📑 Table of Contents
Gambar Khimaira pada suatu nampan dari masa Yunani Kuno.

Khimaira (Yunani: Χίμαιρα; Chímaira) adalah makhluk legendaris dari mitologi Yunani yang merupakan gabungan dari tiga hewan: ular, kambing, dan singa. Berbadan kambing, berekor ular, dan berkepala singa, tetapi beberapa kisah mengatakan kepalanya terdiri dari dua hewan (kambing dan singa), atau gabungan dari ketiga hewan tersebut. Khimaira mampu menyemburkan api dari hidung dan mulutnya.[1] Kadang-kadang Khimaira menjadi lambang kekuatan setan.

Menurut mitologi, Khimaira merupakan puteri dari Tifon dan Ekhidna, dan bersaudara dengan beberapa monster dalam legenda, seperti anjing Kerberos dan Hidra dari danau Lernai.

Khimaira berhasil dikalahkan oleh Bellerofon sambil menunggangi Pegasus (kuda bersayap), atas perintah Raja Iobates dari Likia. Ia mengalahkan Khimaira dengan lembing dan memenggal kepala makhluk itu.

Masa kini

sunting

Perkembangan ilmu pengetahuan sudah sangat pesat saat ini. Maka ada sebuah percobaan untuk menanamkan sel manusia di embrio hewan agar tumbuh menjadi organ manusia spesifik. Secara teori, pendekatan ini memberikan penggantian yang selalu tersedia bagi jantung atau liver yang sakit — sehingga orang tak harus mengantre donor manusia dan mengurangi risiko penolakan tubuh terhadap organ donor. Adanya penelitian ini melampaui batasan antar spesies,

"Semuanya bergerak begitu cepat di bidang ini sekarang," kata Janet Rossant di Rumah Sakit Anak di Toronto, dan salah satu pionir penelitian awal khimaira. "Ini akan membuka pemahaman baru dari biologi."[2]

Referensi

sunting
  1. ^ Cirlot, J.E (2001). A Dictionary of Symbols: Second Edition. London: Routledge. hlm. 46. ISBN 0-203-13375-7. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ https://www.bbc.com/indonesia/vert-earth-39113249

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Bellerofon

seperti juga Kadmus dan Perseus, sebelum masa Herakles". Dia membunuh Khimera, seekor monster yang memiliki kepala singa, badan kambing, ekor ular dan

Tifon

Tifon menjadi ayah dari banyak monster, di antaranya adalah Kerberos, Khimera, Orthros, Hidra, Singa Nemea, Sphinx, Elang Kaukasus, Babi Krommios, dan

Nue

hitam lalu terbang. Karena penampilannya, kadang kala ia disebut sebagai khimera Jepang. Nue dipercaya sebagai pembawa penyakit dan nasib buruk. Menurut

Mitologi Het

bermula dari Pegasus Yunani. Penggambaran hewan hibrida (seperti hippogriff, khimera, dll.) adalah khas untuk seni Anatolia pada periode tersebut. Dalam mitos

Virus herpes endoteliotropik gajah

sekaligus paling patogenik adalah EEHV1, yang juga memiliki dua subtipe khimera, yaitu 1A dan 1B, serta banyak strain berbeda. EEHV1A (awalnya hanya dikenal