Nuklida kosmogenik (cosmogenic nuclide) adalah isotop-isotop yang dihasilkan ketika sinar kosmik berinteraksi dengan inti atom di tata surya, baik di Bumi, atmosfer atau di meteorit atau benda-benda lain di luar bumi. Interaksi ini dapat mengelurkan sebuah nukleon (proton atau neutron) dari atom dalam sebuah reaksi yang disebut Spalasi sinar kosmis. Contoh nuklida kosmogenik di antaranya 10Be, 14C.

Referensi

sunting
  • "What are cosmogenic nuclides?". PRIME Lab, Purdue University. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-10-29. Diakses tanggal 2019-11-24.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Neon

Selain itu, analisis isotop batuan terestrial telah menunjukkan produksi kosmogenik (sinar kosmik) 21Ne. Isotop ini dihasilkan melalui reaksi spalasi pada

Radionuklida

yaitu radionuklida primordial, radionuklida sekunder, dan radionuklida kosmogenik. Nuklida primordial atau isotop primordial adalah nuklida yang ditemukan

Isotop karbon

radioisotop karbon yang ditemukan di alam—jumlah renik terbentuk secara kosmogenik melalui reaksi 14N + n → 14C + 1H. Radioisotop buatan yang paling stabil

Nuklida primordial

Nuklida primordial adalah residu dari Ledakan Besar, dari sumber-sumber kosmogenik dan dari ledakan-ledakan supernova yang terjadi sebelum pembentukan Tata

Isotop berilium

dengan waktu paruh 53,22(6) hari, dan 10Be, keduanya merupakan nuklida kosmogenik karena dibuat pada skala waktu baru-baru ini di Tata Surya akibat spalasi

Berilium

termal. Berilium alami, kecuali sedikit kontaminasi oleh radioisotop kosmogenik, adalah isotop berilium-9 murni, yang memiliki spin nuklir 32. Berilium

Isotop kalsium

juga memiliki isotop kosmogenik, 41Ca yang radioaktif, yang memiliki waktu paruh 99.400 tahun. Tidak seperti isotop kosmogenik yang diproduksi di atmosfer

Isotop nikel

elektron dari 58Cu dan EC + p dari 59Zn. Nikel-59 adalah radionuklida kosmogenik berumur panjang dengan waktu paruh 76.000 tahun. 59Ni memiliki banyak