampak dan korban

sunting
Jumlah korban menurut provinsi
Provinsi Tewas Luka Hilang
Aceh
562
5.359
29
Sumatera Utara
375
2.300
41
Sumatera Barat
267
382
70
Total 1.204 8.041 140

Bencana ini menimbulkan kerugian material dan korban jiwa dalam skala besar. Menurut pembaruan data resmi yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 27 Januari 2026, tercatat setidaknya 1.204 orang tewas dan 140 orang lainnya hilang.[10] Selain itu, lebih dari 8.000 orang terluka dalam bencana ini.[11] Bencana tersebut diperkirakan berdampak langsung pada lebih dari 3,3 juta jiwa penduduk dan memaksa hingga 1 juta orang untuk mengungsi, tersebar pada 50 kabupaten/kota di ketiga provinsi terdampak.[12] Bencana tersebut merusak 1.900 fasilitas umum, 200 fasilitas kesehatan, 875 fasilitas pendidikan, 806 rumah ibadah, 291 kantor, hingga 734 jembatan.[13]

Aceh

sunting
Citra satelit dari Copernicus Sentinel-2, memperlihatkan dampak banjir di Timur Lhokseumawe, Aceh pada 29 November

Di Aceh, 562 orang tewas, 5.359 luka-luka, 456 diantaranya luka serius dan 29 lainnya hilang, serta 556.016 orang mengungsi dan 2.5 juta orang terdampak.[14][15] Laporan yang dihimpun Posko Terpadu Pemerintah Aceh mencatat, bencana banjir dan longsor telah mempengaruhi 225 kecamatan dan 3.658 gampong.[16] Sekitar 246 korban jiwa tercatat di Kabupaten Aceh Utara,[17][18] 101 korban jiwa di Kabupaten Aceh Tamiang, 57 korban jiwa di Kabupaten Aceh Timur, 40 korban jiwa di Bireun, 32 korban jiwa di Kabupaten Bener Meriah,[19] 29 korban jiwa di Pidie Jaya,[20] 25 korban jiwa di Kabupaten Aceh Tengah, 14 korban jiwa di Kabupaten Aceh Tenggara,[21][22] lima korban jiwa di Gayo Lues, Langsa dan Lhokseumawe, dua korban jiwa di Kota Subulussalam, serta satu korban jiwa masing-masing di Kabupaten Pidie dan Nagan Raya.[23][24] Lebih dari 50% gampong (desa) di Aceh terdampak banjir dan longsor tersebut.[25] Menurut BNPB, diperkirakan 37.546 rumah rusak akibat banjir dan longsor di seluruh Provinsi Aceh.[26]

Sumatera Utara

sunting

Setidaknya sebanyak 375 korban tewas, 2.300 korban luka, dan 41 korban hilang akibat banjir dan longsor di seluruh wilayah Sumatera Utara.[27] Data BNPB juga menyampaikan sebanyak 3.500 rumah rusak berat, 4.100 rumah rusak sedang, 20.500 rumah rusak ringan. Kemudian, 271 jembatan rusak hingga 282 fasilitas pendidikan rusak, jumlah terdampak akibat banjir dan longsor mencapai 1.7 juta orang, dan jumlah pengungsi mencapai 53.523 orang.[28] Daerah yang mengalami dampak terparah meliputi Kabupaten Tapanuli Tengah dengan 128 korban jiwa dan 35 korban hilang, sekitar 93 korban jiwa dan 4 korban jiwa tercatat di Tapanuli Selatan,[29] lalu 55 korban jiwa di Kota Sibolga, 36 korban jiwa dan 2 korban hilang di Tapanuli Utara, 17 korban jiwa di Deli Serdang, 14 korban jiwa di Kabupaten Langkat,[30] 12 korban jiwa di Kota Medan, 10 korban jiwa dan 1 korban hilang di Humbang Hasundutan, 2 korban jiwa di Kabupaten Pakpak Bharat, dan 1 masing-masing di Kabupaten Nias, Nias Selatan, dan Kota Padangsidimpuan.[31][32]

