Mesin ticker telegraf saham oleh Thomas Alva Edison

Kode emiten adalah singkatan yang digunakan untuk mengidentifikasi secara unik saham tertentu yang diperdagangkan di publik di suatu pasar saham. Kode emiten dapat mengandung huruf-huruf, angka-angka, atau kombinasi keduanya. Di Indonesia, kode emiten diberikan kepada suatu perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.[1]

Dalam dunia keuangan, emiten sendiri memiliki arti pihak yang melakukan Penawaran Umum, seperti penawaran efek yang dilakukan emiten untuk menjual Efek kepada masyarakat yang didasarkan tata cara yang telah diatur oleh peraturan Undang-undang yang berlaku.

Hal tersebut dapat diartikan bahwa sebagai Perusahaan baik swasta serta BUMN yang mencari modal dari bursa efek dengan cara menerbitkan efek.

Terdapat juga efek yang ditawarkan emiten adalah surat pengakuan utang, saham, obligasi, kontrak berjangka atas efek, tanda bukti utang, surat berharga komersial, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, dan setiap derivatif dari efek.

Peran Emiten dalam Pasar Modal

sunting

Peran dari sebuah emiten dalam sebuah pasar modal, antara lain:

  1. Perluasan sebuah usaha, modal yang telah diperoleh dari para investor atau penanam saham akan digunakan untuk meluaskan bidang usaha, ekspansi pasar atau kapasitas produksi.
  2. Selain itu juga memperbaiki struktur modal, menyeimbangkan antara modal sendiri dengan modal asing.
  3. Mengadakan pengalihan pemegang saham. Pengalihan dari pemegang saham lama kepada pemegang saham baru.

Efek

sunting

Ketika berbicara yang berhubungan dengan Emiten, sangat erat kaitannya dengan Efek. Efek dalam bahasa Inggris disebut dengan “securities” atau sekuritas, yang maksudnya adalah surat berharga yang memiliki nilai serta dapat diperjual belikan. Efek bisa dikategorikan sebagai hutang serta ekuitas selayaknya obligasi dan saham. Perusahaan ataupun sebuah lembaga yang menerbitkan efek disebut dengan penerbit.

Jenis Efek yang Diperdagangkan

sunting

Ada banyak jenis produk – produk yang ditawarkan, yakni:

1. Saham (Right Issue, Warrant)

sunting

Saham merupakan sebuah tanda penyertaan modal dalam perusahaan. Mudahnya, saham seperti alat bukti atas kepemilikan pada sebuah perusahaan ataupun badan usaha.

Jadi, ketika anda memiliki saham tersebut, maka anda sudah dapat dikatakan sebagai pemilik perusahaan. Maka dari itu, saham sering sekali disebut sebagai surat berharga, karena hal tersebut bisa dijadikan sebagai tanda bukti kepemilikan sah dari perusahaan.

2. Obligasi Korporasi

sunting

Obligasi korporasi ini diterbitkan oleh sebuah perusahaan swasta nasional seperti BUMN dan juga BUMD. Obligasi juga kerap kali dikenal dengan surat utang berjangka menengah-panjang yang kepemilikannya dapat dipindahkan tangankan.

Isi dari surat ini adalah sebuah perjanjian dari perusahaan yang akan mengeluarkan obligasi untuk membayar keuntungan dalam bentuk bunga juga dalam periode waktu tertentu dan akan melunasi utang pokok pada waktu yang sebelumnya sudah ditentukan.

3. Reksadana

sunting

Reksadana sendiri merupakan salah satu pilihan instrumen saham untuk para investor, khususnya untuk investor yang hanya memiliki sedikit waktu serta investor yang tidak memiliki keahlian untuk menghitung risiko investasi.

Dengan instrumen yang satu ini, diharapkan para investor yang memiliki kemauan untuk berkontribusi di pasar modal Indonesia.

Umumnya, reksadana juga dapat diartikan sebagai sebuah wadah yang digunakan untuk mengumpulkan dana dari investor agar selanjutnya dapat diinvestasikan kepada portofolio efek oleh manajer investasi yang berkaitan.

Exchange Trade Fund atau ETF merupakan ikatan keuangan yang hadir dalam wujud suatu kontrak investasi kolektif, yang mana pada unit penyertaan dalamnya diperjualbelikan pada lantai bursa efek.

Walaupun ETF dapat dikatakan hampir sama dengan reksadana, namun produk ini juga diperjualbelikan sama seperti saham umum lainnya yang ada di lantai bursa.

Pada dasarnya, ETF sendiri adalah kombinasi antara reksadana dalam hal pengelolaan serta seluruh mekanisme saham dalam hal jual belinya.

5. Derivatif (Kontrak Opsi Saham, Kontrak Berjangka)

sunting

Derivatif memiliki bentuk kontrak ataupun sebuah perjanjian yang nilai keuntungannya berkaitan langsung dengan performa aset lain atau biasa disebut juga dengan underlying assets.

Efek dari derivatif ini adalah efek turunan yang khusus, baik itu yang bersifat penyertaan ataupun bersifat utang. Efek yang dimaksud adalah keturunan langsung dari efek utama ataupun turunan yang selanjutnya.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "Kode Emiten". Diakses tanggal 21 Juni 2024.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Adira Dinamika Multi Finance

berbasis di Indonesia, dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan kode emiten BEI: ADMF . Perusahaan ini lebih dikenal sebagai Adira Finance, dengan

Fast Food Indonesia

bergabung menjadi salah satu pemegang saham utama, dan perusahaan mulai menjadi emiten sejak 1993. Pada 2020, perusahaan mengakuisisi merek Taco Bell, dan membuka

Lippo Karawaci

Juli 1991 masuk ke Bursa Efek Jakarta (BES) dan Surabaya (BES) dengan kode emiten LPLD. Tidak lama kemudian, perusahaan ini juga mengembangkan bisnis-bisnis

Siwani Makmur

aluminium, cellophane, dan lainnya. Pada 3 Juni 1994, perusahaan ini (diberi kode emiten SIMA) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dengan harga perlembar

Aspirasi Hidup Indonesia

Karawaci, Tangerang. Pada 2007, perusahaan ini mulai terdaftar sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia. Di tahun 2018, perusahaan menghadirkan ACE Xpress

Ancora Indonesia Resources

kepemilikannya di Bursa Efek Surabaya dengan harga penawaran Rp 110/lembar saham. Kode emiten OKAS yang masih digunakan hingga kini berasal dari singkatan nama perusahaan

Petrindo Jaya Kreasi

Diakses tanggal 2 Desember 2024. Binekasri, Romys (25 September 2023). "Emiten Prajogo Pangestu Caplok 2 Perusahaan Arsjad Rasjid". CNBC Indonesia. Diakses

Trimegah Bangun Persada

Diakses tanggal 10 Januari 2025. Suryahadi, Akhmad (5 September 2023). "Emiten Nikel Grup Harita, Trimegah Bangun (NCKL) Dirikan Anak Usaha Baru". Kontan