Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. |
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. |
| Taman Siring 0 Kilometer Banjarmasin | |
|---|---|
![]() |
Taman Siring 0 Kilometer Banjarmasin adalah salah satu kawasan wisata ikonik yang terletak di tepi Sungai Martapura, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Tempat ini menjadi salah satu pusat keramaian yang sering dikunjungi oleh masyarakat lokal maupun wisatawan dari luar daerah. Kawasan ini menawarkan pemandangan alam khas kota sungai yang berpadu dengan berbagai fasilitas modern. Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan, Siring 0 Kilometer tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga memiliki nilai budaya dan sejarah yang penting bagi Kota Banjarmasin.[1]
Lokasi dan Sejarah
suntingSiring 0 Kilometer terletak di pusat Kota Banjarmasin, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman. Lokasi ini dinamakan "0 Kilometer" karena menjadi titik awal pengukuran jarak di kota tersebut. Pengembangan Siring 0 Kilometer dimulai pada awal tahun 2000-an sebagai bagian dari upaya revitalisasi kawasan tepi sungai oleh Pemerintah Kota Banjarmasin. Sebelum revitalisasi, kawasan ini hanyalah area biasa tanpa fasilitas memadai. Namun, setelah dilakukan penataan, Siring 0 Kilometer berubah menjadi salah satu ikon kota yang ramai dikunjungi.
Revitalisasi kawasan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar dan mendukung sektor pariwisata. Dengan konsep ruang terbuka hijau yang menghadap langsung ke Sungai Martapura, Siring 0 Kilometer kini menjadi tempat yang nyaman untuk bersantai, berolahraga, atau menikmati keindahan panorama sungai.
Daya Tarik Wisata
suntingSiring 0 Kilometer memiliki sejumlah daya tarik yang membuatnya menjadi tempat favorit bagi wisatawan. Salah satu daya tarik utamanya adalah pemandangan Sungai Martapura yang indah. Sungai ini merupakan salah satu sungai utama di Kalimantan Selatan dan memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat setempat. Di sepanjang siring, terdapat jalan setapak yang dirancang untuk pejalan kaki, lengkap dengan kursi-kursi untuk bersantai. Kawasan ini juga dihiasi taman-taman kecil dan pepohonan rindang yang menciptakan suasana asri.
Di tepi Siring 0 Kilometer, terdapat dermaga kecil yang biasa digunakan untuk aktivitas wisata sungai. Pengunjung dapat menaiki perahu tradisional, yang disebut "klotok," untuk menjelajahi Sungai Martapura. Salah satu rute populer adalah perjalanan menuju pasar terapung yang menjadi ciri khas Kota Banjarmasin. Pasar terapung ini menawarkan pengalaman unik berbelanja di atas perahu, sekaligus memberikan gambaran tentang kehidupan masyarakat sungai yang masih dijalani hingga saat ini.
Selain itu, pada malam hari, kawasan Siring 0 Kilometer menjadi semakin menarik berkat pencahayaan lampu-lampu hias yang menerangi area tersebut. Banyak pengunjung yang datang pada malam hari untuk menikmati suasana romantis dan berfoto di sekitar monumen 0 Kilometer, yang menjadi salah satu ikon kawasan ini.
Kegiatan Budaya dan Hiburan
suntingSiring 0 Kilometer juga sering menjadi lokasi berbagai kegiatan budaya dan hiburan. Pemerintah setempat rutin mengadakan acara seperti Festival Sungai Martapura, yang menampilkan berbagai pertunjukan seni tradisional, lomba perahu hias, dan bazar makanan khas daerah. Acara ini tidak hanya menarik perhatian masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan dari luar daerah.
Selain itu, kawasan ini juga menjadi tempat berkumpul bagi komunitas-komunitas lokal. Pada akhir pekan, sering terlihat komunitas olahraga seperti senam, yoga, atau sepeda berkumpul di sini. Tidak jarang pula diadakan pertunjukan musik jalanan yang menambah semarak suasana.
Kuliner Khas
suntingDi sekitar Siring 0 Kilometer, terdapat berbagai pedagang makanan yang menjajakan kuliner khas Kalimantan Selatan. Beberapa makanan yang populer di kawasan ini adalah soto banjar, ketupat kandangan, dan aneka makanan ringan seperti pisang gapit, cucur dll. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati minuman tradisional seperti teh susu dan es kelapa muda yang segar.
Keberadaan pedagang makanan di kawasan ini tidak hanya menambah daya tarik wisata, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. Banyak pedagang yang menggantungkan penghasilan mereka dari aktivitas wisata di Siring 0 Kilometer.
Fasilitas Pendukung
suntingKawasan Siring 0 Kilometer dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung untuk kenyamanan pengunjung. Beberapa fasilitas yang tersedia antara lain area parkir, toilet umum, tempat duduk, dan taman bermain anak. Selain itu, terdapat pula papan informasi yang menjelaskan sejarah dan keunikan kawasan ini.
Bagi wisatawan yang ingin membeli oleh-oleh, terdapat toko-toko kecil di sekitar kawasan ini yang menjual kerajinan khas Kalimantan Selatan, seperti kain sasirangan, anyaman rotan, dan aneka suvenir lainnya. Keberadaan toko-toko ini semakin melengkapi pengalaman wisata di Siring 0 Kilometer.
Peran dalam Pariwisata Kota Banjarmasin
suntingSebagai salah satu destinasi wisata utama, Siring 0 Kilometer berperan penting dalam mendukung sektor pariwisata di Kota Banjarmasin. Kawasan ini tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga menjadi tempat berkumpulnya masyarakat lokal untuk bersantai dan beraktivitas. Kehadiran Siring 0 Kilometer juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, terutama melalui sektor kuliner, kerajinan, dan jasa transportasi wisata.
Pemerintah Kota Banjarmasin terus berupaya mengembangkan kawasan ini agar tetap menarik bagi wisatawan. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain adalah peningkatan infrastruktur, penambahan fasilitas, dan penyelenggaraan acara-acara budaya secara rutin. Selain itu, promosi wisata melalui media sosial dan pameran pariwisata juga dilakukan untuk memperkenalkan Siring 0 Kilometer ke tingkat nasional dan internasional.
Catatan kaki
sunting- Pemerintah Kota Banjarmasin. "Profil Kota Banjarmasin." Diakses dari https://banjarmasinkota.go.id.
- Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan. "Siring 0 Kilometer: Ikon Wisata Tepi Sungai." Diakses dari https://dispar.kalselprov.go.id.
- Harian Banjarmasin Post. "Siring Nol Kilometer, Destinasi Wisata Favorit di Banjarmasin." Artikel diterbitkan pada 15 Januari 2023.
Referensi
sunting- ^ Simanullang, Lasroha Marito; Purba, Roma Ito; Bancin, Nasrah; Pardede, Oktaviandi Bertua (2019-09-30). "Pengaruh Model Pembelajaran Jigsaw dan Stad Terhadap Hasil Belajar Puisi Pada Siswa Kelas Viii Smp Negeri 19 Medan Tahun Pelajaran 2018/2019". EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial. 5 (2): 110โ117. doi:10.30596/edutech.v5i2.3385. ISSNย 2442-6024.