Sumatera Barat

sunting
Pemandangan udara wilayah yang terdampak banjir di Sumatera Barat

Di Sumatera Barat, 267 orang tewas, 70 hilang, dan 382 orang terluka.[33] Setidaknya 197 korban jiwa akibat banjir bandang di Kabupaten Agam.[34] Korban jiwa tersebut tersebar di Kecamatan Palembayan 142 orang, Kecamatan Malalak 14 orang, Kecamatan Tanjung Raya 10 orang, Palupuh satu orang, Kecamatan Matur satu orang.[35] Tanah longsor di gerbang masuk Kota Padang Panjang telah menewaskan 30 orang.[36] Di Kota Padang, 11 orang tewas,[37] dengan 31.845 orang terdampak.[38] Sekitar 15.000 warga di Lubuk Minturun terdampak banjir. Ketinggian air di kawasan tersebut mencapai hingga 2 meter[39] Lima korban tewas akibat banjir dan longsor di Kabupaten Pasaman Barat.[40] Sekitar 35 orang meninggal di Kabupaten Padang Pariaman,[41] satu orang tewas di Kota Solok, dan dua orang tewas di Kabupaten Tanah Datar.[42]

Penyebab

sunting
Citra satelit inframerah Siklon Senyar (kiri) dan Siklon Koto (kanan) pada 26 November

Para pakar sepakat bahwa bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra merupakan manifestasi dari dua faktor utama yang terjadi secara simultan: kondisi cuaca ekstrem yang dipicu oleh dinamika atmosfer global, dan kerentanan ekologis wilayah akibat kerusakan lingkungan yang berlangsung sistematis.[43][44]

Faktor meteorologi dan atmosfer

sunting

BMKG mengungkapkan bahwa pada akhir November hingga awal Desember 2025, Sumatra bagian Utara mengalami puncak musim hujan, dengan curah hujan mencapai 300 mm. Pada saat bersamaan, terbentuk Bibit Siklon Tropis 95B di Selat Malaka, sebuah fenomena tidak biasa di dekat garis khatulistiwa.[45] Bibit siklon tersebut menguat menjadi Siklon Tropis Senyar pada 26 November 2025 pukul 07.00 WIB.[46]

Fenomena ini menjadi perhatian para meteorologis karena Siklon Tropis Senyar terbentuk di bawah lintang 5 derajat, suatu kejadian yang jarang terjadi. Menurut analisis dosen Institut Pertanian Bogor (IPB), kondisi tersebut turut diperkuat oleh interaksi dengan Gelombang Rossby Ekuatorial, Maddenโ€“Julian Oscillation (MJO) pada Fase 6, serta pengaruh dari anomali iklim global seperti Indian Ocean Dipole (IOD) dan La Niรฑa yang intens. Kombinasi faktor-faktor ini secara kolektif meningkatkan konvergensi udara, membentuk awan kumulonimbus dalam jumlah besar, dan memicu hujan ekstrem berkepanjangan yang berlangsung hingga lebih dari 24 jam.[47]

Faktor ekologis dan degradasi lingkungan

sunting
Bangunan hancur akibat banjir bandang di Sumatera Barat

Para peneliti, termasuk dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Bandung (ITB), menegaskan bahwa cuaca ekstrem hanyalah pemicu, sementara kerusakan lingkungan, yang oleh seorang peneliti UGM disebut sebagai "dosa ekologis", merupakan faktor utama yang memperparah daya rusak bencana.[48] Degradasi ekosistem hutan di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) telah menghilangkan fungsi hidrologis hutan sebagai penyangga alami. Hatma Suryatmojo, seorang peneliti hidrologi hutan, menjelaskan bahwa vegetasi hutan berfungsi sebagai "spons raksasa" yang mampu menyerap air hujan ke dalam tanah (infiltrasi) dan menahannya agar tidak langsung mengalir ke sungai (intersepsi). Namun, ketika hutan di wilayah hulu mengalami kerusakan, siklus hidrologi alami ini terganggu, menyebabkan air hujan yang deras tak lagi terserap dan mayoritas langsung mengalir sebagai limpasan permukaan yang cepat dan destruktif, yang pada akhirnya memicu erosi masif dan banjir bandang.[49]

