Kresentin merupakan protein yang memberikan bentuk bakteri seperti bulan sabit. Salinan dari kresentin akan terorganisir menjadi filamen dengan lebar sekitar 10 nm yang akan terlokalisasi di atas bentuk konkaf dari sebuah sel. Tidak semua bakteri memiliki kresentin. Contoh bakteri yang memilikinya hanya Caulobacter cresentus. C. cresentus merupakan bakteri akuatik yang dapat berenang dengan menempel pada sebuah permukaan. Sel yang menempel akan membelah dan memproduksi sel baru yang dapat berenang dan mencari habitat baru. Protein yang mirip dengan kresentin ditemukan pada Helicobacter.[1] Beberapa protein pembentuk sel yang lain, ialah FtsZ dan MreB.

Referensi

sunting
  1. ^ (Inggris) Madigan M, Martinko J, Stahl D, Clark D. 2012. Brock Biology of Microorganisms. Ed ke-13. New York: Pearson.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Sitoskeleton prokariotik

filamen kresentin kira-kira berdiameter 10 nm dan dengan demikian berada dalam kisaran diameter untuk filamen intermediat eukariota (8–15 nm). kresentin membentuk

Protein Wiskott–Aldrich syndrome

Vinculin Plakophilin PKP1 PKP2 Non-manusia Protein utama sperma Sitoskeleton prokariotik Kresentin FtsZ MreB ParM Lihat juga: Kecacatan sitoskeletal

Sitoskeleton

Vinculin Plakophilin PKP1 PKP2 Non-manusia Protein utama sperma Sitoskeleton prokariotik Kresentin FtsZ MreB ParM Lihat juga: Kecacatan sitoskeletal