📑 Table of Contents

Kicir-Kicir adalah sebuah lagu daerah Betawi dari Jakarta.[1][2]

Sejarah

sunting

Lagu Kicir-Kicir ini sebenarnya muncul dari tradisi pantun nusantara, terutama pengaruh dari pantun melayu dan syair.[3] Hal tersebut terlihat dari lirik lagu ini yang terikat oleh rima, jumlah suku kata, dan larik persis seperti pantun dan syair. Pada larik pertama dan kedua di setiap baitnya berisi sampiran dan di dua larik selanjutnya terdapat isi. Hal inilah yang menandakan bahwa lagu ini merupakan pengembangan dari bentuk pantun dan syair. Budaya Betawi memang erat kaitannya dengan budaya Melayu dan Tionghoa.[4][5][6][7] Oleh sebab itu, khalayak akan melihat jejak-jejak perpaduan budaya Melayu dan Tionghoa pada beberapa atau sebagian besar produk budaya Betawi, salah satunya melalui lagu daerahnya.

Lirik

sunting

Kicir kicir ini lagunya
Lagu lama ya tuan dari Jakarta
Saya menyanyi ya tuan memang sengaja
Untuk menghibur menghibur hati nan duka

Burung dara burung merpati
Terbang cepat ya tuan tiada tara
Bilalah kita ya tuan suka menyanyi
Badanlah sehat ya tuan hati gembira

Buah mangga enak rasanya
Si manalagi ya tuan paling ternama
Siapa saja ya tuan rajin bekerja
pasti menjadi menjadi warga berguna[8]

Referensi

sunting
  1. ^ Hendrowinoto, Nirwanto Ki S. (1998). Seni budaya Betawi menggiring zaman. Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. hlm.ย 68. ISBNย 978-979-95292-1-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ Seni pertunjukan tradisional Betawi. Jakarta City Government Tourism & Culture Office. 2012. hlm.ย 59โ€“60. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ^ M.Hum, Prof Dr H. Mahdi Bahar, S. Kar; M.Hum, Dr Febri Yulika; M.Sn, Dr Nursyirwan, S. Pd; M.Sn, Dr Erlinda; M.Si, Dr Rosta Minawati; M.Si, Roza Muliati (242โ€“244). PROCEEDING INTERNATIONAL SEMINAR OF SOUTHEAST ASIA MALAY ARTS FESTIVAL: Rediscovering the Treasures of Malay Culture. ISI Padangpanjang. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Format tanggal (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ^ Wardhani, Rizky; Soewardjo, B. Kristiono; Utami, Heryanti (2021-12-09). "Promosi Budaya Betawi Tionghoa Melalui Youtube". Syntax Literateย ; Jurnal Ilmiah Indonesia (dalam bahasa American English). 6 (2): 856โ€“874. doi:10.36418/syntax-literate.v6i2.4880. ISSNย 2548-1398.
  5. ^ Ali, A. R. (2008). Akulturasi budaya Betawi dengan Tionghoa: Studi komunikasi antarbudaya pada kesenian Gambang Kromong di Perkampungan Budaya Betawi, Kelurahan Srengseng Sawah. Jakarta, Indonesia: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
  6. ^ Liputan6.com (2017-01-22). "Separuh Budaya Betawi adalah Budaya Tionghoa, Benarkah?". liputan6.com. Diakses tanggal 2026-01-16. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  7. ^ Turmudi (Editor), Endang (2021-11-16). Merajut Harmoni, Membangun Bangsa: Memahami Konflik dalam Masyarakat Indonesia. Yayasan Pustaka Obor Indonesia. hlm.ย 175. ISBNย 978-623-321-090-4. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ^ "Lirik Lagu Kicir-Kicir - Jakarta/Betawi". KapanLagi.com. Diakses tanggal 2020-01-31.


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Benyamin Sueb

Sekarang (Remaco) Blues Kejepit Pintu (Remaco) Bul Bul Efendi (Irama Tara) Kicir-Kicir (Remaco) Asal Nguap (Indah Records) Makan (Remaco) Main Congklak (Irama

Kicir-kicir

Kicir-kicir adalah sebuah wahana permainan yang dirancang oleh pabrik wahana Italia Zamperla. Kicir-kicir mula-mula beroperasi pada 1999. Zamperla merekomendasikan

Stasiun Jatinegara

ini memiliki ciri khas berupa bel bersuara lagu instrumental berjudul "Kicir-Kicir" yang diputarkan setiap kali ada kereta api apapun yang berhenti ataupun

Ten 2 Five

Islam. Lagu2 yang terdapat pada album I Love Indonesia adalah Lir-ilir, Kicir-kicir, Ayam Den Lapeh, Tokecang, Anging Mamiri, Anju Ahu, Cik-cik Periook,

Daerah Khusus Ibukota Jakarta

65 triliun Slogan pariwisata "Jakarta Kota Kolaborasi" Lagu daerah "Kicir-Kicir" "Jali-Jali" Rumah adat Rumah kebaya Senjata tradisional Golok Flora

Stasiun Gambir

Stasiun Gambir memiliki ciri khas berupa bel bersuara lagu instrumental "Kicir-Kicir" yang sering diputar pada setiap kedatangan kereta api antarkota. Berikut

Samrah

terkadang membawakan lagu khas Betawi, antara lain Lenggang Kangkung, Kicir-kicir, dan Jali-jali. Berdasarkan iramanya, lagu dalam Samrah dapat dapat dikategorikan

Stasiun Pasar Senen

Stasiun ini memiliki ciri khas berupa bel bersuara lagu instrumental "Kicir-Kicir" yang sering diputarkan setiap kali ada kedatangan Kereta Api penumpang