Klitika atau klitik adalah morfem bebas, namun secara fonologi terikat pada kata atau frasa lain.[1] Klitika dieja seperti imbuhan, tetapi secara kelas kata berada di tingkat frasa. Klitik yang terbetuk dari penyingkatan kata yang sebenarnya adalah morfem terikat yang berbeda dengan imbuhan. Secara teoretis, klitik berada di antara kata dan imbuhan. Kata dimengerti sebagai unsur mandiri yang digunakan untuk membangun frasa atau kalimat, sedangkan imbuhan adalah satuan pembentuk kata yang menempel pada akar dan dasar kata. Meskipun klitik berasal dari kata yang beridiri sendiri, klitik tidak digolongkan sebagai kata karena telah mengalami proses reduksi.[2]

Penggolongan

sunting

Berdasarkan letak pelekatan

sunting

Klitik dapat dibagi berdasarkan posisi klitik dilekatkan pada suatu kata dasar.

Proklitik

sunting

Proklitik adalah klitik yang muncul sebelum kata dasar. Proklitik umum ditemukan dalam rumpun bahasa Roman. Sebagai contoh, dalam bahasa Perancis, ada kalimat "il s'est réveillé" ("dia sudah bangun"), atau "je t'aime" ("Aku mencintai kamu").

Dalam bahasa Indonesia, proklitik dapat berupa ku- dan kau- sebagai kata ganti yang melekat pada sebuah kata kerja. Contohnya kuberi dan kauterima.[3]

Enklitik

sunting

Enklitik adalah klitik yang muncul setelah kata dasar.

"Senat rakyat-dan Roman" = "Senat dan rakyat Roma"
"rakyat (dan) Dewa dan" = "(keduanya) Manusia dan Dewa"
  • Sanskerta: naro gajaś 'ca 'नरो गजश्च' yakni "naraḥ gajaḥ ca" "नरः गजः च" dengan sandi,:::"orang gajah dan" = "orang dan gajah"
  • Sanskerta: Namaste < namaḥ + te, (Devanagari: नमः + ते = नमस्ते), dengan perubahan bunyi namaḥ > namas.
"menunduk padamu."

Mesoklitik

sunting

Mesoklitik adalah klitik yang muncul di tengah kata dasar dan imbuhan lainnya. Contohnya dalam bahasa Portugis conquistar-se ("ia akan terkalahkan"), dá-lo-ei ("Saya akan memberikannya").

Endoklitik

sunting

Endoklitik adalah klitik yang menempel di dalam kata. Endoklitik mulanya diragukan karena bertentangan dengan hipotesis integritas leksikal. Akan tetapi, bukti dalam bahasa Udi, bahasa Pashto dan bahasa Degema mendukung keberadaaan endoklitik.[2]

Berdasarkan model penggantian

sunting

Klitik sederhana

sunting

Klitik sederhana adalah klitik yang memiliki kelas kata yang sama dengan kata mandiri dan dapat menggantikan kata tersebut dalam posisi sintaksisnya. Dalam bahasa Inggris klitik sederhana dapat ditemui pada penyingkatan kata verba bantu (auxiliary verb) yang ditempelkan pada frasa nomina subjek yang mendahuluinya.[2] Klitik sederhana umumnya terbentuk karena faktor fonologisnya. Hal ini mengakibatkan terciptanya bentuk-bentuk ringkas dalam bahasa Inggris seperti ‘ll dari will atau 've dari have.[4] Meskipun demikian, penyingkatan negatif seperti can't atau won't dianggap bukan klitik, melainkan afiks infleksional yang dianggap sebagai unit tunggal dalam pandangan sintaksis.[2]

Klitik khusus

sunting

Klitik khusus adalah morfem yang hanya bisa terikat pada sebuah kata khusus dalam konteks sintaksis tertentu, dalam artian klitik tersebut merupakan bagian dari kata inangnya.[2] Klitik khusus dapat dibagi menjadi dua jenis, yakni klitik khusus posisi kedua (P2) dan klitik verbal. Klitik posisi kedua selalu berada di posisi unsur kedua pada klausa terdekat, sebagaimana bisa dijumpai dalam bahasa Tagalog. Sementara itu klitik verbal adalah partikel klitik yang menjadikan verba sebagai kata dasarnya, sebagaimana bisa dijumpai dalam bahasa Spanyol.[2]

Lihat pula

sunting

Referensi dan pranala luar

sunting
  1. ^ (Inggris) SIL Glossary of Linguistic Terms: What is a clitic?
  2. ^ a b c d e f Zubaidi, Nanang. Klitk dalam Bahasa Inggris.
  3. ^ Prihantini, Ainia (2015-07-30). Master Bahasa Indonesia: Panduan Tata Bahasa Indonesia Terlengkap (dalam bahasa Inggris). Bentang B first. ISBN 978-602-1246-43-6.
  4. ^ Kroon, Yosep; Saja, Adelgonda (2012-03-01). "Klitik dalam Bahasa Lamaholot Dialek Solor Barat". 13: 15–36.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Bahasa Makassar

serangkaian klitik yang (antara lain) memarkahi fungsi pronomina dan aspek. Argumen dalam bahasa Makassar dimarkahi pada predikat dengan klitik pronomina

Pasar Klitik

dari kata "Klitih" atau "Klitik," yang merupakan sebutan untuk pasar tradisional di beberapa daerah di Indonesia. Pasar Klitik ini umumnya memiliki ciri

Klitik, Geneng, Ngawi

Klitik adalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Letak desa ini strategis karena dilewati oleh jalur penghubung

Klitik, Wonoasri, Madiun

Klitik adalah desa di kecamatan Wonoasri, Madiun, Jawa Timur, Indonesia. (Indonesia) Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 050-145 Tahun 2022 tentang Pemberian

Kolong Klitik

Kolong klithik adalah kue camilan yang berasal dari kabupaten Pacitan, Jawa Timur dan terbuat dari singkong.[butuh rujukan] Biasanya penduduk setempat

Wayang klithik

dari kayu. Berbeda dengan wayang golek yang mirip dengan boneka, wayang klitik berbentuk pipih seperti wayang kulit. Wayang ini pertama kali diciptakan

Bahasa Jawa Kuno

posesif seperti akhiran -(n)ing dan -(n)ika. Akhiran -ning dibentuk dari klitik -(n)i, yang tidak dapat berdiri sendiri walaupun diperlukan, dengan artikel

Universitas PGRI Madiun

Kampus II-III: Jl. Auri No. 14-16 Kota Madiun. Kampus Ngawi: Jl. Raya Klitik Km. 5 Kec. Geneng (bekas Kampus STKIP PGRI Ngawi yang resmi bergabung dengan