
Dalam genetika, kiasma (jamak: kiasmata) adalah titik pertemuan yang menjadi sebuah pengubung fisik antara dua kromatid non-saudara pada kromosom homolog. Pada suatu kiasma, pertukaran materi genetik dapat terjadi di antara kedua kromatid, dalam proses yang dikenal sebagai pindah silang kromosom. Peristiwa pindah silang ini lebih umum terjadi pada proses meiosis dari pada mitosis.[1] Pada meiosis, tidak adanya kiasma umumnya terjadi karena segregasi kromosom yang kurang sempurna serta aneuploidi.[2]
Referensi
sunting- ^ Andersen SL, Sekelsky J (2010). "Meiotic versus mitotic recombination: two different routes for double-strand break repair: the different functions of meiotic versus mitotic DSB repair are reflected in different pathway usage and different outcomes". BioEssays. 32 (12): 1058–66. doi:10.1002/bies.201000087. PMC 3090628. PMID 20967781.
- ^ Fledel-Alon A, Wilson DJ, Broman K, Wen X, Ober C, Coop G, Przeworski M (2009). "Broad-scale recombination patterns underlying proper disjunction in humans". PLOS Genetics. 5 (9): e1000658. doi:10.1371/journal.pgen.1000658. PMC 2734982. PMID 19763175.
Pranala luar
sunting- Rekombinasi dan pembentukan kiasmata dalam meiosis
- Whitby, M. (2009), "Recombination and the formation of chiasmata in meiosis", in Millar, J. (ed.), The Cell Division Cycle: Controlling when and where cells divide and differentiate, The Biomedical & Life Sciences Collection, Henry Stewart Talks Ltd, London (online at http://hstalks.com/?t=BL0422198)