Kunya (bahasa Arab: كنية; kuniyah) atau kunyah, adalah sebuah nama panggilan yang biasa digunakan oleh masyarakat Arab untuk panggilan kehormatan atau gelar kepada seseorang, sebagai pengganti atas nama asli orang tersebut. Bentuk nama kunya adalah seperti "abu" ("Abi") dan "ibnu" untuk laki-laki, dan "ummu" dan "bintu" untuk perempuan dan kemudian ditambahkan nama anak laki-laki pertamanya,[1] atau bisa juga ditambahkan mengenai kebiasaannya. Syekh Al-Bajuri menambahkan bahwa penyandaran itu tidak hanya kepada yang disebut (Abu, Ibnu, Ummu, Bintu) tetapi berlaku juga kepada Ammu (paman dari pihak ayah), Ammah (bibi dari pihak ayah), Khal (paman dari pihak ibu) dan Khalah (bibi dari pihak ibu). contoh penamaan ini antara lain nama pengarang kitab Fath al-Qarib yaitu bernama lengkap Syamsudin Abu Abdillah Muhammad bin Qasim. Nama aslinya ialah 'Muhammad' , nama kunya-nya 'Ibnu Qasim'. Dalam hal ini 'Qasim' adalah ayah pengarang kitab tersebut.[2] Sebagai contoh, Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas memiliki nama kunya Abu Mazen (ayah dari Mazen); sedangkan sahabat nabi yang terkenal bernama kunya Abu Hurairah (bapak Kucing), sesungguhnya ia bernama Abdur Rahman bin Shakhr.

Referensi

sunting
  1. ^ Cowan, J Milton, ed. (1976). The Hans Wehr A Dictionary of Modern Written Arabic. New York: Spoken Language Services, Inc. hlm. 843. ISBN 0-87950-001-0-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ Al-Bajuri, Ibrahim (2005). Hasyiyah al-Allamah al-Syaikh Ibrahim al-Bajuri. Beirut: Dar Ibn Ashashah. hlm. 5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kunya-Urgench

Kunya-Urgench (Turkmen: 'Köneürgenç', Көнеүргенч, كؤنِۆرگِنچ ; Rusia: Куня Ургенч, Kuńa Urgenč - dari Bahasa Persia Kohna Gorgânj کهنه گرگانج), juga dikenal

Hamzah bin Abdul Muthalib

badannya juga dicabik-cabik, dan hatinya diambil oleh Hindun dan dikunyah-kunya hatinya untuk membalas dendam atas kematian ayahnya. Muhammad yang melihat

Abu Mikhnaf

ibn Yaḥyā ibn Saʿīd ibn Mikhnaf al-Azdī), atau biasa dikenal denga nama kunya-nya (epitet), Abu Mikhnaf (bahasa Arab: أبو مِخنَفcode: ar is deprecated

An-Nawawi

Syaraf bin Muri bin Hasan bin Husain bin Muhammad bin Jam'ah bin Hizam. Kunya yang diberikan kepadanya ialah An-Nawawi Ad-Dimasyqi serta Abu Zakaria Muhyiddin

Tokek

Brown, 2019 – tokek parasut Lao Gekko kaengkrachanense Sumontha, Pauwels, Kunya, Limlikhitaksorn, Ruksue, Taokratok, Ansermet & Chanhome, 2012 – tokek parasut

Mahmoud Abbas

translit. Maḥmūd ʿAbbās; lahir 26 Maret 1935), umumnya dikenal dengan kunya atau nom de guerre Abu Mazen (bahasa Arab: أَبُو مَازِنcode: ar is deprecated

Muhammad al-Mahdi

Muhammad menjadi Imam. Sama seperti Nabi Islam Muhammad dan nama panggilannya (kunya) juga Abu al-Qasim. Menurut Dua Belas Syi'ah, Hujjat ibn Hasan lahir di

Al-Mansur

bernama Abdullah, dan untuk membedakan keduanya, as-Saffah disebut dengan kunya Abu al-Abbas. Al-Mansur adalah cicit buyut Abbas bin Abdul Muthalib, paman