Kerusakan ini diperparah oleh masifnya alih fungsi lahan dan ekspansi industri ekstraktif. Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) mencatat bahwa Pulau Sumatra telah dijadikan "zona pengorbanan" bagi industri pertambangan, dengan adanya sedikitnya 1.907 wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) minerba aktif seluas 2,45 juta hektare, atau setara dengan empat kali luas negara Brunei Darussalam. Selain tambang, terdapat pula konsesi perkebunan kelapa sawit yang telah melampaui batas kapasitas ekologis, serta proyek energi seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru yang beroperasi di kawasan hulu. Organisasi lingkungan, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dan Greenpeace, menemukan bahwa antara tahun 2016 hingga 2024, sekitar 1,4 juta hektare hutan hilang di ketiga provinsi terdampak. Hilangnya tutupan hutan ini, khususnya di ekosistem kritis seperti Batang Toru di Sumatera Utara dan di sepanjang Bukit Barisan, secara signifikan mengurangi kemampuan alam untuk menahan air hujan.[butuh rujukan]

Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK) juga menyoroti temuan material kayu gelondongan berbekas potongan mesin yang terbawa arus banjir. Hal ini mengindikasikan adanya operasi pembalakan liar atau eksploitasi yang tidak terkendali di kawasan hulu, baik melalui izin yang dilegalkan maupun aktivitas ilegal yang memanfaatkan celah perizinan. Kondisi DAS yang kritis, di mana mayoritas tutupan hutan alamnya di bawah 30 persen, membuat wilayah tersebut kehilangan daya dukung dan daya tampung, sehingga setiap hujan lebat datang, bencana hidrometeorologi parah menjadi tak terhindarkan.[50]

Tanggap darurat dan bantuan

sunting
Pesawat angkut CN-295 TNI AU menerjunkan 90 helibox bantuan darurat, berisi suplai pangan dan perlengkapan pokok, ke Drop Zone Batuarimo, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Bantuan ini ditujukan bagi warga terdampak banjir yang masih terisolasi dan kesulitan logistik dasar.
Bantuan logistik yang dikirimkan untuk banjir di Sumatera Barat tiba di Bandar Udara Internasional Minangkabau

Pasca bencana menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pengungsi diberikan kebutuhan darurat berupa 3.000 paket sembako, 200 family kit, 200 kitchen kit, lima tenda pengungsi, 50 tenda keluarga, 500 kasur lipat dan selimut, serta lima unit perahu karet.[51] Sementara Kemensos membangun tenda darurat serta dapur umum di sejumlah wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, yang terdampak bencana.[52] Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, Sumatera Barat menyerahkan bantuan logistik pangan serta membangun akses jembatan darurat yang sebelumnya terputus oleh derasnya arus sungai di Nagari Koto Hilalang, Kecamatan Kubung. Sebanyak 102 paket sembako telah didistribusikan kepada warga terdampak. 56 paket sembako diserahkan kepada warga Nagari Koto Hilalang, 10 paket untuk warga di Nagari Koto Sani, empat paket untuk warga di Nagari Saning Baka, 12 paket untuk warga di Paninggahan, 10 paket untuk warga serta 10 paket untuk dapur umum di Nagari Salayo.[53]

Menghadapi skala bencana yang luas, Pemerintah Indonesia mengaktifkan mobilisasi penuh seluruh sumber daya nasional. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyatakan bahwa Presiden telah memerintahkan agar seluruh kekuatan nasional difokuskan untuk mempercepat operasi kemanusiaan, evakuasi, dan distribusi logistik.[butuh rujukan]

Bantuan logistik dan santunan

sunting
Presiden Prabowo Subianto menemui para korban terdampak banjir dan longsor di posko Padang Pariaman, 01 Desember 2025

Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) memimpin penyaluran bantuan logistik dan dukungan dapur umum dengan total nilai mencapai Rp21,48 miliar.[54] Kemensos mendirikan sebanyak 28 titik dapur umum yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang mampu memproduksi hingga 100 ribu bungkus nasi per hari untuk melayani kebutuhan para pengungsi.[55] Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah daerah setempat turut menyalurkan kebutuhan darurat, termasuk ribuan paket sembako, tenda pengungsi, serta perahu karet. Selain kebutuhan fisik, pemerintah juga memberikan dukungan finansial. Menteri Sosial mengumumkan pemberian santunan sebesar Rp15 juta bagi ahli waris korban meninggal dunia dan Rp5 juta untuk korban luka berat, sebagai bentuk tali asih untuk meringankan beban di tengah bencana.[56]

