Kuda Pacu Indonesia
Falentino Sangian menunggangi Atardecer Nagari pada ajang Sawahlunto Derby 2023
Status konservasi
  • FAO (2007): tidak beresiko[1]:63
  • DAD-IS (2025): tidak diketahui[2]ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย 
Nama lain
  • Kuda-Pacu Indonesia[1]:63[2]
  • KPI[3]:27
Negara asalIndonesia
Distribusi
PenggunaanPacuan kuda
Karakteristik
BeratJantan: 450 kg
ย Betina: 400 kg
TinggiJantan: 165 cm
ย Betina: 155 cm

Equus ferus caballus

Kuda Pacu Indonesia (disingkat KPI) adalah ras kuda pacu asal Indonesia.[2] Ras ini berasal dari persilangan antara kuda jantan ras unggul (Thoroughbred) impor dengan kuda betina ras lokal. Buku silsilah untuk ras ini dibuat pada tahun 1995.[2]

Sejarah

sunting

Sekitar tahun 1971, kuda pacu ras unggul (Thoroughbred) Inggris diimpor ke Indonesia dari negara-negara Eropa, Amerika Serikat, dan utamannya dari Australia, yang mengimpor setidaknya 200 ekor kuda.[4]:474[5]:โ€Š474โ€Š Kuda jantan dari ras ini kemudian dikawin silang dengan kuda betina lokal Indonesia lewat sebuah proyek yang bertujuan menghasilkan kuda pacu yang lebih cepat dan lebih kuat di iklim tropis Indonesia. Buku silsilah untuk hasil persilangan tersebut mulai dibuat pada tahun 1995 dengan nama ras Kuda Pacu Indonesia. [4]:474[2]:โ€Š474โ€Š Ras ini didefinisikan sebagai persilangan generasi keempat (F4), dan dengan demikian secara nominal berasal dari rasio 15:1 dari dua jenis induk penyusunnya, yaitu ras unggul dan lokal.[3]:17[6]:17โ€Š:โ€Š36โ€Š Kuda Pacu Indonesia diakui lewat Surat Keputusan Menteri Pertanian Indonesia pada tahun 2013.[7]

Ras kuda ini tersebar di berbagai pulau dan daerah Indonesia, seperti di Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, NTT dan NTB, sebagian besar Sulawesi, serta di Sumatra Barat.[2]

Ciri fisik

sunting

Kuda Pacu Indonesia merupakan hasil persilangan antara kuda ras unggul dan kuda lokal, hasil persilangan generasi ketiga dan keempat (F3/F4).[6][8]:โ€Š36โ€Š[8]

Tinggi rata-rata (dihitung dari bagian pundak) sekitar 155 cm untuk kuda betina dan 165 cm untuk kuda jantan atau kuda kebiri. Berat badan rata-ratanya masing-masing sekitar 400 kg dan 450 kg.[2]

Kegunaan

sunting

Kuda-kuda tersebut dibiakkan khusus untuk ajang pacuan kuda.[4]:474:โ€Š474โ€Š

Cahaya Nagari adalah kuda KPI pertama dan satu-satunya yang pernah memenangkan Indonesia Derby pada tahun 2010.[8]:โ€Š201โ€Š

Referensi

sunting
  1. ^ a b Barbara Rischkowsky, Dafydd Pilling (editors) (2007). List of breeds documented in the Global Databank for Animal Genetic Resources, annex to The State of the World's Animal Genetic Resources for Food and Agriculture. Rome: Commission on Genetic Resources for Food and Agriculture, Food and Agriculture Organization of the United Nations. ISBN 9789251057629. Archived 23 June 2020.
  2. ^ a b c d e f g Breed data sheet: Kuda-Pacu Indonesia / Indonesia (Horse). Domestic Animal Diversity Information System of the Food and Agriculture Organization of the United Nations. Accessed November 2025.
  3. ^ a b Sofjan Sudardjat (2007). National Report on Animal Genetic Resources Indonesia: A Strategic Policy Document. Archived 16 June 2012. Annex to: Barbara Rischkowsky, Dafydd Pilling (editors) (2007). The State of the World's Animal Genetic Resources for Food and Agriculture. Rome: Commission on Genetic Resources for Food and Agriculture, Food and Agriculture Organization of the United Nations. ISBN 9789251057629. Archived 10 January 2017.
  4. ^ a b c Valerie Porter, Lawrence Alderson, Stephen J.G. Hall, D. Phillip Sponenberg (2016). Mason's World Encyclopedia of Livestock Breeds and Breeding (sixth edition). Wallingford: CABI. ISBN 9781780647944.
  5. ^ Sam Bressiac (12 June 1971). Somebody Nobody Talks About. The Bulletin. 93 (4759): 32. Accessed November 2025.
  6. ^ a b Santie Turangan, Umar Paputungan, Surtijono Edmundus Siswosubroto (April 2019). Body Dimension Factors Affecting Live Weight Estimation Accuracy of Indonesian Local-Thoroughbred Racing Horse. Research Journal of Life Science. 6 (1): 36โ€“45.
  7. ^ Aditia Maruli (25 July 2013). Kementan lakukan pelepasan rumpun kuda pacu indonesia (in Indonesian). Antara News. Archived 28 July 2013.
  8. ^ a b c Muladno, Soehadji, Sri Bandiati, Wirasmono Soekotjo, Oetari Soehardjono (2019). Sejarah Pembentukan Kuda Pacu Indonesia: Rumpun Baru Kuda Indonesia Karya Anak Bangsa (in Indonesian). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. ISBN 9786020622446. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "kudapacu" didefinisikan berulang dengan isi berbeda

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Pacuan kuda di Indonesia

Pacuan kuda di Indonesia adalah bentuk olahraga berkuda yang kaya akan sejarah dan budaya Indonesia. Sejarah olahraga ini di Indonesia dapat ditelusuri

Pacuan kuda

Pacuan kuda (juga sering disebut pacuan kuda) adalah salah satu jenis olahraga berkuda yang mengutamakan keterampilan seseorang dalam menunggang, mengendarai

Milord (kuda)

โ€“ 16 Februari 2025) adalah seekor kuda pacu Indonesia. Berperawakan relatif kecil, Milord dianggap sebagai kuda pacu andalan Sulawesi Utara dan calon peraih

Indonesia Derby

Indonesia Derby adalah kejuaraan pacuan kuda flat di Indonesia yang diadakan untuk kuda jantan dan betina berumur tiga tahun. Kejuaraan ini menempuh jarak

King Argentin

King Argentin (lahir 25 Agustus 2021) adalah kuda pacu asal Indonesia yang memenangkan Tiga Mahkota Indonesia. Pejantannya adalah Agrippa, anak dari Almuinjjid

Kuda

60:81-84. Kuda Troya Kereta kuda Daging kuda Reproduksi kuda Peternakan kuda Kacamata kuda Pacuan kuda Kuda selam Usia lanjut pada kuda (Indonesia) Gambar

Sarga.co

PT Kuda Pacu Indonesia, yang beroperasi dengan nama Sarga.co, adalah perusahaan ekosistem premium 360ยฐ olahraga dan hiburan (sport & entertainment) di

Djohar Manik

Djohar Manik (lahir pada tanggal 22 September 2010) merupakan kuda pacu Indonesia yang menjadi juara ketiga Indonesian Triple Crown pada tahun 2014 (1978