Kroisos dalam lukisan guci amphora berfigur merah Attika, Louvre (G 197)

Kroisos (/[invalid input: 'icon']ˈkrsəs/ bahasa Yunani Kuno: Κροῖσος, Kroisos; 595 SM – sek. 547? SM) adalah raja Lidia pada tahun 560 hingga 547 SM, ketika dia dikalahkan oleh Persia.[1] Kejatuhan Kroisos memberikan dampak yang besar terhadap bangsa Hellen, memberikan titik pas dalam kalender mereka. "Setidaknya pada abad kelima," J.A.S. Evans mencermati, "Kroisos telah menjadi tokoh mitos, yang berada di luas batas kronologi konvensional."[2] Kroisos terkenal atas kekayaannya; Herodotos dan Pausanias mencermati hadiahnya yang tersimpan di Delphi.[3]

Catatan kaki

sunting
  1. ^ The English name Croesus comes from the Latin transliteration of the Greek Κροῖσος, in Arabic and Persian قارون, Qârun.
  2. ^ J.A.S. Evans, "What Happened to Croesus?" The Classical Journal 74.1 (October 1978:34-40) examines the legend and the date 547 BC.
  3. ^ Among them a lion of gold, which had tumbled from its perch upon a stack of ingots when the temple at Delphi burned but was preserved and displayed in the Treasury of the Corinthians, where Pausanias saw it (Pausanias 10.5.13). The temple burned in the archonship of Erxicleides, 548-47 BC.

Pranala luar

sunting
Didahului oleh:
Alyattes dari Lidia
Raja Lidia
595?–sek. 547? SM
Diteruskan oleh:
Penaklukan Persia

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Koresh Agung

korban pada malam hari. Keesokan paginya, Kroisos mundur ke Sardis, ibu kota Lydia. Sementara di Sardis, Kroisos mengirimkan permintaan kepada sekutunya

Harta Karun

artefak ini juga dikenal dengan sebutan "Harta Kroisos". Meskipun kurang lebih sezaman dengan Kroisos, dapat tidaknya artefak-artefak tersebut dikaitkan

Efesus (kota)

tiran ketika pamannya, Kroisos, naik takhta Lydia. Dalam konflik memperebutkan takhta Lydia, Pindar memihak saudara tiri Kroisos, Pantaleon. Kroesus mengepung

Perang Yunani–Persia

bahwa "jika Kroisos menyeberangi Halys, maka dia akan menghancurkan satu kerajaan besar." Dibutakan oleh keambiguan ramalan itu, Kroisos pun menyerang

Ares

abad ke-6 di Attika, di sana tertulis: "Tinggallah dan berkabung di makam Kroisos/ yang telah dihancurkan oleh Ares yang mengamuk, dia bertempur di jajaran

Pasukan Sparta

abad ke-6 SM, Sparta diakui oleh negara-negara kota kuat lainnya. Raja Kroisos dari Lydia membuat persekutuan dengan Sparta, dan di kemudian hari, kota-kota

Astyages

memerintah dengan sekutunya yaitu 2 orang saudara ipar laki-lakinya, Kroisos dari Lydia (saudara istrinya, Aryenis), dan Nebukadnezar dari Babel, di

Midas

menceritakan anekdot mengenai Adrastos "putra Gordias, putra Midas" di istana Kroisos. Hyginu, Fabulae 274: "Raja Midas, orang Frigia, putra Kibele" "Bromium"