Dukungan sektor ekonomi dan teknologi

sunting

Untuk meringankan beban ekonomi korban, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengizinkan perbankan untuk memberikan perlakuan khusus terhadap kredit yang dimiliki korban bencana. Perlakuan ini dapat berupa pemberian kredit atau pembiayaan baru pascabencana dan restrukturisasi kredit yang disalurkan sebelum maupun setelah bencana, yang kualitas asetnya akan ditetapkan lancar. Sementara itu, sebagai bentuk dukungan komunikasi dan akses informasi, layanan internet satelit Starlink milik Elon Musk digratiskan bagi korban banjir dan longsor di Sumatra hingga akhir Desember 2025.[57]

Partisipasi publik dan internasional

sunting

Gelombang solidaritas dan bantuan kemanusiaan juga mengalir deras dari publik dan pihak internasional. Penggalangan dana publik berskala besar, yang diinisiasi oleh Malaka Project Ferry Irwandi, berhasil mengumpulkan donasi lebih dari Rp10,37 miliar dalam 24 jam pertama dari lebih dari 87 ribu penyumbang, dengan fokus penyaluran ke daerah-daerah terpencil dan terisolasi.[58] Menanggapi hal tersebut, salah satu anggota DPR mengapresiasi sikap Ferry Irwandi, terlepas dari posisinya terhadap pemerintah.[59] Sikap tersebut kemudian membuat sejumlah media daring menyerangnya dengan narasi negatif, sehingga ia membuat video klarifikasi yang diunggah di media sosial pribadinya.[60] Pada 29 November 2025, Malaysia mengirimkan bantuan berupa obat-obatan dan tim dokter yang mendarat di Aceh, yang kemudian diintegrasikan dengan upaya penanganan kesehatan oleh pemerintah daerah.[61]

Dukungan juga muncul dari komunitas olahraga daerah di Sumatera Barat. Pada 7 Desember 2025, ajang Sawahlunto Derby ke-18 (Bank Nagari Sawahlunto Derby) yang digelar di Gelanggang Pacuan Kuda Kandih menyumbangkan seluruh pendapatannya untuk misi kemanusiaan. Acara tersebut berhasil mengumpulkan Rp32.225.000 dari hasil penjualan tiket dan sumbangan VIP, yang menurut penyelenggara akan dikonversi menjadi bantuan kebutuhan pokok bagi korban banjir dan longsor di Sumatera Barat.[62]

Pemimpin Gereja Katolik sedunia, Paus Leo XIV, dalam kesempatan berdoa Angelus bersama dengan umat Katolik dari manca negara di Lapangan Santo Petrus, Vatikan pada Minggu, 7 Desember 2025, menyatakan kedekatannya serta mendoakan seluruh korban jiwa dan terdampak dari bencana ini, termasuk bencana yang terjadi di Sri Lanka, Malaysia dan Thailand. [63] Paus Leo XIV kemudian mendesak komunitas internasional dan "semua orang dengan kehendak baik" untuk membantu seluruh masyarakat yang terdampak dengan "gestur solidaritas yang konkrit". Melalui Dikasteri untuk Pelayanan Amal, Paus Leo XIV dan Takhta Suci telah mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada negara-negara terdampak, termasuk Indonesia. [64]

Isu kebijakan dan pemulihan

sunting

Kerugian ekonomi dan moratorium

sunting

Bencana ini diperkirakan menimbulkan kerugian ekonomi yang masif. Center of Economic and Law Studies (Celios) memperkirakan dampak kerugian mencapai angka fantastis, yaitu Rp68,67 triliun. Perkiraan ini mencakup kerugian akibat kerusakan rumah penduduk, kehilangan pendapatan rumah tangga, kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan, serta kerugian produksi lahan pertanian. Oleh karena itu, Celios dan organisasi lingkungan mendesak pemerintah untuk segera menerapkan moratorium izin tambang dan perluasan kebun sawit, serta beralih ke paradigma ekonomi yang lebih berkelanjutan.[butuh rujukan]

Desakan status Bencana Nasional

sunting

Hingga awal Desember 2025, pemerintah masih menetapkan status bencana ini sebagai bencana daerah tingkat provinsi. Namun, muncul desakan kuat dari berbagai pihak, termasuk Pusat Kajian Hukum dan Keadilan Sosial (LSJ) Fakultas Hukum UGM dan WALHI, agar Presiden menetapkan status Darurat Bencana Nasional.[butuh rujukan]

