Ben Elton, seorang pelawak tunggal Inggris.

Lawakan tunggal, komedi tunggal,[1] atau komedi statis[2] (bahasa Inggris: stand-up comedy; terj. har.โ€‰'komedi berdiri'), adalah salah satu genre lawakan yang pelawaknya membawakan lawakan mereka di atas panggung seorang diri dengan cara bermonolog mengenai sesuatu topik. Lawakan ini dilakukan langsung di hadapan penonton, terkadang direkam dan didistribusikan sebagai produk jual dalam bentuk DVD, VOD, disiarkan di acara-acara televisi, atau di kanal Youtube. Orang yang melakukan kegiatan ini disebut pelawak tunggal (bahasa Inggris: stand-up comedian), atau komika (bahasa Inggris: comic). Biasanya mereka membawakan materi mereka dengan gaya monolog, walaupun ada beberapa teknik yang mengharuskan mereka untuk berinteraksi dengan penonton.

Lawakan tunggal biasanya dilakukan oleh satu orang atau berkelompok, membawakan materi yang dibuat sendiri meski ada juga yang membawakan lawakan umum. Jenis lawakan ini biasanya dilakukan di kafe-kafe sebagai bentuk latihan/open-mike. Beberapa pelawak tunggal/komika melakukan pertunjukkan tunggal mereka di teater-teater atau gedung pertunjukkan.

Genre ini biasanya diperbandingkan dengan lawakan berkelompok (grup lawak), seperti grup Srimulat, Warkop DKI, Bagito, Patrio, atau kelompok lawak lainnya meskipun pada dasarnya memiliki teknik yang serupa dengan format yang berbeda.

Format materi

sunting

Lawakan yang dibawakan oleh para pelawak tunggal biasanya mereka buat sendiri. Pada umumnya, materi Stand Up Comedy berformat set up & punch atau boleh menggunakan format lain seperti rule of three.[3][4]

Set up

sunting

Set up adalah bagian yang tidak lucu dari sebuah lawakan (bit), berisi materi yang berfungsi untuk memancing penonton agar mereka penasaran. Saat mendengarkan set up suatu bit, penonton memikirkan kisah pertama, yaitu bayangan atau pikiran penonton mengenai set up suatu bit.

Contoh set up:

"Saya ini suka sekali beli sepatu ... "

Punchline

sunting

Punchline atau tohokan adalah bagian yang lucu dari sebuah bit. Punchline berfungsi untuk menyodorkan kejutan kepada penonton. Saat mendengarkan punch suatu bit, penonton memikirkan kisah kedua, yaitu bayangan atau pikiran penonton menganai punch suatu bit.

Contoh punchline:

" ... karena di mana-mana beli sepatu itu beli 1 gratis 1, beli yang kiri dapat juga yang kanan."

Contoh lengkap suatu bit:

"Saya ini suka sekali beli sepatu karena di mana-mana beli sepatu itu beli 1 gratis 1, beli yang kiri dapat juga yang kanan."

Rule of three

sunting

Rule of three yaitu format suatu bit yang memberi tiga contoh sesuatu, tetapi contoh yang ketiga adalah punchline atas bit tersebut.

Contoh rule of three:

"Setiap kali bertemu Bejo saya selalu ingin memandangi, memeluk, ... "

Punchline-nya:

" ... lalu menamparnya."

Pelawak tunggal berkelompok

sunting

Lawakan yang dilakukan oleh sekelompok pelawak tunggal yang saling berinteraksi. Metode ini sangat berbeda dengan grup lawak pada umumnya. Dalam pelawak tunggal berkelompok, setiap anggota kelompok harus membawakan satu bit atau boleh lebih, lalu anggota yang lainnya juga membawakan bit berikutnya yang berkesinambungan dengan bit yang dibawakan oleh anggota sebelumnya. Pembagian bit ini juga harus seimbang.

Ini berbeda dengan grup lawak yang harus ada anggota yang memancing anggota lainnya agar bisa menimbulkan tawa. Dalam pelawak tunggal berkelompok, setiap anggota harus bisa menimbulkan tawa tanpa harus dipancing oleh anggota lainnya. Kesulitan dalam pelawak tunggal berkelompok tergolong tinggi untuk dapat berbeda dengan grup lawak pada umumnya sehingga jarang ditemui pelawak tunggal berkelompok di Indonesia. Model seperti ini mulai diterapkan dalam Indonesia Lawak Klub.

