Khora (Yunani kuno :ฯฯฯฮฑ) adalah ruang yang memberi tempat bagi keberadaan suatu benda. Istilah khora dalam bidang semiotika ini telah digunakan dalam konsep filsafat oleh Plato untuk menggambarkan wadah atau tempat (triton genos), ruang, substratum material, atau rongga. Dalam penjelasan Plato, sebuah khora digambarkan sebagai rongga tanpa bentuk, mirip dengan ruang kosong atau hampa, tidak hanya sebagai ruang fisik (geometris di mana benda berada) tetapi juga merupakan ruang dalam alam imaginasi yang muncul (dalam bathin dan pikiran) dan dapat dirasakan. Khora ini "memberi ruang" untuk kedua bentuk tersebut dan memiliki nuansa keibuan (mirip seperti sebuah rahim atau matriks).[1]
Referensi
sunting- ^ "Plato, Timaeus, section 52b". www.perseus.tufts.edu. Diakses tanggal 2023-02-12.
Lihat juga
sunting- Filsafat kecerdasan buatan
- Filsafat ilmu
- Filsafat kimia
- Filsafat fisika
- Filsafat geografi
- Filsafat ilmu komputer
- Filsafat informasi
- Filsafat statistika
- Filsafat teknologi
- Filsafat matematika