Desakan ini didasarkan pada skala bencana yang telah menyebabkan kolapsnya kehidupan masyarakat, krisis pangan, pemadaman listrik, dan terputusnya jaringan komunikasi di beberapa lokasi, yang menunjukkan ketidakmampuan pemerintah daerahโ€”seperti Aceh Tengah dan Pidie Jaya yang secara terbuka menyatakan tidak sanggup mengatasi bencanaโ€”untuk merespons secara memadai. Penetapan status nasional dianggap krusial untuk mengaktifkan koordinasi antarlembaga yang lebih cepat dan besar serta mobilisasi anggaran nasional untuk pemenuhan kebutuhan dasar dan pemulihan jangka panjang.[butuh rujukan]

Evaluasi tata kelola lingkungan

sunting

Tragedi ini menjadi momentum yang mendesak bagi pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan di sektor kehutanan dan pertambangan. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola kehutanan, mengakui bahwa fokus kebijakan selama ini terlalu condong ke sisi ekonomi dibandingkan ekologi.[butuh rujukan]

Senada, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menyatakan komitmen untuk mengevaluasi total seluruh izin pertambangan di tiga provinsi terdampak. Para pegiat lingkungan mendesak agar komitmen ini diwujudkan dalam bentuk penghentian laju industri ekstraktif di kawasan hulu dan DAS kritis, serta restorasi ekosistem secara menyeluruh dengan menjadikan daya tampung dan daya dukung lingkungan sebagai acuan utama pembangunan.[butuh rujukan]

