Beberapa pelajar di Ekuador sedang bekerja kelompok

Kolektivisme adalah pendirian moral, filsafat politik, ideologi, atau pandangan sosial yang menjunjung kelompoknya dan kepentingannya. Kolektivisme berlawanan dengan individualisme. Kolektivis berfokus pada masyarakat atau kepentingan nasional dalam berbagai jenis sistem politik, ekonomi dan pendidikan.

Tipologi

sunting

Kolektivisme dapat dibagi menjadi "kolektivisme horizontal", di mana kesetaraan dijunjung dan rakyat didorong untuk berbagi dan bekerja sama, atau "kolektivisme vertikal", yang menjunjung hierarki dan ketidaksamaan status.[1] Kolektivisme horizontal didasarkan pada asumsi bahwa semua orang itu berkedudukan setara, sementara kolektivisme vertikal berasumsi bahwa orang-orang berbeda secara fundamental satu sama lain.[2]

Referensi

sunting
  1. ^ Triandis, Harry C. (2001). "Individualism-Collectivism and Personality". Journal of Personality. 69 (6): 909. doi:10.1111/1467-6494.696169.
  2. ^ Triandis, Harry C.; Gelfand, Michele J. (1998). "Converging Measurement of Horizontal and Vertical Individualism and Collectivism". Journal of Personality and Social Psychology. 74 (1): 119. doi:10.1037/0022-3514.74.1.118.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kolektivisme birokratik

Kolektivisme birokratik adalah sebuah teori masyarakat kelas. Teori ini dipakai oleh kaum Trotskyis untuk menjelaskan jati diri Uni Soviet di bawah kepemimpinan

Aliran-aliran pemikiran anarkis

berbeda-beda secara mendasar, mulai dari individualisme ekstrem hingga kolektivisme penuh. Biasanya, berbagai aliran ini dibagi menjadi kategori dualistik

Liberalisme sosial

sosial lebih menekankan pada aspek kebebasan hak secara kolektif atau kolektivisme daripada individualisme. Liberalisme pada awal kelahirannya adalah sebuah

Anarkisme

seorang filsuf dan ilmuwan Rusia, anarko-komunisme tumpang tindih dengan kolektivisme. Anarko-komunis, yang mendapat inspirasi dari Komune Paris 1871, menganjurkan

Mikhail Bakunin

Proudhon, tetapi mengembanginya ke bidang ekonomi ketika dia dan sayap kolektivisme dalam Internasionale Pertama mengakui hak milik kolektif atas tanah dan

Individualisme

badan masyarakat. Pendapat-pendapat yang di tentang termasuk holisme, kolektivisme, dan statisme. Filsafat ini juga kurang senang dengan segala standar

Oligarki

Totalitarianisme terbalik Kleptokrasi Meritokrasi Nepotisme Oligopoli Kolektivisme oligarki Plutokrasi Keluarga politik Kuasa di balik tahta Stratokrasi

Marxisme–Leninisme

wakil rakyat oleh wakil rakyat sebagai pejabat pemerintah tingkat bawah. Kolektivisme Soviet dan egalitarianisme merupakan bagian penting dari ideologi Marxis–Leninis