Pelawak tunggal terkenal

sunting

Amerika Serikat

sunting

Indonesia

sunting

Istilah-istilah

sunting

Berikut beberapa istilah yang lazim digunakan saat melakukan lawakan tunggal:

  • 1st Story: Suatu keadaan atau bayangan yang dibayangkan dalam pikiran penonton berdasarkan set up.
  • 2nd Story: Suatu keadaan atau bayangan yang dibayangkan dalam pikiran penonton berdasarkan punchline.
  • Act Out: Gerakan tubuh atau mimik muka yang dilakukan oleh seorang pelawak tunggal dalam penampilannya.
  • Angle: Pandangan seorang pelawak tunggal terhadap sebuah atau beberapa subjek.
  • Beat: Jeda (pause) atau berhenti sesaat.
  • Bit: Satuan materi lawakan tunggal yang terdiri atas set up dan punchline. Misalnya sang pelawak punya bit tentang ganja, bit tentang komodo, atau bit tentang nama-nama jalan yang aneh.
  • Blue Material: Bahan materi yang jorok/kotor/sumpah serapah.
  • Bomb: Situasi ketika pelawak tunggal gagal membuat penonton tertawa atau garing.
  • Callback: Sebuah lelucon yang mengacu pada lelucon lain yang disajikan sebelumnya.
  • Catch Phrase: Frasa atau ucapan umum yang diucapkan dengan gaya khusus dan menarik oleh seorang pelawak tunggal dan menjadi ciri khas sang pelawak tunggal di setiap penampilan.
  • Character: Persona atau kepribadian seorang pelawak tunggal.
  • Chunk: Serangkaian awakandengan tema tertentu.
  • Closing Line: Tohokan terakhir dalam sebuah penampilan yang biasanya mengundang tawa yang hebat, dapat pula sekaligus meninggalkan kesan jangka panjang bagi penonton.
  • Deadpan: Sebuah format penampilan seorang pelawak tunggal di mana lawakan yang disampaikan tanpa isertaipdengan erubahan eskpresi wajah, pergantian emosional atau bahasa tubuh.
  • Delivery: Cara seorang pelawak tunggal menyampaikan apa yang ingin dia katakan.
  • Dying: Proses menjelang bomb atau gagalnya suatu set.
  • Extro: Apa yang dikatakan pembawa acara (MC) tentang pelawak tunggal yang baru saja turun dari panggung.
  • Flopping: Bomb berkali-kali.
  • Gig: Show atau pertunjukan.
  • Hack: Pelawak tunggal yang menampilkan lawakan yang tidak orisinal.
  • Hammocking: Teknik untuk menempatkan materi yang agak lemah di antara dua materi yang kuat.
  • Headliner: Pelawak tunggal yang tampil terakhir dan menjadi bintang dalam sebuah pertunjukan lawakan tunggal.
  • Heckler: Seseorang yang tampil terakhir dan menjadi pengganggu dengan maksud membuat sang pelawak tunggal gagal.
  • Hook: Ciri khas.
  • Impressionist: Pelawak tunggal yang mengkhususkan diri menirukan gaya atau tingkah orang yang terkenal.
  • Inside Joke: Lawakan yang hanya bisa dimengerti oleh sekelompok orang tertentu.
  • Intro: Apa yang dikatakan MC sebelum pelawak tunggal naik panggung.
  • Kill: Situasi ketika pelawak tunggal sukses membuat penonton tertawa sepanjang set yang dilontarkannya, dalam budaya lawak Indonesia biasa disebut dengan 'pecah'.
  • LPM: Singkatan dari Laugh per Minutes, adalah ukuran untuk menentukan seberapa banyak tawa yang dihasilkan oleh seorang pelawak tunggal dalam beberapa menit penampilannya.
  • Line-up: Daftar atau urutan tampil pelawak tunggal.
  • One Liner: Lawakan yang hanya terdiri dari 1 atau 2 kalimat singkat.
  • Open Mic: Sebuah acara untuk menampilkan para pelawak tunggal pemula.
  • Opener: Pelawak tunggal yang tampil pertama dari sederetan pelawak tunggal yang tampil dalam satu pertunjukan.
  • Paraprodoskian: Teknik membawakan materi di mana di ujung kalimatnya tersimpan slogan yang mengejutkan/tidak disangka yang biasanya slogan di akhir tersebut maknanya sama dengan awal kalimat di materi sehingga membuat penonton berpikir kembali. Teknik ini sedikit mirip dengan one liner dan dibutuhkan kemampuan memainkan anekdot (perbandingan) kosakata yang tepat.
  • Pause: Berhenti bicara sejenak untuk memainkan timing.
  • Persona: Karakter seorang pelawak tunggal dalam membawakan lawakan.
  • Punch-line: Bagian lucu dari sebuah lelucon.
  • Riffing: Komentar dua arah dengan penonton yang dilakukan pelawak tunggal secara spontan.
  • Roasting: Serangkaian lawakan yang dilontarkan oleh pelawak tunggal yang bertujuan untuk meledek dan mentertawakan individu lain yang dijadikan sasarannya.
  • Self Destruction: Teknik membawakan materi di mana sang pelawak tunggal membeberkan serta meledek kekurangan dirinya sendiri untuk memancing tawa penonton.
  • Set: Satuan pertujukan lawakan tunggal (stand-up) yang biasanya terdiri atas sejumlah bit. Misalnya, semua bit yang dimiliki seorang pelawak tunggal digabungkan menjadi satu dengan rangkaian yang pas dan teratur, maka sang pelawak punya set berdurasi sekitar 30 menit.
  • Set-up: Bagian yang tidak lucu dari sebuah bit, biasanya premis atau pengantar dari bit tersebut ke bagian yang lucu.
  • Street Jokes: Lelucon umum yang sudah sangat sering diceritakan, dalam budaya Indonesia dikenal sebagai Joke Kodian.
  • Tag/Tagline: Kalimat singkat yang diucapkan oleh pelawak tunggal setelah punchline.
  • Take: Reaksi muka seorang pelawak tunggal, diam sejenak untuk memancing tawa.
  • Timing: Penggunaan tempo, irama, jeda untuk meningkatan kelucuan sebuah lawakan.[5][6]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Lawakan tunggal sebagai padanan stand-up comedy.
  2. ^ "komedi >> komedi statis". KBBI VI Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Diakses tanggal 2025-02-14. komedi yang cara penyampaiannya berdiri dan langsung berbicara kepada penonton
  3. ^ "7 Istilah Stand-Up Comedy: Punchline hingga Roasting". CNN Indonesia. Jakarta. 2021-03-27. Diakses tanggal 2025-02-14.
  4. ^ ryan (2022-08-02). "Istilah Penting dalam Stand Up Comedy". Ilmu Komunikasi-Program studi terbaik di Sumatera Utara. Diakses tanggal 2025-02-14.
  5. ^ "Metro TV: Istilah Dalam Stand Up Comedy". Metrotvnews.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-04-26. Diakses tanggal 2015-04-15.
  6. ^ Hajingfai: Istilah-Istilah di dalam Stand Up Comedy