Rekomendasi Kebijakan dan Pemulihan Berkelanjutan

sunting

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ a b c "Indonesia flood death toll climbs to 303 amid cyclone devastation, disaster agency says". Reuters. 29 November 2025. Diakses tanggal 29 November 2025.
  2. ^ "Sri Lanka and Indonesia deploy militaries as Asia floods death toll passes 1,100". The Guardian. Diakses tanggal 2025-12-01.
  3. ^ Karina, Dina (1 Desember 2025). "Celios: Kerugian Akibat Bencana Rp68,6 T, Lebih Besar dari Penerimaan Tambang". Kompas TV. Diakses tanggal 2 Desember 2025.
  4. ^ "Key Facts About North Sumatra Floods and Landslides That Killed Dozens". Tempo. 27 November 2025. Diakses tanggal 29 November 2025.
  5. ^ "Banjir Sumatra: Sepekan yang mencekam di Aceh Tamiang โ€“ 'Seperti kota zombie'". BBC News Indonesia. 2025-12-04. Diakses tanggal 2025-12-05.
  6. ^ "Dua Bulan Bencana Sumatra: 1.204 Korban Meninggal, Ratusan Orang Hilang". Suara.com. 27 Januari 2026. Diakses tanggal 28 Januari 2026.
  7. ^ "Update Korban Bencana Sumatera: 753 Orang Meninggal, 526 Hilang". Kumparan.com. 2 Desember 2025. Diakses tanggal 2 Desember 2025.
  8. ^ Alastair McCready (29 November 2025). "Indonesia death toll rises to 303 after catastrophic flooding in Sumatra". Aljazeera (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 30 November 2025.
  9. ^ "Lebih dari 600 orang meninggal dunia, Prabowo tinjau lokasi โ€“ Perkembangan terbaru banjir dan longsor di Sumatra". BBC Indonesia. 1 Desember 2025. Diakses tanggal 1 Desember 2025.
  10. ^ "Update Banjir Sumatra 27 Januari: 1.204 Tewas, 111 Ribu Masih Ngungsi". CNN Indonesia. 27 Januari 2026. Diakses tanggal 28 Januari 2026.
  11. ^ "Update Korban Banjir Sumatera: 1.090 Meninggal, 7.000 Luka". Tempo.co. 21 Desember 2025. Diakses tanggal 21 Desember 2025.
  12. ^ "Update Korban Banjir dan Longsor di Sumatera: 964 Orang Meninggal, 264 Hilang, 894.101 Mengungsi". Liputan 6. 10 Desember 2025. Diakses tanggal 10 Desember 2025.
  13. ^ Haris Fadhil (23 Desember 2025). "1.112 Orang Tewas Akibat Bencana Sumatera, Terbanyak di Aceh". Detik.com. Diakses tanggal 2 Desember 2025.
  14. ^ "Update Bencana Aceh: 560 Orang Tewas, Lebih 2,5 Juta Terdampak". rmolaceh.id. 20 Januari 2026. Diakses tanggal 20 Januari 2026.
  15. ^ "Korban Meninggal Bencana Banjir Aceh Bertambah 407 Jiwa". RRI.co.id. 11 Desember 2025. Diakses tanggal 12 Desember 2025.
  16. ^ "Jumlah Korban Meninggal Banjir Aceh Bertambah 391 Jiwa". rri.co.id. 10 Desember 2025. Diakses tanggal 10 Desember 2025.
  17. ^ "Sebulan Pascabanjir, Korban Jiwa di Aceh Utara Capai 205 Orang". Kompas.com. 25 Desember 2025. Diakses tanggal 26 Desember 2025.
  18. ^ "Dua Jenazah Ditemukan di Bener Meriah dan Aceh Utara, BNPB: Korban Meninggal Banjir Sumatera 1.140". Kompas.tv. 28 Desember 2025. Diakses tanggal 29 Desember 2025.
  19. ^ "Dua Jenazah Ditemukan di Bener Meriah dan Aceh Utara, BNPB: Korban Meninggal Banjir Sumatera 1.140". Kompas.tv. 28 Desember 2025. Diakses tanggal 29 Desember 2025.
  20. ^ "Banjir Bireuen 28 Jembatan Putus dan 2000 Unit Rumah Hilang Rusak 26 Meninggal". Tribun Network. 11 Desember 2025. Diakses tanggal 11 Desember 2025.
  21. ^ "Bencana Banjir dan Longsor Aceh, 9 Warga Aceh Tengah Meninggal Tertimbun di Lereng Perkebunan Kopi". Jawa Pos. 26 November 2025. Diakses tanggal 26 November 2025.
  22. ^ "Update Banjir Longsor Aceh: 30 Orang Meninggal Dunia, 16 Masih Hilang". CNN Indonesia. 28 November 2025. Diakses tanggal 28 November 2025.
  23. ^ "Data Terbaru Korban Tewas Banjir & Longsor Aceh, Sumut & Sumbar". CNBC Indonesia. 30 November 2025. Diakses tanggal 30 November 2025.
  24. ^ "97.384 Orang Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh, Terbanyak di Aceh Timur". Detik.com. 28 November 2025. Diakses tanggal 28 November 2025.
  25. ^ "Korban Bencana di Aceh Bertambah, 345 Tewas dan 174 masih Dicari". Media Indonesia. 5 Desember 2025. Diakses tanggal 5 Desember 2025.
  26. ^ "BNPB: 37.546 Rumah di Aceh Rusak akibat Banjir dan Longsor". Kompas.com. 9 Desember 2925. Diakses tanggal 9 Desember 2925.
  27. ^ "Korban Tewas Banjir-Longsor di Sumut Bertambah Jadi 375 Orang, Hilang 41". Detik.com. 10 Januari 2026. Diakses tanggal 20 Januari 2026.
  28. ^ "Data Terbaru BNPB: Korban Meninggal Bencana Sumatera Capai 604 Orang". CNBC Indonesia. 1 Desember 2025. Diakses tanggal 1 Desember 2025.
  29. ^ "21.579 Jiwa di Sumut Masih Mengungsi Akibat Bencana, Tapteng Terbanyak". Detik.com. 16 Desember 2025. Diakses tanggal 16 Desember 2025.
  30. ^ "Daftar 13 Korban Meninggal Akibat Banjir Besar di Langkat, Berikut Nama-namanya". Tribun Network. 11 Desember 2025. Diakses tanggal 11 Desember 2025.
  31. ^ "BPBD Update Korban Banjir-Longsor di Sumut: 309 Tewas dan 165 Hilang". Detik.com. 4 Desember 2025. Diakses tanggal 4 Desember 2025.
  32. ^ "Update Banjir-Longsor Sumut: 116 Warga Meninggal, 42 Orang Dalam Pencarian". Kompas.com. 28 November 2025. Diakses tanggal 28 November 2025.
  33. ^ "Dua Bulan Bencana Sumatra: 1.204 Korban Meninggal, Ratusan Orang Hilang". Suara.com. 27 Januari 2026. Diakses tanggal 28 Januari 2026.
  34. ^ "Update Banjir Sumatra 27 Januari: 1.204 Tewas, 111 Ribu Masih Ngungsi". CNN Indonesia. 27 Januari 2026. Diakses tanggal 28 Januari 2026.
  35. ^ "Korban Meninggal Bencana di Agam Jadi 192 Orang, 72 Lainnya Hilang". Detik.com. 11 Desember 2025. Diakses tanggal 13 Desember 2025.
  36. ^ Nasional, Admin (2025-11-30). "Kapolres Padang Panjang: Sudah 30 Korban Meninggal Dunia Bencana Galodo dan Longsor Jembatan Kamba | Berita Merdeka Online". Diakses tanggal 2025-11-30.
  37. ^ "Hari Ke-4 Pencarian, Korban Banjir Bandang Padang Ditemukan di Laut". BeritaSatu. 28 November 2025. Diakses tanggal 28 November 2025.
  38. ^ "Update Terkini Banjir Padang: Korban Meninggal Bertambah jadi 8 Orang, 31.845 Warga Terdampak". Jawa Pos. 28 November 2025. Diakses tanggal 28 November 2025.
  39. ^ "Banjir Padang Sumbar, 4 Warga Lubuk Minturun Tewas Terbawa Arus". Kompas.com. 27 November 2025. Diakses tanggal 27 November 2025.
  40. ^ ""Update" Bencana Sumbar: Seorang Remaja Tewas Tertimbun Longsor di Pasaman Barat". Kompas.id. 26 November 2025. Diakses tanggal 26 November 2025.
  41. ^ Sadri, Rendi Hakimi (2025-11-29). "3.963 Rumah Terendam, 27 Warga Meninggal di Padang Pariaman Akibat Banjir dan Longsor". Sumbarkita.id. Diakses tanggal 2025-11-30.
  42. ^ "Korban Banjir-Longsor di Sumbar: 90 Orang Meninggal-85 Hilang". Detik.com. 28 November 2025. Diakses tanggal 28 November 2025.
  43. ^ Muhammad Arfari Dwiatmodjo (26 November 2025). "Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air Tanggal 26 November 2025". BNBP. Diakses tanggal 29 November 2025.
  44. ^ Cicin Yulianti (29 November 2025). "Biang Kerok Banjir Bandang Dahsyat di Sumatera Terkuak, Begini Analisis Pakar ITB". Detik. Diakses tanggal 29 November 2025.
  45. ^ Zulfikar, Fahri. "Cuaca Ekstrem Melanda Aceh-Sumut, Kapan Puncak Musim Hujan 2025 Terjadi?". detikedu. Diakses tanggal 2025-12-03.
  46. ^ "Siklon Tropis Senyar Muncul, Aceh-Sumut Waspada Hujan Ekstrem". CNN Indonesia. 26 November 2025. Diakses tanggal 21 Desember 2025.
  47. ^ "Cuaca Ekstrem di Sumatera Dipicu Anomali Siklon Tropis, Ini Penjelasan Pakar". Kompas.com. 3 Desember 2025. Diakses tanggal 28 Januari 2026.
  48. ^ "Peringatan Pakar UGM soal Banjir Sumatera, Dosa Ekologis Harus Dihentikan!". Detik.com. 5 Desember 2025. Diakses tanggal 21 Desember 2025.
  49. ^ "Ahli Hidrologi UGM: Banjir Aceh-Sumatra Akumulasi Dosa Ekologis di Hulu DAS". nu.or.id. 21 Desember 2025. Diakses tanggal 21 Desember 2025.
  50. ^ Muhammad Rifat (8 Desember 2025). "Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Sumatera: Kerusakan Ekologis dan Korban Jiwa". Kompasiana.com. Diakses tanggal 28 Januari 2026.
  51. ^ "15 Orang Meninggal dalam Banjir-Longsor di Tapanuli Selatan, 3.000 Keluarga Mengungsi". Kompas.tv. 27 November 2025. Diakses tanggal 27 November 2025.
  52. ^ "Kemensos Salurkan Bantuan Logistik-Bangun Dapur Umum di Sumatera-Aceh". Detik.com. Diakses tanggal 27 November 2025.
  53. ^ "Pemkab Solok serahkan bantuan logistik untuk korban banjir bandang". AntaraNews.Sumbar. 27 November 2025. Diakses tanggal 27 November 2025.
  54. ^ "Mensos: Bantuan Logistik & Dapur Bencana Banjir Sumatera Rp21,4 M". CNBC Indonesia. 4 Desember 2025. Diakses tanggal 4 Desember 2025.
  55. ^ "Kemensos Dirikan 28 Dapur Umum, Produksi 100 Ribu Nasi per Hari untuk Pengungsi Banjir di Sumatra". Indonesia side.id. 4 Desember 2025. Diakses tanggal 4 Desember 2025.
  56. ^ "Kemensos Salurkan Bantuan Rp 2,6 M ke Korban Banjir dan Longsor di Sumatera bandang". nasional.kompas.com. 27 November 2025. Diakses tanggal 29 November 2025.
  57. ^ Iskandar (29 November 2025). "Internet Starlink Gratis untuk Korban Banjir Sumatra, Ini Respons Elon Musk". Liputan6. Diakses tanggal 30 November 2025.
  58. ^ "Ferry Irwandi Galang Donasi Untuk Korban Banjir Sumatra Tembus 10 Miliar". Jurnalzone.id. 2025-12-02. Diakses tanggal 2025-12-03.
  59. ^ Bagus Ahmad Rizaldi (10 November 2025). "Anggota DPR apresiasi Ferry Irwandi karena kolaborasi tangani bencana". Antara Jatim. Diakses tanggal 10 November 2025.
  60. ^ Trisya Frida (08 November 2025). "Ferry Irwandi Klarifikasi soal Konten Bencana: Saya Difitnah..." Viva. Diakses tanggal 10 November 2025.
  61. ^ "Malaysia Kirim 2 Ton Obat untuk Korban Bencana Aceh". Detik.com. 4 Desember 2025. Diakses tanggal 4 Desember 2025.
  62. ^ "Juara Derby 2025 Diraih Kuda Bukittinggi, Sawahlunto Galang Donasi Rp32 Juta untuk Korban Bencana". fajarsumbar.com. 8 Desember 2025. Diakses tanggal 11 Desember 2025.
  63. ^ "Pope Leo XIV prays for victims of floods in Southeast Asia". vaticannews.va. 7 Desember 2025.
  64. ^ "Pope sends aid to Asian countries struck by floods". vaticannews.va. 9 Desember 2025.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Miss Universe Indonesia