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV

sebelumnya, hanya 14 komika yang akan melanjutkan ke babak Show. Di mana 10 komika dengan nilai terendah (4 komika dan 6 komika dari masing-masing kelompok)

Daftar komika Indonesia menurut komunitas Stand Up Indo

nama-nama pelawak tunggal atau komika di Indonesia. Nama-nama komika diurut sesuai komunitas Stand Up Indo tempat di mana komika yang bersangkutan berlatih

Stand Up Indo

komunitas ini berupaya mengembangkan dan memunculkan standup comic atau komika dari berbagai pelosok daerah di Indonesia. Komunitas ini didirikan seiring

The Sultan

Andre didampingi ajudan pria yaitu komika Rigen dan Marshel Widianto, sedangkan Raffi didampingi ajudan wanita yaitu komika Kiky Saputri. Acara ini awalnya

Mencari Komplotan Baru Comic 8: Revolution

juri audisi dari komika berpengalaman untuk mencari komika bakal calon finalis Mencari Komplotan Baru Comic 8: Revolution. Setiap komika yang mengikuti

Comic 8 Revolution: Santet K4bin3t

komedi, aksi, horor, dan satire politik, dengan memperkenalkan generasi baru komika hasil audisi โ€œMencari Komplotan Baru Comic 8: Revolutionโ€ yang berperan

Raditya Dika

dunia film. Tak hanya menjadi sutradara, Radit juga dikenal sebagai seorang komika. Dia disebut sebagai sosok senior dalam ranah 'komedi tunggal' tersebut

Oza Rangkuti

dan juga kreator konten berkebangsaan indonesia. Ia merupakan seorang komika yang dikenal dengan bahasa jakselnya, dia juga merupakan Founder dari Kelakar