Indonesia yang telah berkompetisi di kontes Miss Universe sejak tahun 2023 Color key ย ย : Dinyatakan sebagai Pemenang ย ย : Berakhir sebagai runner-up ย ย : Berakhir

The Dark Tower (film 2017)

The Dark Tower adalah sebuah film laga koboi fantasi Amerika Serikat tahun 2017 yang disutradarai dan ditulis oleh Nikolaj Arcel. Sebuah adaptasi dan

TV Tokyo

bendera dari TXN Network berkantor pusat di Sumitomo Fudosan Roppongi Grand Tower di Roppongi, Minato, Tokyo, Jepang, owned-and-operated oleh TV Tokyo Corporation

Hong Kong

Victoria. Kebanyakan gedung tertua yang tersisa, seperti Tsim Sha Tsui Clock Tower, Central Police Station, dan sisa-sisa Kowloon Walled City dibangun pada

Universitas Pelita Harapan

sementara pembangunan gedung UPH Tower berjalan. Tahun 1995, semua kegiatan perkuliahan dipindahkan ke UPH Tower. Pada tahun yang sama, Yayasan Pendidikan

The Conjuring

kreatifnya. Sebuah album soundtrack dirilis oleh La-La Land Records dan WaterTower Music pada 16 Juli 2013. Selain tema Bishara, soundtrack juga menyertakan

Kartu Tarot

kartu di Accademia Carrara, 13 kartu di Casa Colleoni, dan 4 kartu (Devil, Tower, Three of Swords, dan Knight of Coins) tidak dapat ditemukan, atau mungkin

TikTok

unduhan di seluruh dunia, menurut data dari perusahaan riset seluler Sensor Tower (angka-angka tersebut tidak termasuk pengguna Android di Tiongkok). Di Amerika